Istri Figuran

Istri Figuran
Keindahan sore itu


__ADS_3

"Apa kau ingin berjalan-jalan?" Tawar Dio pada Hanum yang sedang duduk santai di kursi yang ada di depan villa.


Hanum menoleh menatap Dio yang baru saja keluar dari dalam villa dengan rambut yang nampak lembab. "Kau baru siap mandi?" Tanyanya tanpa menjawab ajakan Dio lebih dulu.


Dio mengangguk lalu mendaratkan bokongnya di kursi kosong yang berada di sebelah Hanum. "Memangnya kau saja yang sudah mandi. Aku juga." Ucapnya.


Hanum mengangguk saja. Ia pikir tadi Dio berbohong mengatakan jika ia ingin mandi setelah dirinya keluar dari dalam kamar.


"Jadi bagaimana? Apa kau ingin berjalan-jalan?" Dio kembali menawarkan hal yang sama.


Hanum tentu saja langsung mengangguk mengiyakannya. Istri Dio itu tentu saja tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan untuk berjalan-jalan selama mereka ada di Bali.


"Apa ingin menyewa motor?" Tawar Dio setelah mendapatkan keputusan dari Hanum.


Hanum menggeleng. "Jalan kaki saja. Lagi pula pantai sangat dekat dari sini." Jawabnya.


"Kau ingin ke pantai?" Tanya Dio. Ia pikir istrinya ingin berkeliling seperti kemarin.


"Ya. Apa kau mau?" Tanyanya.

__ADS_1


"Tentu saja. Ayo!" Jawab Dio lalu mengulurkan sebelah tangannya pada Hanum.


Hanum menerimanya lalu mereka pun berjalan menuju pantai berada. Jarak villa dan pantai yang tidak terlalu jauh masih bisa mereka tempuh dengan berjalan kaki sekitar sepuluh menit saja.


"Wah, di sini sangat ramai." Komentar Hanum menatap banyaknya wisatawan yang sedang menikmati waktu di sore hari di sekitar pantai.


"Ya, begitulah." Jawab Dio seadanya sambil menatap ke sekitarnya dimana banyak wanita yang memakai pakaian bikini dan entah mengapa membuat matanya sakit saat melihatnya.


"Apa kau tergoda melihat penampilan mereka?" Tanya Hanum menangkap lain arti pandangan Dio saat ini.


"Kau ini bicara apa?" Tanya Dio. Hanum hanya diam dengan wajah sebalnya. "Untuk apa aku tergoda melihat penampilan mereka sedangkan aku bisa melihat penampilan yang lebih hot dari mereka." Ucap Dio menatap dalam kedua bola mata Hanum.


Hanum memukul pelan lengan Dio karena mengerti kemana arah perkataan Dio. Bukannya marah dengan sikap istrinya, Dio justru tertawa melihatnya. "Sudahlah, lebih baik kita berjalan-jalan saja." Ajak Dio. Membawa Hanum kembali melangkah menyusuri pantai.


Hanum menurut saja kemana Dio akan membawanya. Mereka terus melangkah sambil bergandengan tangan dan sesekali Dio menyelipkan rambut Hanum yang tertiup angik ke belakang telinga.


"Anginnya sangat nakal. Aku jadi tidak bisa melihat wajah cantik istriku jika dia terus meniup rambutmu." Ucap Dio.


Hanum tersipu malu mendengarnya. Ia menepuk lengan Dio kembali dengan wajah yang nampak merah.

__ADS_1


"Kenapa? Apa kau tidak suka jika aku mengatakan dirimu cantik?" Tanya Dio.


"Bukan seperti itu. Tapi kau terlihat aneh saat memujiku." Jawab Hanum.


"Aneh? Kenapa?" Tanya Dio dengan kening mengkerut.


Hanum hanya diam saja dan kembali melanjutkan langkahnya. Ia seperti tidak lelah setelah hampir dua puluh menit berjalan-jalan di sekitar pantai tanpa berniat berhenti. Entahlah, apa mungkin karena berjalan seraya bercerita dengan Dio membuatnya tidak merasakan lelah sama sekali.


"Kau biasanya bersikap datar dan ketus kepadaku. Melihat perubahan sikapmu akhir-akhir ini membuatku merasa aneh saja." Hanum mengungkapkan apa yang ia rasakan beberapan bulan terakhir ini.


"Jangan mengingat yang lalu lagi. Kita bisa fokus ke masa depan saja bukan?" Tanya Dio sambil mengeratkan pegangan tangannya di tangan Hanum.


***


Sebelum lanjut, jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul One Night Love Tragedy, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗

__ADS_1


__ADS_2