
Hanum menerimanya tanpa bersuara. Setelahnya ia pun melangkah meninggalkan Dio begitu saja. Dio yang ditinggalkan begitu saja tentu dibuat kesal karena lagi-lagi Hanum bersikap tidak memperdulikan dirinya. Jauh berbeda dengan banyak wanita jika berada di dekatnya.
Tak ingin semakin bertambah kesal pada istrinya, Dio memilih kembali menatap pada Divan dan Arthur yang sedang bermain. Jika dipikir-pikir ia dan Marvel memiliki takdir yang hampir sama. Merawat seorang anak yang bukan anak kandung mereka sendiri. Dio pun mengingat-ingat kembali bagaimana kehidupan Marvel setelah Arthur hadir di kehidupannya. Hidup Marvel terlihat lebih bewarna dan lebih bahagia karena sahabatnya itu begitu tulus menerima kehadiran Arthur walau awalnya berat menerimanya.
Dio pun melihat pada putranya. Ia pun mencoba merasakan bagaimana kehidupannya semenjak ada Divan di hidupnya. Walau awalnya merasa berat menerima kehadiran Divan seperti Marvel menerima Arthur dulu, tapi kini Dio merasa lebih senang karena hari-harinya terasa lebih bewarna karena ada Divan di hidupnya. Dio pun sudah mencoba menganggap Divan seperti ia menganggap Zeline dulu sebagai anaknya sendiri.
"Papah." Tak lama Divan datang menghampirinya. Wajah anak itu terlihat berkeringat karena lelah berlari bersama Arthur.
"Ada apa?" Tanya Dio sambil mengelap keringat yang membasahi dahi Divan dengan jari telunjuknya.
"Divan lelah. Mau istirahat dulu." Adu Divan.
"Kalau begitu ayo duduk dulu. Papa akan mengambilkan minum untuk kalian." Jawab Dio.
Divan mengiyakannya lalu mengajak Arthur untuk duduk di atas kursi.
__ADS_1
Dio pun melangkah meninggalkan Divan dan Arthur menuju tempat Hanum berada saat ini. Setelah berada di depan Hanum, Dio pun mengatakan apa yang dibutuhkannya.
"Tunggulah sebentar. Aku akan mengambilkan minum untuk mereka." Jawab Hanum.
Dio mengiyakannya dan memilih menunggu Hanum dengan duduk di kursi yang tadi Hanum tepati.
"Ternyata dia benar-benar membantu mereka." Ucap Dio menatap pada Marvel yang terlihat asik mengipasi ikan bakar.
"Apa kau ingin bergabung lagi dengan mereka? Jika ia biar aku dan Hanum yang menemani Divan dan Arthur bermain." Ucap Sally yang mendengarkan perkataan Dio.
"Hanum itu memang wanita yang baik. Makanya begitu mudah untuk kalian bisa menerimanya menjadi teman baik." Ucap Marvel pada Gaga dan Alfin.
Dio menghentikan langkahnya mendengarkan perkataan Marvel.
"Ya. Sejak awal bekerja sampai saat ini dia selalu menunjukkan sikap baiknya. Walau di perusahaan ada satu wanita yang terlihat sangat membencinya tapi Hanum masih bisa bersikap tenang dan sabar menghadapinya." Jawab Gaga.
__ADS_1
Dio tertegun di tempatnya. Gaga bilang apa tadi? Ada satu wanita yang bersikap buruk pada istrinya? Jadi selama bekerja di perusahaan Alexander istrinya itu merasa tidak tenang karena ada pembenci di sekitarnya?
"Siapa wanita itu?" Marvel pun merasa penasaran dengan wanita yang dimaksud oleh Gaga.
"Maaf, untuk itu aku tidak bisa mengatakannya." Jawab Gaga.
Marvel mendengus mendengarnya. "Kalian tahu jelas bukan status Hanum saat ini? Dia adalah istri dari sahabat baik bos kalian. Jadi jika ada yang membuatnya tidak nyaman dalam bekerja, maka orang itu bisa berhadapan dengan Daniel." Jawab Marvel merasa kesal.
"Siapa orang itu?" Tanya Dio yang sejak tadi sudah gatal untuk bersuara.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul One Night Love Tragedy, ya🖤
__ADS_1
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗