Istri Figuran

Istri Figuran
Mencoba mengerti


__ADS_3

Perkataan Daniel disetujui oleh Marvel dan Kevin. Sebagai sahabat baik Dio, mereka tidak akan membiarkan Dio bertindak gegabah nantinya hanya karena rasa berhutang budinya pada Calista. Bukannya tidak percaya jika Dio bisa memegang teguh pendiriannya, namun bisa saja kemungkinan kecil itu terjadi karena rasa berhutang budi Dio yang terlalu besar kepada Calista.


Di dalam apartemen, Hanum langsung saja memeluk suaminya setelah kepergian ketiga sahabat suaminya. "Aku sangat mencemaskanmu." Ucap Hanum sambil mengeratkan pelukannya di tubuh Dio.


Dio membalas pelukan istrinya itu. "Maafkan aku karena sudah membuatmu cemas." Jawab Dio sambil mengusap rambut istrinya. Ada perasaan tenang yang Dio rasakan setelah bertemu dengan istrinya itu.


Hanum melepas pelukannya dan menatap wajah Dio intens. "Bagaimana keadaan Calista saat ini? Apa dia baik-baik saja?" Tanya Hanum.


Dio terdiam beberapa saat.


"Dio..." Hanum kembali bersuara meminta suaminya menjawab pertanyaannya.


"Operasinya berjalan dengan lancar namun saat ini Calista kritis." Jawab Dio.


"A-apa..." Hanum sampai tak dapat berkata-kata mendengar keadaan Calista saat ini.

__ADS_1


"Dokter tidak bisa memastikan sampai kapan Calista bisa melewati masa kritisnya." Lanjut Dio.


Hanum kembali menatap intens wajah suaminya. Dapat Hanum lihat di mata suaminya menyiratkan rasa kekhawatiran dan bersalah dengan keadaan Calista saat ini.


"Hanum, aku ingin membersihkan tubuhku lebih dulu." Ucap Dio kemudian.


Hanum mengiyakannya. Ia membiarkan suaminya itu pergi dari hadapannya menuju kamar mereka berada. "Dio, aku tidak tahu apa yang ada di hatimu saat ini setelah Calista mengorbankan nyawanya untukmu. Tapi aku percaya jika kau tidak akan pernah berpaling dari aku dan Divan." Ucap Hanum meyakinkan dirinya.


*


Setelah hari berikutnya, tentu saja ada perubahan yang Dio tunjukkan pada Hanum karena keadaan Calista saat ini. Seperti Dio yang pulang selalu malam dan jarang banyak waktu untuk bisa menghubungi Hanum. Bahkan beberapa kali ponsel Dio tidak bisa dihubungi karena pria itu selalu lupa mengisi daya ponselnya.


Dio yang merasakan perubahan sikapnya pada Hanum pun dibuat merasa bersalah namun ia tidak dapat berbuat apa-apa selain meminta maaf karena saat ini ia ingin memastikan keadaan Calista baik-baik saja.


Dan pada saat hari libur tiba, Dio tak lagi memanfaatkan waktu liburnya untuk bermain bersama Divan atau sekedar mengajak anak dan istrinya makan bersama di luar.

__ADS_1


"Hanum, maafkan aku karena akhir-akhir ini terlalu sibuk bolak-balik ke rumah sakit." Ucap Dio pada Hanum saat ia hendak berangkat ke rumah sakit.


Hanum memperlihatkan wajah tersenyum pada Dio. "Aku mengerti. Kau juga pasti tidak akan lupa tempatmu untuk pulang." Jawab Hanum menyiratkan arti di setiap perkataannya.


Dio mengecup kening istrinya itu dengan sayang. "Percayalah jika aku hanya merasa bersalah kepadanya." Ucap Dio.


Hanum menganggukkan kepalanya. "Aku akan menunggu waktu kebersamaan kita kembali tiba. Dan saat ini aku membebaskanmu untuk membayar rasa bersalahmu kepadanya. Tapi kau harus ingat jika aku tidak akan merelakan sesuatu yang sudah menjadi milikku menjadi milik orang lain."


***


Sebelum lanjut, jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Noda Menjadi yang Kedua, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗

__ADS_1


__ADS_2