
Senyuman yang tadinya lebar di wajah Hanum seketika menyurut melihat tatapan tajam dari suaminya saat ini.
Ada apa dengannya? Kenapa dia menatapku seperti itu? Tanya Hanum dalam hati.
"Hanum, ada apa?" Tanya Richard berpura-pura tidak tahu jika saat ini Dio tengah menatap pada Hanum.
"Emh tidak apa-apa." Jawab Hanum tersenyum kaku.
"Sepertinya sudah saatnya kita kembali ke perusahaan." Ucap Gaga setelah melihat jam di pergelangan tangannya.
"Ya. Ayo kita kembali." Jawab Richard.
Alfin dan Sally mengangguk mengiyakannya sedangkan Hanum hanya diam saja tak menanggapi perkataan Gaga dan Richard.
Dio yang masih menatap pada Hanum terus menatap pergerakan Hanum hingga akhirnya Hanum dan teman-temannya termasuk Richard pergi meninggalkan cafe miliknya setelah sebelumnya Richard membayarkan makanan pesanan mereka.
"Sok dermawan sekali!" Gerutu Dio merasa tak suka karena Richard membayarkan semua makanan mereka.
"Siapa yang sok dermawan?" Tanya Daniel berpura-pura tidak tahu.
"Entah." Jawab Dio ketus.
__ADS_1
Daniel melipat bibirnya ke dalam. Melihat sikap Dio saat ini benar-benar membuatnya merasa senang karena ia yakin jika Dio sudah memiliki sedikit rasa untuk istrinya itu.
"Daniel, ayo kita kembali karena sebentar lagi pertemuan akan dimulai." Ajak Marvel pada Daniel.
Daniel mengangguk lalu akhirnya mereka pun berpamitan pada Dio untuk kembali ke perusahaan Alexander untuk melakukan pertemuan di sana.
Setelah kepergian kedua sahabatnya, Dio memilih tetap tinggal di cafe dan berdiam diri di dalam ruangan kerjanya. "Kenapa dia bisa cepat sekali akrab dengan Richard padahal Richard baru sebentar bekerja di tempat yang sama dengannya." Ucap Dio bertanya-tanya.
Dio pun teringat dengan senyuman di wajah Hanum saat menatap pada Richard tadi. Entah mengapa ia merasa tidak suka melihat Hanum tersenyum pada sepupunya itu.
"Apa Richard berniat mendekati Hanum saat ini? Ini tidak boleh dibiarkan!" Ucap Dio merasa tak rela jika istrinya didekati oleh sepupunya. Setelah ini Dio pun berniat memperkenalkan Hanum pada Richard sebagai istrinya agar Richard bisa menjaga jarak dengan istrinya itu.
*
"Divan bersiap-siap sama Papah dulu, ya. Kita akan makan di luar malam ini." Ucap Dio pada Divan.
"Hore... ayo bersiap, Pah!" Ajak Divan bersemangat.
Dio tersenyum lalu mengajak Divan untuk naik ke lantai dua dimana kamar Divan berada.
"Kita mau makan dimana malam ini, Pah?" Tanya Divan saat Dio sedang membantunya untuk memakai baju.
__ADS_1
"Di restoran milik teman Papa saja." Jawab Dio.
"Apa jauh, Pah?" Tanya Divan.
Dio menggeleng. "Tidak terlalu jauh. Hanya sekitar tiga puluh menit saja dari sini." Jawab Dio.
Divan menganggukkan kepalanya. Tangannya pun terulur memegang kedua pipi Dio setelah Dio selesai membantu memasangkan baju untuknya.
"Terima kasih sudah baik pada Divan dan Mamah ya, Pah." Ucap Divan layaknya orang dewasa.
"Divan bicara apa? Kenapa berterima kasih seperti itu?" Tanya Dio merasa terkejut mendengar perkataan putranya.
"Karena selama ini hanya Nenek Shanty yang sering baik dengan Mamah dan Divan, Pah." Jawab Divan dengan wajah polosnya.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul One Night Love Tragedy, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗
__ADS_1