Istri Figuran

Istri Figuran
Kejutan untuknya


__ADS_3

Setengah jam berlalu, dua orang yang Marvel dan Daniel tunggu akhirnya menampakkan batang hidungnya. Dio yang melihat kehadiran Daniel di sana tentu saja dibuat bingung karena sebelumnya Daniel tidak berkata akan ikut di pertemuan kita kali ini.


"Aku di sini karena kebetulan aku baru saja selesai bertemu dengan Tuan Elang di sini." Ucap Daniel melihat kebingungan di wajah Dio.


Dio beroh ria lalu menjabat tangan kolega bisnisnya. Setelahnya ia pun duduk berhadapan dengan kolega bisnisnya itu.


"Jadi anda benar-benar ingin menjual tanah itu untuk saya?" Tanya Dio setelah pembahasan mereka dimulai.


"Ya, setelah saya pertimbangkan sepertinya tidak masalah jika tanah itu dijual karena adik saya tidak jadi ingin membuat ruko di sana." Jawabnya.


Dio tersenyum senang mendengarnya. Akhirnya impian terwujud ingin memperluas cabang cafenya ke setiap daerah yang ada di ibu kota. Tanah yang akan dibelinya dari Tuan Dirga berada tidak jauh dari area kampus yang ada di daerah C dan akan sangat menguntungkan dirinya jika menambah cabang cafenya di sana.


Pembicaraan di antara mereka pun terus berlanjut hingga berakhir dengan sebuah kesepakatan dan tanda tangan pembelian tanah atas nama Dio.


"Apa kau sudah senang?" Tanya Daniel melihat sejak tadi Dio terus tersenyum karena membayangkan cabang cafe barunya.


"Tentu saja." Jawab Dio masih dengan tersenyum.

__ADS_1


"Kau sungguh hebat sekali dalam satu waktu mendapatkan hal yang kau inginkan. Cabang cafe di luar kota dan dalam kota." Puji Marvel.


"Ya, itu juga tidak lepas dari bantuanmu." Jawab Dio tak lupa diri karena Marvellah yang memperkenalkannya pada kolega bisnisnya yang ingin menjual tanah.


Marvel mengangguk saja. Ia pun turut merasa senang dengan keberhasilan sahabatnya yang berbeda profesi dengan mereka.


"Masih ada lagi target yang harus aku dapatkan dalam waktu dekat." Ucap Dio setelah mengingat sesuatu.


"Apa itu?" Tanya Marvel dan Daniel nyaris bersamaan.


Daniel tersenyum miring mendengarnya. "Kau tenang saja, untuk masalah rumah biar aku yang mengurusnya." Jawab Daniel.


"Kalian memang bisa diandalkan." Ucap Dio merasa senang memiliki sahabat yang selalu sigap dalam membantunya.


Di saat Dio sedang merasa senang karena pencapaiannya saat ini, di tempat yang jauh di sana Calista terlihat ikut merasa senang karena ia baru saja selesai mendapatkan gelar doktornya.


"Selamat atas keberhasilanmu." Seorang wanita yang berasal dari negara yang sama dengan Calista mengulurkan tangan pada Calista.

__ADS_1


Calista menerima uluran tangan itu seraya tersenyum. "Terima kasih. Terima kasih juga karena sudah banyak membantu penelitianku selama ini. Tanpa kau mungkin aku belum bisa meraih gelar doktor saat ini." Ucap Calista merendah.


"Kau bisa saja. Kau adalah wanita yang cerdas. Tanpa aku kau juga pasti bisa menyelesaikannya." Jawabnya apa adanya.


Calista tersenyum lalu mereka pun berpelukan kembali barang sejenak.


"Apa kekasihmu tidak datang di acara kelulusanmu hari ini?" Tanya wanita itu pada Calista.


Mendengar nama kekasih membuat wajh Calista berubah murung. "Sepertinya tidak. Dia sedang marah kepadaku karena aku terlalu sibuk di sini. Tapi aku akan membayar rasa marahnya kepadaku dengan memberikannya sebuah kejutan dengan kepulanganku ke tanah air." Jawab Calista dan tersenyum di akhir perkataannya.


***


Sebelum lanjut, jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul One Night Love Tragedy, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗

__ADS_1


__ADS_2