
"Terima kasih, Tante." Ucapnya lembut pada Calista.
Ibu dari sang anak pun turut mengucapkan terima kasih karena Calista sudah mengambilkan pancake yang diinginkan putranya.
"Anak yang manis." Puji Calista setelah ibu dan anak itu pergi meninggalkannya. Calista pun melanjutkan kegiatannya kembali membeli beberapa macam kue lalu membayarnya di kasir.
Sebelum pergi meninggalkan toko, Calista menyempatkan lebih dulu memberikan senyuman pada ibu dan anak yang tadi mencuri perhatiannya.
Kepulangan Calista ke tanah air tentu saja disambut dengan senyuman dan kebahagiaan oleh keluarga besar Calista terlebih Mommy dan Daddnya. Mereka tidak menyangka jika Calista benar-benar menepati janjinya beberapa waktu lalu untuk pulang ke tanah air dan menetap kembali di sana.
"Calista... akhirnya kau kembali, Nak." Mommy Diora memberikan pelukan dan ciuman di kening putrinya.
Calista tersenyum mendengarnya. "Sudah saatnya Cal pulang, Mommy." Jawabnya singkat.
Mommy Diora tersenyum saja lalu memberikan kesempatan pada suaminya untuk memeluk Calista.
__ADS_1
"Kau juga pasti juga mau menepati janji untuk mengajar di yayasan milik Daddy bukan?" Tanya Daddy Berto pada Calista.
"Iya, Dad." Jawab Calista seraya tersenyum.
Kedua orang tua Calista itu pun tersenyum bersamaan lalu mengajak Calista masuk ke dalam rumah. Saat tengah berbincang ringan dengan keluarganya di ruang tengah, Calista dibuat bingung melihat ekspresi kedua orang tuanya saat ia membahas tentang kekasihnya yaitu Dio.
"Ada apa Mommy? Kenapa wajah Mommy berubah?" Tanya Calista tanpa basa-basi.
Mommy Diora nampak menghela nafas. "Cal... sudah saatnya kau mengakhiri hubunganmu dengan Dio." Ucap Mom Diora.
"Mengakhiri hubungan Cal dengan Dio? Apa maksud Mommy?" Tanya Calista tak mengerti. Bisa-bisanya Mommynya itu tanpa basa-basi memintanya untuk mengakhiri hubungannya dengan kekasih hatinya.
Calista menggelengkan kepalanya. Sejak kedatangan kedua orang tuanya saat hari wisudanya hingga akhirnya ia kembali ke rumah kedua orang tuanya itu selalu saja berbicara aneh jika sudah membahas tentang Dio.
"Cal tidak mengerti dengan maksud perkataan Mommy. Cal tidak bisa mengakhiri hubungan Cal dengan Dio begitu saja." Jawab Calista.
__ADS_1
Hembusan nafas Mommy Diora terdengar berat. Calista yang tidak mau terpancing emosi dengan kedua orang tuanya pun berpamitan masuk ke dalam kamarnya dengan alasan ingin istirahat.
"Bagaimana ini, Calista sepertinya sangat berat melepaskan Dio."
Daddy Berto turut menghela nafas berat. "Aku juga tidak tahu. Bagaimana caranya kita memberikan pengertian pada anak itu jika saat ini Dio sudah menikah dan memiliki seorang anak. Aku takut dia takkan percaya dan jika sudah mengetahui kebenarannya putri kita akan terluka." Jawab Daddy.
Mom Diora mengusap wajah. Sebagai orang tua mereka pasti ingin yang terbaik untuk putri mereka. Namun sebagai seorang wanita yang sudah bekeluarga Mommy Diora juga tidak ingin putrinya masih menjalin hubungan dengan Dio yang sedah berstatus sebagai suami dari wanita lain.
"Jika begini siapa yang mau disalahkan? Dio? Aku rasa tidak karena sudah sewajarnya dia menikah karena usianya sudah tak lagi muda. Anak kita juga salah karena sudah mengabaikannya terlalu lama." Ucap Daddy Berto.
Mommy Dio mengangguk membenarkannya. Walau Calista adalah anak kandung mereka tapi mereka tidak ingin menyalahkan Dio atas status barunya saat ini.
***
Sebelum lanjut, jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.
__ADS_1
Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Noda Menjadi yang Kedua, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗