
Hanum memperhatikan ekspresi suaminya saat sedang melakukan panggilan telefon dengan sahabat baiknya. Tidak terlalu lama suaminya itu terlibat percakapan dengan sahabatnya. Namun banyak ekspresi yang Dio tunjukkan saat panggilan telefon tengah berlangsung.
Calista kembali? Ucap Dio dalam hati dengan pandangan kosong.
"Dio?" Suara lembut Hanum menyadarkan Dio dari lamunannya. "Ada apa?" Tanya Hanum kemudian setelah Dio menoleh kepadanya
"Tidak apa-apa." Jawab Dio lalu melangkah kembali ke arah ranjang.
Hanum memperhatikan ekspresi wajah suaminya itu. Terlihat ada perubahan eskpresi di wajah suaminya. Namun Hanum tidak dapat membaca apa yang ada di dalam pemikiran suaminya saat ini.
"Kevin yang menelefon?" Tanya Hanum setelah Dio naik ke atas ranjang.
Kepala Dio mengangguk. "Ada urusan pekerjaan yang dia beritahu kepadaku." Jawab Dio.
"Malam-malam begini?" Hanum nampak tak yakin.
__ADS_1
Dio mengangguk berdusta. Terpaksa ia membohongi istrinya dari pada jujur tentang apa yang Kevin katakan kepadanya baru saja.
Hanum memilih percaya saja dengan perkataan suaminya itu. Hanum pikir setelah Dio selesai mengangkat telefon dari Kevin suaminya itu mau melanjutkan kegiatan mereka kembali. Ternyata dugaan Hanum salah karena ternyata Dio memilih mengajaknya untuk tidur dengan alasan tiba-tiba lelah.
Ada apa? Kenapa aku merasa Dio sedang berbohong kepadaku? Ucap Hanum dalam hati.
*
Keesokan harinya, Dio kembali menunjukkan perubahan di dalam dirinya. Dari mulai tak banyak bicara seperti biasanya saat sudah bangun sampai akhirnya pergi mengantarkan Divan ke sekolahnya.
Hanum hanya bisa memperhatikan perubahan sikap suaminya itu tanpa bertanya ada apa dan kenapa pada suaminya tersebut. Hanum hanya bisa berpikir positif jika suaminya itu saat ini sedang banyak pikiran dan belum bisa berbagi dengan dirinya.
Untuk memastikan perkataan Kevin adalah benar, pagi itu setelah pergi mengantarkan Divan sekolah, Dio langsung saja melajukan mobilnya menuju perusahaan Kevin. Dari pada bertanya langsung pada Calista apakah ia sudah kembali, lebih baik Dio bertanya pada Kevin.
"Kemarin malam di saat aku dan Queen sedang makan di luar kami tidak sengaja melihat Calista makan di tempat yang sama. Dia nampak makan sendiri sambil melakukan panggilan telefon dengan seseorang." Jelas Kevin setelah Dio berada di perusahaannya.
__ADS_1
"Apa kau memiliki bukti foto jika dia sudah kembali?" Tanya Dio.
Kepala Kevin menggeleng. "Sayangnya tidak."
Dio menghela nafas. Ia bukannya tidak percaya dengan perkataan sahabatnya. Namun jika mendengar kabar Calista sudah kembali rasanya ia masih sulit percaya karena ia tahu bagaimana kerasnya mantan kekasihnya itu ingin menyelesaikan studynya lebih dulu.
"Aku rasa studynya telah selesai hingga dia bisa kembali ke sini." Ucap Kevin kemudian seolah paham apa yang ada di dalam pemikiran Dio saat ini.
Dio menganggukkan kepalanya. "Aku pergi dulu. Ada pekerjaan yang harus aku selesaikan pagi ini." Pamit Dio. Ia tidak ingin terlalu lama berada di perusahaan Kevin setelah mendapatkan apa yang ia inginkan.
"Baiklah. Kau harus ingat dengan prinsip hidupmu saat ini. Jangan sampai kau melukai hati istrimu karena kedatangan masa lalumu." Pesan Kevin tak ingin Dio berpaling hati.
***
Sebelum lanjut, jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.
__ADS_1
Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Noda Menjadi yang Kedua, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗