
Dan entah kapan itu, Hanum mulai dibuat terbuai dengan ciuman lembut yang suaminya berikan hingga membuatnya tanpa sadar membalas ciuman suaminya. Walau terasa kaku balasan ciuman dari Hanum tapi tak membuat Dio menghentikan pergulatan bibir mereka justru menikmatinya.
Sambil melu-mat bibir istrinya Dio pun berpikir kenapa sikap Hanum saat ini seperti seorang wanita yang baru saja mendapatkan sentuhan dari seorang pria. Padahal ia tahu jika Hanum sudah memiliki seorang anak dan berarti sebelum ini sudahl melakukan hal yang lebih dari sekedar ciuman bukan?
Tak ingin terlalu larut dalam pertanyaan di benaknya saat ini, Dio memilih memberanikan diri memberikan sentuhan lainnya dengan memasukkan sebelah tangannya ke dalam balutan kain tipis. Tangannya mulai mengusap-usap punggung Hanum yang tidak tertutupi kain hingga membuat Hanum meremang.
Beberapa kali Hanum mencoba menghentikan pergerakan suaminya karena merasa geli dan darahnya berdesir. Namun usahanya sia-sia karena Dio tidak akan membiarkannya menghentikan kenikmatan yang sedang ia rasakan saat ini.
Menyadari jika Hanum kesulitan bernafas karena ia begitu bernaf-su melu-mat bibir Hanum, Dio pun melepaskan pangutannya. Ditatapnya wajah cantik istrinya yang nampak memerah lalu memusatkan pandangan pada bibir mungil istrinya yang nampak basah karena ulahnya.
__ADS_1
Diusapnya bibir yang basah itu dengan jari jempolnya lalu kembali menempelkan bibirnya di sana seolah tak membiarkan bibir itu kering. Hanum yang tadi hendak berbicara pun terpaksa mengurungkan niatnya karena Dio sudah kembali membungkam bibirnya dengan sebuat ciuman.
Dan entah kapan itu, kini tubuh kedua sudah berada di atas ranjang dengan Dio menghimpit tubuh Hanum tanpa melepas pangutan bibir mereka. Hanum yang sudah hampir kehilangan akal sehatnya karena sentuhan lembut Dio pun tak kuasa menolak atau memberontak. Terlebih kini tangan nakal Dio sudah menempel di dua aset berharganya hingga membuat tubuhnya menggelinjang tak karuan.
Beberapa saat kemudian, Dio tersenyum lebar saat mendengar suara desa-han lembut keluar dari mulut Hanum setelah ia melepaskan pangutannya. Suara itu terdengar sangat merdu hingga membuatnya semakin bergairah untuk menyentuh istriny.
"He-hentikan." Hanum berupaya menghentikan tangan nakal Dio yang sedang bekerja di dua aset berharganya.
"Ku mohon hentikan atau kau akan menyesal. Kau harus ingat dengan kesepakatan kita di awal menikah. Kau bilang tidak akan menyentuhku dan akan menikah dengan kekasihmu." Hanum mengatakannya dengan kedua mata berkaca-kaca seolah menggambarkan suasana hatinya saat ini. Walau turut diliputu gairah tapi Hanum tak ingin gegabah menuruti keinginan tubuhnya tanpa berpikir panjang.
__ADS_1
Setelah ini, jika Dio berani menyentuh tubuhnya maka pria itu akan mengetahui rahasia besar yang ia simpan selama ini. Dan setelah itu ia harus menyiapkan sebuah jawaban untuk pertanyaan yang akan dilontarkan oleh suaminya itu.
"Aku tidak akan menikahinya. Cukup kau yang menjadi istriku." Ucap Dio yakin. Wajahnya terlihat sangat bersungguh-sungguh saat mengatakannya. Entah apa yang ada dalam pemikiran Dio saat ini. Yang jelas ia hanya ingin menuruti kata hatinya yang hanya ingin ada Hanum di hidupnya bukan yang lain termasuk Calista.
Hanum tentu saja dibuat terkejut mendengar perkataan suaminya itu. Mulutnya sampai menganga sangking terkejut dan tak percaya.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.
__ADS_1
Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul One Night Love Tragedy, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗