Istri Figuran

Istri Figuran
Dua kompor


__ADS_3

Hanum yang tidak menyadari jika pergerakannya saat ini dilihat oleh Dio terus saja tertawa mendengarkan bercandaan Richard yang terdengar lucu di telinganya. Sementara Richard yang menyadari kedatangan Dio semakin mengeraskan suara tawanya agar Dio mendengarkannya.


"Sial!" Umpat Dio lalu melangkah ke arah Marvel dan Daniel berada.


"Dio, kau sudah datang?" Tanya Marvel memasang wajah polosnya.


Dio berdehem menetralkan suasana hatinya saat ini lalu duduk di kursi yang berhadapan dengan Marvel dan Daniel.


"Ada apa dengan wajahmu? Kenapa terlihat tegang begitu?" Tanya Marvel dengan wajah polosnya.


"Aku tidak apa-apa." Jawab Dio berusaha menghilangkan ekspresi kesalnya saat ini.


"Benarkah?" Tanya Marvel lagi.


Dio memilih menganggukkan kepalanya menjawab pertanyaan dari Dio.


Daniel yang hanya menjadi pendengar pun menahan tawanya melihat Dio yang sedang berdusta saat ini.


"Marvel, apa kau melihat suatu makhluk tak kasat mata di cafeku saat ini?" Tanya Dio setelah cukup lama terdiam.


"Makhluk tak kasat mata?" Ulang Marvel dengan wajah bingung.

__ADS_1


"Ya. Makhluk tak kasat mata yang tak lain adalah sepupuku." Ketus Dio.


Marvel tertawa mendengarnya. Tawa yang sejak tadi ia tahan.


Mendengar suara tawa Marvel yang cukup keras membuat Dio mendengus mendengarnya.


"Aku tidak membutuhkan suara tawamu. Yang aku butuhkan adalah jawabanmu." Ketus Dio.


"Ya, ya. Aku melihatnya." Jawab Marvel masih dengan tertawa.


Dio semakin dibuat kesal. "Bagaimana bisa dia kembali ke negara ini dan menjadi karyawan Daniel?" Tanya Dio.


Marvel mengangkat kedua bahunya. "Mana aku tahu. Tanyakan saja kepadanya jika kau ingin tahu jawabannya." Saran Marvel.


Marvel kembali tertawa. Ia mengerti maksud perkataan Dio yang berarti jika Dio sudah mempertanyakannya pada Richard namun Richard tak menjawab pertanyaan Dio sesuai dengan yang Dio harapkan.


"Sudahlah, untuk apa membahas tujuannya bekerja di perusahaanku? Itu adalah haknya sebagai seorang manusia." Ucap Daniel yang sejak tadi hanya diam.


"Daniel benar. Biarkan saja dia bekerja dimana pun dia suka." Timpal Marvel.


Dio mendengus mendengarkan perkataan dari dua sahabatnya. Pandangan Dio pun seketika beralih pada Hanum dan rekan kerjanya saat mendengar suara tawa Hanum yang terdengar semakin keras.

__ADS_1


"Lihatlah istrimu. Dia terlihat sangat bahagia bercanda tawa dengan Richard." Marvel berusaha mengompori Dio yang sebenarnya sudah panas.


"Benar. Aku lihat bersama Richard, Hanum jadi pandai tertawa dibandingkan saat bersamamu." Daniel ikut mengompori Dio.


Dio pun menatap Hanum dengan tajam.


Sial! Bagaimana bisa dia tertawa seperti itu saat bersama Richard sedangkan saat bersamaku selalu menunjukkan wajah datarnya saja?! Gerutu Dio dalam hati karena tidak mungkin ia mengatakan apa yang ada di dalam hatinya saat ini pada kedua sahabatnya karena ia yakin akan mendapatkan ledekan dari kedua sahabatnya.


Melihat kekesalan di wajah Dio saat ini membuat Marvel dan Daniel saling pandang. Mereka tersenyum menyeringai bersamaan pertanda misi mereka telah berhasil saat ini.


"Awas saja aku akan memberikan perhitungan pada bule tengil itu nanti." Gumam Dio pelan hingga Marvel dan Daniel tak dapat mendengarkannya.


Sally yang baru menyadari jika Dio ada di sekitara mereka pun menyikut lengan Hanum agar melihat ke arah yang sedang ia lihat saat ini.


"Dio?" Ucap Hanum pelan sambil melihat pria yang sedang menatapnya dengan tajam saat ini.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul One Night Love Tragedy, ya🖤

__ADS_1


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗


__ADS_2