
Jika bekerja mengelola cafe miliknya Dio rasa Hanum akan lebih banyak waktu untuk istirahat dibandingkan bekerja seperti saat ini. Walau pun masih sanggup membiayai istrinya tanpa istrinya harus bekerja namun Dio memilih tak melarang Hanum untuk bekerja karena Dio tahu selama ini Hanum sudah terbiasa bekerja dan akan sulit menerima jika harus tidak bekerja.
"Baiklah, nanti malam aku bisa membicarakan hal ini dengan Hanum. Semoga saja dia mau menerima untuk mengelola cafe milikku." Lanjut Dio kemudian.
Karena urusannya sudah selesai mengurus permasalahan di antara Hanum dan Papa Irfan, akhirnya hari ini Dio bisa pulang lebih awal di bandingkan beberapa hari yang lalu. Sebelum pulang ke apartemen, Dio menyempatkan lebih dulu mengambil makanan di cafe miliknya untuk makan malam di apartemen bersama dengan anak dan istrinya.
Tak lupa Dio menghubungi sopir keluarganya apakah Divan sudah di antar ke apartemen atau belum. Setelah mendapatkan jawaban jika Divan sudah berada di apartemen bersama pengasuhnya, akhirnya Dio mempercepat laju kendaraannya agar cepat sampai di apartemen.
"Papah!" Divan yang sedang bermain di ruang tamu apartemen dibuat terkejut saat melihat Dio sudah pulang. Divan pun meletakkan mainan begitu saja di atas lantai lalu berlari ke arah Dio.
"Papah pulang cepat hari ini?" Tanya Divan dengan kedua mata berbinar. Dapat Dio lihat kebahagiaan di mata putranya karena ia pulang lebih awal hari ini.
"Iya, hari ini pekerjaan Papa selesai lebih awal." Jawab Dio.
Divan semakin melebarkan senyumannya. "Asik..." ucapnya bersorak gembira.
__ADS_1
Dio mengusap kepala putranya. Ia pun mengajak Divan ke arah dapur untuk meletakkan kotak makanan yang ia bawa dari cafe. Setelahnya Dio menyerahkan sebuah kotak pada pengasuh Divan dan memintanya untuk pulang.
"Mamah pasti senang itu Pa karena Papa pulang lebih cepat." Ucap Divan saat mereka sudah duduk di sofa ruang tamu.
Dio tersenyum mendengarnya. Sebenarnya ia merasa bersalah karena terlalu sering pulang malam akhir-akhir inu. Namun mau bagaimana lagi, semua itu ia lakukan untuk kebaikan istrinya juga.
Tak berselang lama sosok yang diceritakan Dio dan Divan pun akhirnya pulang. Tak berbeda dengan Divan, Hanum pun turut terkejut melihat suaminya sudah berada di apartemen lebih awal dibandingkan beberapa waktu lalu.
"Dio, kau sudah pulang?" Tanya Hanum setelah menyalimi suaminya itu.
"Ya, apa kau senang melihatku pulang lebih awal?" Tanya Dio lalu mengedipkan sebelah matanya bermaksud menggoda istrinya.
Dio menahan tawa melihat istrinya yang nampak malu mengungkapkan isi hatinya. "Kenapa tidak jujur saja. Kau terlalu pemalu untuk jujur." Ucap Dio.
"Dan kau terlalu percaya diri." Balas Hanum.
__ADS_1
Akhirnya Dio tertawa. Sedangkan Divan hanya menggeleng melihat perdebatan kedua orang tuanya.
"Ayo duduk dulu, kau pasti lelah." Ajak Dio.
Hanum menurutinya. Ia pun duduk di sofa yang bersebelahan dengan Dio. Mereka pun kembali terlibat percakapan tentang aktivitas masing-masing hari ini. Di saat sedang asik berbincang satu sama lain, Hanum dan Dio dibuat bingung saat mendengar suara bel apartemen yang terdengar berbunyi.
"Siapa yang bertamu sore-sore begini?" Tanya Dio.
Hanum mengangkat kedua bahunya tanda tidak tahu. Tak ingin membuat seseorang yang berada di luar apartemen terlalu lama menunggu, akhirnya Hanum pun beranjak dari sofa berniat untuk membuka pintu.
***
Siapa yang datang ya☺️
Sebelum lanjut, jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.
__ADS_1
Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul One Night Love Tragedy, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗