Istri Figuran

Istri Figuran
Apa dia sudah hamil?


__ADS_3

Apa yang sedang kau pikirkan? Dio merutuki pikirannya sendiri karena secara tidak langsung memuji kebaikan yang ada di dalam diri Hanum. Tak ingin semakin memikirkan tentang Hanum, Dio pun memilih fokus pada makanan di depannya tanpa menatap pada Hanum dan Divan lagi.


Bu Shanty yang sejak tadi sebenarnya memperhatikan gerak-gerik Dio nampak tersenyum karena berpikir jika saat ini Dio sudah mulai tertarik dengan Hanum.


Dio, Mama yakin jika tidak membutuhkan waktu lama bagimu bisa menyayangi Hanum dan Divan dengan tulus. Hanum adalah wanita yang sangat baik dan jauh lebih baik dari apa yang kau pikirkan saat ini. Ucap Bu Shanty dalam hati.


Tiga puluh menit telah berlalu, kini semua orang telah selesai menghabiskan makanannya masing-masing dan tengah berbincang ringan di meja makan membahas nilai raport Digo.


"Walau pun nakal tapi kau adalah anak yang membanggakan sama seperti kakakmu dulu." Puji Nenek Eno pada cucunya karena Digo mendapatkan nilai yang sangat bagus di sekolahnya.


"Nenek bisa saja. Tapi Digo yakin jika nilai Digo saat ini jauh lebih baik dari pada Kak Dio." Jawab Digo.


Dio mendelik mendengar jawaban dari adiknya. Melihat itu membuat Digo tersenyum menyeringai karenanya.


"Oh iya Kak Dio. Kakak dan Kak Hanum sudah hampir dua bulan menikah bukan?" Tanya Digo pada Dio.


"Jangan bertanya jika kau sudah mengetahui jawabannya." Ketus Dio.

__ADS_1


"Ck. Sensitif sekali." Cibir Digo dan Dio hanya diam merasa enggan untuk membalasnya.


Dio pun meraih segelas air minum yang ada di depannya lalu meneguknya.


"Bukankah Kakak dan Kak Hanum sudah menikah selama dua bulan? Apakah sekarang Kak Hanum sudah mengandung seperti keponakan Mama yang baru saja menikah beberapa bulan yang lalu?" Tanya Digo dengan wajah polosnya.


Byur


Air yang baru saja masuk ke dalam mulut Dio seketika keluar kembali. Dio tersedak. Hanum yang berada di sebelahnya pun dengan segera memberikan segelas air di depannya pada Dio.


Dio hanya diam karena kini sedang meneguk air yang diberikan oleh Hanum tanpa perduli jika gelas itu adalah gelas bekas Hanum.


"Kenapa Kakak jadi batuk-batuk seperti itu?" Tanya Digo menampilkan wajah polosnya.


"Karena kau sudah berbicara sembarangan!" Sembur Dio dengan wajah yang nampak memerah.


"Aku berbicara sembarangan?" Ulang Digo dan Dio hanya diam saja sambil menatap tajam Digo. "Aku hanya bertanya apakah Kak Hanum sama seperti keponakan Mama yang sedang hamil saat ini?" Ucap Digo mengulang pertanyaannya.

__ADS_1


"Digo tidak salah bertanya seperti itu, Dio. Kau kan sudah dua bulan menikah dan mungkin saja saat ini Hanum sudah mengandung seperti Tya." Timpal Nenek Eno.


Dio hanya bisa berdecak dalam hati.


"Ya. Apa saat ini Hanum sedang mengandung sehingga kau tersedak seperti tadi?" Bu Shanty pun turut bertanya.


Hanum yang hanya diam saja pun kini tertunduk seolah tak berani menatap semua orang yang kini tengah menatap ke arahnya dan Dio.


"Tidak ada yang hamil saat ini dan jangan lagi mempertanyakan hal yang sama karena Hanum tidak mungkin hamil karena kami belum pernah melakukannya!" Ucap Dio tegas. Walau pun merasa tidak pantas mengatakannya tapi Dio merasa terpaksa mengatakannya agar tidak ada lagi pertanyaan yang sama untuk di kemudian hari.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul One Night Love Tragedy, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.

__ADS_1


__ADS_2