Istri Figuran

Istri Figuran
Wanita yang unik


__ADS_3

Dio benar-benar dibuat terkejut mendengar jawaban dari istrinya tersebut. Jika banyak wanita di luar sana yang menggebu-gebu mempertanyakan perasaan suami mereka dan meminta ungkapan cinta, istrinya itu justru sebaliknya. Hanum istrinya tidak bertanya karena ia sudah dapat merasakan kasih sayang dan cinta yang ia berikan selama ini.


"Kenapa kau diam dan menatapku seperti itu?" Tanya Hanum dengan wajah bingung.


"Karena kau adalah wanita yang unik." Jawab Dio seadanya.


"Unik? Unik bagaimana?" Hanum merasa bingung dengan jawaban suaminya tersebut.


"Ya, kau adalah wanita yang unik dan sangat menggemaskan hingga aku ingin selalu memelukmu." Ucap Dio lalu membawa Hanum ke dalam pelukannya.


"Dio lepaskan aku!" Hanum memberontak di dalam pelukan suaminya.


"Kenapa aku harus melepaskanmu?" Tanya Dio dengan semakin mengeratkan pelukannya di tubuh Hanum.


"Karena kau bau." Jawab Hanum cepat.


"A-apa..." pelukan Dio akhirnya terlepas begitu saja mendengarkan jawaban dari istrinya. "Kau bilang aku bau?" Ulangnya dan diangguki Hanum sebagai jawaban.


"Kau..." Dio menghentikan perkataannya saat menyadari jika akhir-akhir ini selain sensitif pada penciumannya Hanum juga mudah sensitif dengan bau di sekitarnya.

__ADS_1


"Kenapa?" Tanya Hanum sambil menutup hidungnya.


"Tidak apa-apa. Lebih baik sekarang aku mandi agar tubuhku menjadi wangi dan kau mau kembali aku peluk." Jawab Dio.


Hanum seketika menggelengkan kepalanya. "Tidak perlu memelukku. Entah mengapa setiap kau memelukku aku merasa mual." Jawab Hanum jujur.


Dio terbelalak namun tak dapat berkata-kata. Akhirnya dari pada menanggapi perkataan aneh istrinya Dio lebih memilih pergi dari hadapan Hanum dan masuk ke dalam kamar mandi.


"Bisa-bisanya dia mengataiku bau." Ucap Dio setelah berada di dalam kamar mandi. Dio pun mencium aroma tubuhnya yang sama sekali tidak bau justru sangat harum.


"Awas saja jika nanti malam dia minta dipeluk sebelum tidur olehku." Ucap Dio dengan mata memicing.


"Apa aku minta Dio memakai parfum milikku saja, ya?" Gumam Hanum sambil menatap parfum miliknya yang kini ada di atas meja rias.


*


Saat malam hari telah tiba, Hanum, Dio dan Divan nampak sudah duduk di meja makan menikmati makan malam bersama.


Saat makan malam masih berlangsung, Dio nampak tidak fokus menghabiskan makanannya karena memikirkan waktu untuk memberikan kejutan pada istrinya.

__ADS_1


Aku aku beri kejutan itu besok hari saja? Sepertinya semuanya sudah beres dan tinggal ditunjukkan pada Hanum. Ucap Dio dalam hati.


Terlalu larut dalam pemikirannya membuat Dio tidak sadar jika Hanum sejak tadi memperhatikan dirinya.


"Dio, kau sedang memikirkan apa? Kenapa kau tidak menghabiska makananmu?" Tanya Hanum.


"Eh." Dio yang tersadar dari lamunannya pun seketika menatap makanannya yang masih tersisa setengahnya sedangkan makanan istri dan anaknya sudah habis. Tanpa banyak kata Dio pun langsung menghabiskan makan malamnya hingga habis tak tersisa.


"Dio aneh sekali." Ucap Hanum pada suaminya itu.


"Biar aku saja yang mencuci piring. Kau dan Divan pergilah ke ruang tengah lebih dulu." Ucap Dio saat Hanum hendak membereskan piring bekas makanan mereka. Semenjak mengetahui Hanum hamil, Dio memang tidak ingin istrinya itu terlalu banyak beraktivitas dan akhirnya kelelahan.


Hanum yang mendengar perintah dari suaminya pun menurut dan membawa Divan pergi meninggalkan dapur.


***


Sebelum lanjut, jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Noda Menjadi yang Kedua, ya🖤

__ADS_1


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗


__ADS_2