Istri Figuran

Istri Figuran
Dia wanita hebat


__ADS_3

Namun bukannya menjawab Hanum justru membawa putranya ke dalam dekapannya. "Mama sungguh tidak apa-apa." Ucap Hanum lalu mengecup kening putranya.


Divan membalas pelukan Hanum. "Mama berbohong. Mama terlihat sedang bersedih." Ucap Divan.


"Tenanglah... Mama tidak apa-apa. Mama hanya bersedih karena semakin hari Divan semakin besar tapi sampai saat ini Mama tidak memiliki waktu yang banyak untuk menemani Divan." Jawab Hanum.


"Tidak apa, Mah. Mamah kan bekerja untuk Divan." Jawab Divan.


Hanum tak kuasa menahan air matanya. Ia merasa sangat sedih dan bersalah karena Divan pada akhirnya dewasa karena keadaan di saat umurnya yang masih sangat kecil.


"Mamah jangan nangis..." ucap Divan yang akhirnya ikut menangis.


"Mama menangis karena Mama merasa bahagia memiliki anak seperti Divan." Ucap Hanum setelah melepaskan pelukannya di tubuh Divan.


"Divan juga bahagia memiliki orang tua seperti Mama. Mama sangat baik dan sayang pada Divan. Divan sayang Mama." Ucap Divan.

__ADS_1


Hanum tersenyum mendengarnya. "Mama juga sayang Divan." Jawabnya.


Setelah beberapa saat berbagi rasa dengan Divan, Hanum pun mengajak putranya untuk tidur. Sebagai anak yang penurut Divan pun menuruti keinginan Hanum untuk tidur.


"Divan... terima kasih karena sudah menjadi anak yang baik untuk Mama. Walau Divan bukanlah darah daging Mama tapi Mama sangat menyayangi Divan. Sampai kapan pun itu Divan tetap anak Mama dan Mama tidak akan mau berjauhan dari Divan." Ucap Hanum lirih menatap wajah putranya yang sudah terlelap.


*


Malam semakin larut. Hanum dan Dio kini sudah berbaring di atas ranjang dalam suasana hening. Sejak naik ke atas ranjang Hanum hanya diam karena ia merasa canggung berdekatan dengan suaminya itu setelah tadi sempat memeluknya cukup lama.


Dio pun sontak melihat ke arah Hanum yang kini sudah berbaring dan menarik selimut menutupi tubuhnya.


Sekuat apa dirimu sehingga tidak pernah memperlihatkan rasa sedihmu pada semua orang? Kau selalu terlihat kuat padahal kau sangat rapuh. Ucap Dio dalam hati.


Malam itu setelah Hanum terlelap dalam tidurnya, Dio pun memberanikan diri kembali untuk membawa Hanum masuk ke dalam pelukannya. Entah mengapa akhir-akhir ini ia sudah cukup nyaman dengan posisi tidur mereka dan merasa ada yang kurang jika tidur tidak memeluk Hanum.

__ADS_1


Sampai keesokan harinya tiba, Hanum yang kembali terjaga di dalam pelukan Dio pun turut merasakan kenyaman berada di dalam pelukan suaminya. Namun walau pun begitu Hanum terus mencoba menahan dirinya agar tidak berharap lebih pada Dio karena Hanum tahu kisah cinta Dio belum selesai dengan kekasihnya saat ini. Tidak ada hal yang Hanum inginkan saat ini selain Dio yang selalu bersikap baik pada putranya hingga putranya bisa merasakan kasih sayang dari seorang ayah walau bukan ayah kandungnya.


"Apa kau mau pergi bersamaku dan Divan pagi ini?" Tawar Dio pada Hanum saat mereka sedang sarapan pagi di meja makan.


Hanum terdiam sesaat. "Emh, boleh." Jawab Hanum tak ingin menolak tawaran suaminya yang sudah bersikap baik padanya.


Mendengar mamanya menerima ajakan dari papanya tentu saja membuat Divan sangat senang hingga tersenyum begitu lebar.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul One Night Love Tragedy, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗

__ADS_1


__ADS_2