
"Hanum!" Pekik Sally lalu berlari ke arah Hanum berada.
Gaga dan Alfin yang baru saja datang pun dibuat terkejut melihat Hanum yang tergeletak di atas lantai.
"Hanum?" Ucap mereka bersamaan lalu melangkah lebar ke arah Hanum.
"Hanum..." Sally menepuk pelan pipi Hanum setelah meletakkan kepala Hanum di atas pahanya. "Hanum bangun." Ucap Sally dengan wajah begitu panik.
"Sally ada apa ini? Ada apa dengan Hanum?" Tanya Alfin cepat.
Sally menggelengkan kepalanya. "Aku juga tidak tahu. Hanum tiba-tiba saja pingsan." Jawab Sally.
Richard yang baru saja keluar dari dalam lift bersama dengan Cita dan Nimas pun segera berlari ke arah Sally, Gaga dan Alfin saat melihat ada yang tidak beres di antara mereka.
"Hanum?" Ucap Richard dengan wajah terkejut melihat Hanum yang pingsan dan kini sedang dipangku oleh Sally.
"Ada apa dengan Hanum?" Richard pun melontarkan pertanyaan yang sama seperti Alfin.
Mereka bertiga menggeleng tanda tidak tahu kenapa Hanum tiba-tiba saja pingsan.
__ADS_1
"Ayo bawa Hanum ke rumah sakit!" Titah Richard tak ingin membuang waktu lama.
Sally mengangguk dengan cepat. Richard pun dengan hati-hati mengangkat tubuh Hanum dan meminta Gaga dan Alfin untuk menyiapkan mobil. Sedangkan Sally mengikuti Richard yang sedang menggendong Hanum dari belakang.
"Ada apa dengan Hanum?" Tanya Nimas melihat Hanum yang kini sedang berada digendongan Richard.
Cita mengangkat kedua bahunya tanpa bersuara. Mana ia tahu ada apa dengan saudara tirinya itu. Ia saja baru saja sampai dan sudah melihat Hanum pingsan di depan ruangan kerjanya sama seperti Nimas.
Kehebohan pun terjadi di lobby perusahaan saat para karyawan yang baru saja datang melihat Richard keluar dari dalam lift sambil menggendong tubuh Hanum. Daniel yang baru saja sampai di perusahaan pun dibuat terkejut melihat Richard yang kini tengah menggendong tubuh Hanum.
"Ada apa dengan, Hanum?" Tanya Daniel cepat.
"Hanum tiba-tiba saja pingsan di depan ruangan kerja kami, Tuan." Sally pun mengambil alih jawaban yang seharusnya Richard jawab.
"Apa?" Daniel terkejut dibuatnya.
Sally yang sudah panik dengan kondisi Hanum pun segera pergi meninggalkan Daniel.
*
__ADS_1
Richard dan Sally kini sudah berada di rumah sakit menunggu Hanum yang sedang diperiksa oleh Dokter. Sejak Hanum masuk ke dalam IGD keduanya nampak cemas memikirkan keadaan Hanum.
"Sebenarnya ada apa ini, kenapa Hanum tiba-tiba pingsan?" Tanya Richard. Selama ini ia melihat Hanum adalah wanita yang kuat. Dan untuk pertama kalinya ia melihat sisi kelemahan Hanum saat Hanum pingsan tadi.
"Saya juga tidak tahu, Tuan. Tapi tadi saya melihat wajah Hanum nampak pucat sebelum dia pingsan." Jawab Sally.
Richard menghela nafas. Entah mengapa ia merasa apa yang terjadi pada Hanum saat ini disebabkan oleh sepupunya yang terlalu sibuk mengurus mantan kekasihnya saat ini.
Daniel yang baru saja tiba menyusul mereka pun melontarkan pertanyaan yang sama pada Sally. Sally pun menjawab seperti apa yang ia katakan pada Richard.
"Aku harus menghubungi, Dio." Ucap Daniel lalu merogoh ponsel dari saku celananya.
"Sial!" Umpat Daniel kemudian saat nomer ponsel Dio kembali tidak aktif. "Dia itu selalu saja lupa mengisi daya ponselnya!" Gerutu Daniel. Di saat keadaan sedang genting seperti saat ini sahabatnya itu selalu saja susah untuk dihubungi.
***
Sebelum lanjut, jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Noda Menjadi yang Kedua, ya🖤
__ADS_1
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗