
Para tamu undangan yang berada di ballroom hotel pun mulai berbisik-bisik dan menebak-nebak siapakah tiga orang lagi yang dimaksud oleh Tuan Mahesa.
"Dan orang itu adalah anak sulung saya, menantu serta cucu kesayangan saya." Lanjut Tuan Mahesa kemudian yang berhasil membuat banyak orang termasuk Mama Jelita terkejut mendengarnya karena mereka pikir anak pertama Tuan Mahesa belum menikah karena belum ada pesta pernikahan yang dilangsungkan keluarga Mahesa selama ini.
"Dio, ayo bawa anak dan istrimu ke sini." Pinta Tuan Mahesa menatap pada anaknya.
Pandangan semua orang pun sontak tertuju ke arah yang Tuan Mahesa maksud. Dio menganggukkan kepalanya. Ia mengganggam tangan Hanum lalu mengajak Hanum dan Divan untuk maju ke depan.
"Hanum, semua akan baik-baik saja." Ucap Marvel menenangkan Hanum yang nampak sangat terkejut dengan apa yang baru saja didengarnya.
"Ayo." Dio kembali mengajak Hanum.
Hanum pun mengiyakannya lalu bangkit dari duduknya. Daniel yang duduk di sebelah Divan pun turut membantu anak dari sahabatnya itu untuk turun dari kursi yang didudukinya.
Dio, Hanum dan Divan yang sedang digandeng oleh Hanum dan Dio pun akhirnya melangkah maju ke depan dengan diiringi rasa keterkejutan para tamu undangan terlebih Papa Irfan, Mama Jelita dan Cita.
__ADS_1
"Tidak, ini tidak mungkin." Cita menggelengkan kepalanya. Ia mengucek kedua matanya untuk memastikan pandangannya adalah benar.
Setelah Hanum, Dio dan Divan berdiri di atas panggung, barulah Cita percaya jika apa yang dilihatnya adalah benar dan nyata.
"Ini dia anak sulung saya beserta istri dan anaknya." Ucap Tuan Mahesa dengan tersenyum lebar seolah memperlihatkan betapa bangganya ia memiliki Dio, Hanum dan Divan.
Dio, Hanum dan Divan tersenyum menatap kepada para tamu undangan yang datang malam ini. Dio pun diminta untuk memberikan sepatah dua patah kata. Dio tentu saja langsung mengiyakannya dan mengambil alih microphone dari tangan Tuan Mahesa. Setelahnya Dio pun membisikkan sesuatu ke telinga Hanum saat melihat istrinya itu mulai tertunduk.
"Angkat kepalamu. Kau adalah ratunya malam ini." Bisik Dio.
Tuan Mahesa pun kembali mengambil alih untuk berbicara. Wajahnya kini nampak tegas seolah ada sesuatu hal penting yang ingin disampaikannya pada semua orang.
"Dan dengan ini, saya umumkan jika yang akan melanjutkan perjuangan saya memimpin perusahaan pusat Mahesa adalah putra sulung saya yaitu Dio Mahesa." Ucap Tuan Mahesa yang berhasil mendapatkan tepuk tangan riuh dari para tamu undangan kecuali Papa Irfan, Mama Jelita dan Cita yang justru terkejut mendengarnya.
Wajah Dio tak nampak terkejut sama sekali. Ia seperti sudah menduga jika saat ini sudah waktunya untuk ia melanjutkan perjuangan papanya memimpin sebuah perusahaan besar.
__ADS_1
"Selamat Dio!" Suara Marvel terdengar cukup keras sambil mengacungkan kedua jempolnya untuk Dio.
Para hadirin dibuat tertawa melihatnya. Rata-rata dari mereka tahu jika Marvel dan Dio adalah sahabat karena Marvel sering memperkenalkan bahkan membawa Dio di setiap pertemuan bisnis mereka.
"Kau ini... bersikap kalemlah sedikit. Apa kau tidak sadar jika saat ini adalah acara formal." Ucap Daniel tak habis pikir.
"Aku tahu dan aku tetap ingin melakukannya." Jawab Marvel santai tanpa rasa bersalah.
***
Sebelum lanjut, jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul One Night Love Tragedy, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗
__ADS_1