Istri Figuran

Istri Figuran
Terciduk


__ADS_3

"Dio?" Seseorang itu pun tak kalah terkejut melihat sosok Dio yang kini berdiri di depan pintu.


"Mama..." lirih Dio dengan wajah kaku.


"Sedang apa kau di sini?" Tanya seseorang itu yang tak lain adalah Bu Shanty.


"Mama juga sedang apa di sini?" Dio mencoba mengalihkan pertanyaan Bu Shanty.


"Mana baru saja memastikan Divan tidur dengan nyaman malam ini. Lalu kau, sedang apa kau di sini?" Bu Shanty pun melemparkan pertanyaan yang sama pada Dio.


"Dio juga hanya ingin memastikan Divan tidur dengan nyaman saat ini." Jawab Dio berbohong.


Bu Shanty tentu tak percaya begitu saja. Ia menatap wajah Dio dengan intens sambil berpikir. "Jangan bilang jika kau kehilangan sosok istrimu sehingga kau ingin mencarinya saat ini?" Tanya Bu Shanty dengan tatapan menyelidik.


Dio menghela nafas panjang. "Mama jangan menuduh yang tidak-tidak. Dio hanya ingin memastikan Divan saja." Tekan Dio. Tak ingin kebohongannya diketahui oleh Bu Shanty.

__ADS_1


"Ya, ya." Bu Shanty mengangguk-anggukkan kepalanya. "Mama berpura-pura percaya padamu." Lanjut Bu Shanty seraya tersenyum sinis.


Dio memilih diam saja tak ingin menjawab perkataan Bu Shanty. Karena tidak ingin mendapatkan pertanyaan lebih jau dari Bu Shanty, Dio pun memutuskan untuk berpamitan kembali ke dalam kamarnya dan membatalkan niatnya yang ingin melihat sosok istrinya.


"Dio, Dio. Kau sudah ketahuan tapi masih saja bisa berbohong." Bu Shanty menggelengkan kepalanya namun di dalam hatinya merasa senang karena kini ia melihat kemajuan di dalam diri Dio. "Semoga saja perasaanmu akan secepatnya beralih pada istrimu. Semoga saja Tuhan cepat menyadarkanmu jika sikapmu saat ini sangatlah buruk." Harap Bu Shanty.


Setelah sampai di dalam kamarnya, Dio menjambak rambutnya frustrasi merasa bodoh dengan apa yang baru saja ia lakukan. "Sial, tahu begini aku tidak akan menghampirinya." Gerutu Dio kesal pada dirinya sendiri. Kini ia tidak bisa memastikan apa yang ada di dalam pikiran mamanya. Apakah mamanya itu percaya dengan kebohongannya atau sebaliknya.


Terlalu lama merutuki kebodohannya membuat Dio tidak sadar jika waktu sudah semakin beranjak pagi. Kesadaran Dio pun akhirnya muncul saat mendengar suara alaram khusus dari ponselnya. "Sudah saatnya aku tidur kembali atau besok mataku akan menjadi mata panda." Ucap Dio lalu menarik selimut hingga menutupi seluruh tubuhnya.


*


Namun mengingat jika saat ini yang memberitahunya adalah Bu Shanty yang notabanenya adalah mertuanya membuat Hanum percaya karena tidak mungkin mertuanya itu membohonginya.


Jadilah saat sudah berada di dalam perjalanan menuju perusahaan Alexander, Hanum langsung mempertanyakan maksud Dio datang ke kamar tamu tadi malam.

__ADS_1


"Mama bilang jika tadi malam kau datang ke kamar tamu untuk mencariku. Apa itu benar?" Tanya Hanum dengan wajah datarnya.


"Jangan asal bicara. Aku datang ke sana hanya untuk memastikan Divan sudah tertidur." Dusta Dio.


Hanum mengerutkan keningnya. "Untuk apa kau memastikannya? Tumben sekali? Bukankah kau tidak pernah melakukannya sebelumnya?" Tanya Hanum.


Dio terdiam sambil berpikir harus menjawab apa untuk pertanyaan Hanum kali ini.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul One Night Love Tragedy, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗

__ADS_1


__ADS_2