
"Kau cemburu?" Tanya Daniel tanpa menjawab pertanyaan Dio. Daniel memang mengetahui dan tidak lupa jika Richard adalah playboy akut. Dan ia merasa tidak perlu diingatkan kembali oleh Dio.
"Aku bilang tidak! Aku tidak pernah cemburu padanya!" Dio kembali menekan perkataannya namun tidak membuat Daniel percaya dengan perkataannya.
Melihat wajah sahabatnya yang tengah meledeknya membuat Dio mendecakkan lidahnya. "Apa kau sengaja meletakkannya di bagian Humas? Atau kau memiliki sebuah rencana saat ini?" Tuduh Dio.
"Aku rasa aku tidak perlu menjawab pertanyaanmu. Apa kau tahu sikapmu saat ini seperti seorang pria yang sangat cemburu melihat istrinya dekat dengan pria lain?" Ledek Daniel.
Dio dibuat geram mendengar ledekan Daniel namun tak membuatnya membantah perkataan Daniel. Dari pada bertanya lebih jauh pada sahabatnya itu Dio pun memilih pergi meninggalkan ruangan kerja Daniel dan membatalkan niatnya yang ingin melihat keberadaan Hanum.
"Hahaha..." Daniel tertawa-tawa setelah melihat kepergian Dio. Rasanya saat ini ia sangat senang melihat sahabatnya tengah terbakar api cemburu karena Richard yang berstatus sebagai sepupunya itu bekerja satu devisi dengan istrinya.
"Dio... Dio. Jika cemburu katakan saja. Jika kau terus berbohong seperti itu kau terlihat seperti pria pecundah." Cibir Daniel.
Setelah puas menertawakan Dio, Daniel pun segera mengirim pesan pada Digo tentang reaksi Dio beberapa saat yang lalu setelah mengetahui Richard bekerja di perusahaan Alexander.
__ADS_1
Tentu saja mendapatkan informasi yang sangat diinginkannya membuat Digo di seberang sana merasa senang karena misi awalnya berhasil. Tak lupa Digo berbagi kesenangannya dengan memberitahu Bu Shanty tentang informasi yang disampaikan oleh Daniel.
"Sepertinya sebentar lagi keponakan kandungku akan segera launching." Ucap Digo setelah mengirimkan pesan pada Bu Shanty. Entah mengapa Digo merasa sangat percaya diri saat ini jika sebentar lagi Dio akan menyentuh istrinya itu karena takut istrinya jatuh ke pelukan pria lain.
*
Saat sore hari telah tiba, Dio nampak gelisah di dalam apartemennya menunggu Hanum pulang dari bekerja. Divan yang memperhatikan kegelisahan Dio hanya bisa mengkerutkan keningnya merasa bingung namun tidak berniat untuk bertanya.
"Apa Mama selalu pulang lama?" Tanya Dio pada Divan setelah cukup lama terdiam.
Dio turut menatap jam di dinding apartemennya. Karena merasa sangat tidak sabar menunggu istrinya pulang membuat Dio tidak sadar jika waktu pulang bekerja baru berjalan beberapa menit yang lalu. Akhirnya Dio pun berusaha menahan dirinya menunggu Hanum dengan berbincang singkat dengan Divan.
Lima menit berlalu, akhirnya sosok yang ditunggunya sejak tadi pun pulang. Melihat kehadiran Dio di apartemen membuat Hanum terdiam beberapa saat karena lagi-lagi suaminya itu pulang ke apartemen.
"Mamah..." Divan menghampiri Hanum dan menyaliminya. Tak lupa Hanum memberikan ciuman hangat di kening putranya itu.
__ADS_1
"Hanum, ada yang ingin aku tanyakan padamu." Ucap Dio tanpa basa-basi pada Hanum.
"Apa?" Tanya Hanum datar.
"Apa benar kau memiliki seorang atasan baru bernama Richard?" Tanya Dio cepat.
Hanum terdiam dan mengingat kembali nama atasan barunya tadi. "Ya. Atasan baruku bernama Richard. Dia adalah pria bule yang sangat tampan dan diidolakan di devisi humas saat ini." Jawab Hanum tanpa sadar seraya tersenyum mengingat sosok pria bule yang terlihat lucu di matanya tadi.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul One Night Love Tragedy, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗
__ADS_1