
Ketiga orang pria tampan yang berstatus sebagai sahabat Dio itu nampak murka menatap ketiga orang pria di depan mereka. Mereka bahkan tak segan melayangkan tinjuan di wajah mereka masing-masing tanpa perduli ada polisi di sekitar mereka.
Para polisi yang melihat amukan ketiga sahabat Dio itu pun dengan sigap menahan pergerakan mereka agar ketiga tersangka tidak mati terlebih dahulu di tangan mereka.
"Tenang, Tuan. Kami akan memproses mereka sesuai prosedur yang sudah berlaku." Ucap Dokter menenangkan ketiga sahabat Dio.
Namun bukannya merasa tenang ketiga sahabat Dio itu terlihat semakin murka karena mereka belum puas memberikan pelajaran pada ketiga pria kaparat tersebut.
Untuk mengkondisifkan ruangan pemeriksaan, akhirny Marvel, Kevin dan Daniel diminta untuk keluar dari ruangan pemeriksaan. Dan tentu saja untuk mengeluarkan ketiga pria tersebut para polisi harus mengeluarkan tenaga ekstra karena mereka tidak mau diminta untuk keluar.
"Sialan! Berani sekali ketiga para cecengung itu berniat mencelakai Dio!" Umpat Marvel dengan wajah berapi-rapi.
Daniel yang turut merasakan emosi terlihat jelas di wajah putihnya yang kini memerah pun mengepalkan kedua tangannya. Rasanya ia belum puas melayangkan tinjuan di wajah dan tubuh ketiga pria tersebut sebelum mereka mati di tangannya.
__ADS_1
Kevin yang masih menggunakan akal sehatnya pun mencoba menenangkan kedua sahabatnya.
"Kita serahkan masalah ini pada polisi lebih dulu. Sekarang lebih baik kita pergi ke rumah sakit untuk memastikan keadaan Calista." Ajak Kevin.
Daniel dan Marvel saling pandang. Mereka pun akhirnya mengangguk mengiyakan perkataan Kevin karena mereka juga mencemaskan keadaan Calista yang kabarnya kini sedang melakukan operasi.
*
Di apartemen, Hanum nampak mencemaskan keadaan Dio karena sudah menunjukkan pukul tujuh malam suaminya itu belum juga pulang ke apartemen milik mereka. Beberapa kali Hanum mencoba menghubungi Dio namun panggilannya tidak masuk karena ponsel Dio yang masih mati akibat kehabisan daya.
"Sebenarnya ada apa ini? Kenapa nomer Dio tidak aktif dan ketiga sahabatnya tidak ada yang mengangkat telefon dariku?" Gumam Hanum. Kini perasaannya semakin cemas memikirkan keadaan suami itu. Apakah suaminya itu baik-baik saja atau berada dalam bahaya saat ini mengingat beberapa waktu yang lalu ada orang yang berniat mencelakai mereka.
Di rumah sakit, Kevin yang hendak menghubungi Queen untuk memberi kabar apa yang sudah terjadi mengurungkan niatnya saat melihat banyaknya panggilan tak terjawab dari Hanum.
__ADS_1
Pandangannya pun seketika beralih pada Dio yang masih duduk di depan ruangan operasi dengan kepala tertunduk. Walau tahu keadaan Dio saat ini tengah kacau, tapi Kevin tidak bisa membiarkan begitu saja panggilan tak terjawab dari Hanum karena ia tahu saat ini Hanum mencemaskan keadaan Dio.
Kevin pun akhirnya melangkah mendekati Dio dan menepuk pundaknya. "Ada apa?" Tanya Dio dengan pelan.
Kevin menunjukkan layar ponselnya yang menyala dan menunjukkan adanya notifikasi panggilan tak terjawab dari Hanum.
"Hubungi istrimu. Dia pasti sangat mencemaskanmu." Ucap Kevin.
Dio merutuki dirinya. Terlalu larut dalam keadaan Calista saat ini membuatnya melupakan istrinya yang saat ini ia pastikan sudah berada di rumah. "Bisa aku pinjam ponselmu sebentar untuk menghubungi istriku? Ponselku masih kehabisan daya." Ucap Dio.
***
Sebelum lanjut, jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.
__ADS_1
Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Noda Menjadi yang Kedua, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗