
Keesokan harinya, sepulang dari bekerja Dio langsung membawa Hanum menuju panti asuhan pelita yang dimiliki oleh Bu Halimah. Saat sudah berada di depan panti, tentu saja Hanum dibuat bingung kenapa Dio membawanya datang ke sana.
"Dio, kenapa kau membawaku kemari?" Tanya Hanum. Terlihat ekspresi bingung di wajah cantiknya.
Dio tersenyum. "Kau akan mengetahuinya saat sudah berada di dalam nanti. Sekarang ayo kita turun." Ajak Dio.
Hanum dibuat semakin bingung karena suaminya seperti merahasiakan sesuatu darinya. Walau pun dibuat bingung namun Hanum tetap menuruti perkataan suaminya untuk turun dari dalam mobil.
Suasana di depan panti sore itu nampak ramai dengan anak-anak yang sedang bermain dan saling bercerita. Melihat kedatangan Dio dan Hanum membuat mereka menghentikan kegiatan masing-masing dan memberikan sapaan pada Dio dan Hanum.
"Mereka sangat ramah, ya." Puji Hanum.
"Ya. Mereka sangat ramah sekali." Jawab Dio.
Dio dan Hanum pun melanjutkan langkah menuju pintu masuk panti. Setelah berada di depan pintu panti, seorang wanita paruh baya nampak datang menghampiri mereka. "Ada yang bisa saya bantu, Nak?" Tanyanya ramah.
Dio memberikan senyuman pada wanita paruh baya itu. "Kami ingin bertemu dengan Ibu Halimah. Apa Ibu Halimahnya ada?" Jawab Dio.
__ADS_1
"Oh, kebetulan sekali saya adalah Ibu Halimah. Pemilik panti ini." Jawab wanita paruh baya itu yang ternyata adalah orang yang bersangkutan.
Dio pun mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Bu Halimah. "Saya Dio dan perkenalkan ini istri saya, Hanum." Ucap Dio.
"Hanum, Bu." Ucap Hanum ramah setelah selesai berjabat tangan dengan Bu Halimah.
"Bu Halimah. Ayo silahkan masuk." Ajak Bu Halimah.
Dio dan Hanum mengangguk mengiyakannya. Mereka pun melangkah mengikuti Bu Halimah yang membawa mereka untuk duduk di ruang tamu.
"Data anak adopsi yang bernama Vito Sanjaya?" Ulang Bu Halimah. Wajahnya nampak terkejut karena ini sudah kedua kalinya ada orang yang bertanya tentang anak bayi yang diadopsi dari panti asuhannya lima tahun yang lalu.
"Ya, saya tahu sebelum hari ini Ibu sudah ditemui oleh seseorang yang juga menayakan hal yang sama seperti saya. Dan saat ini saya bukan hanya ingin melihat data diri anak tersebut. Saya juga ingin memperlihatkan pada Ibu wanita yang sudah berjasa merawat Vito Sanjaya selama ini." Jelas Dio.
"Dio, apa maksudnya ini?" Tanya Hanum yang sudah gatal ingin bertanya sejak tadi.
"Kita tunggu Bu Halimah kembali membawa data itu, ya." Pinta Dio ingin istrinya yang sangat penasaran itu bisa bersabar.
__ADS_1
Seolah sudah paham apa tujuan Dio saat ini, Bu Halimah pun berpamitan pergi ke ruangannya untuk mengambil data milik Vito Sanjaya.
Tak menunggu waktu lama Bu Halimau sudah kembali karena data itu sudah disimpan di tempat khusus oleh Bu Halimah dan membuat Bu Halimah cepat menemukan data itu.
"Ini, Tuan." Bu Halimah menyerahkan sebuah map berisi data diri Vito Sanjaya pada Dio.
Dio menerimanya lalu membuka map tersebut.
"Hanum, apa kau mengingat bayi mungil ini?" Tanya Dio setelah map terbuka dan memperlihatkan wajah seorang bayi mungil yang beberapa tahun lalu ditemukan oleh Hanum.
***
Sebelum lanjut, jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul One Night Love Tragedy, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗
__ADS_1