Istri Figuran

Istri Figuran
Kau sangat cantik


__ADS_3

Satu minggu telah berlalu, begitu banyak perubahan di dalam diri Dio yang sangat terlihat oleh Hanum. Dari mulai sikap Dio yang semakin perhatian pada Divan, Dio yang selalu tidur di apartemen dan Dio yang terlalu banyak berbicara kepadanya tidak seperti beberapa bulan belakangan ini.


Dan yang paling Hanum ingat dalam satu minggu terakhir ini adalah ia yang selalu terbangun di dalam pelukan Dio. Entah sengaja atau bagaimana, Hanum sampai saat ini tidak mengetahui bagaimana dirinya selalu terbangun di dalam dekapan suaminya itu.


Hanum pun mencoba tak memikirkannya karena menurutnya selagi Dio tidak mempermasalahkannya maka tidak akan menjadi masalah untuknya. Hanum pun mencoba membiasakan tubuhnya bersentuhan dengan bagian tubuh Dio seperti tangan pria itu yang sudah hampir sering memegang pinggangnya.


"Huft..." Hanum menghembuskan nafas lega setelah ia dan motornya sampai dengan selamat di parkiran perusahaan Alexander setelah tadi di jalan sempat terkena hujan yang cukup deras. Untung saja ia sudah sedia mantel sebelum hujan sehingga tidak membuat tubuhnya menjadi basah saat di perjalanan tadi.


Setelah memarkirkan motornya, Hanum pun segera melangkah ke arah pintu utama perusahaan berada.


"Hanum?" Suara seseorang dari belakang tubuhnya memanggil namanya membuat Hanum menoleh ke belakang.


"Tuan Richard?" Hanum tersenyum pada atasannya yang terlihat sangat tampan pagi itu.


Richard ikut tersenyum membalas senyuman dari Hanum. "Aku melihatmu kehujanan di jalan tadi." Ucap Richard sambil melangkah beriringan bersama Hanum.


"Oh ya? Saya tidak melihat anda, Tuan." Jawab Hanum.

__ADS_1


"Tentu saja kau tidak melihatku karena kau terlalu fokus pada jalanan." Kelakar Richard.


Hanum tertawa kecil. "Saya harus fokus pada jalanan saat berkendara, Tuan." Jawab Hanum.


"Iya, iya. Untung saja kau tidak basah, ya." Ucap Richard.


Hanum mengangguk mengiyakannya.


"Tuan Richard?" Cita yang sedang mengantri masuk ke dalam lift mengalihkan pandangan pada Hanum dan Richard yang kini sedang berdiri di belakang tubuhnya.


Richard hanya tersenyum tipis membalas sapaan Cita berbeda saat ia membalas sapaan Hanum.


Melihat tatapan tak bersahabat dari Cita tak membuat Hanum memperdulikannya karena menurutnya saat ini mengabaikan Cita jauh lebih baik dari pada meladeninya.


"Hanum, apa kau tahu jika kau sangat cantik pagi ini?" Tanya Richard pada Hanum saat mereka sudah berada di dalam lift.


Hanum dan Cita seketika menoleh pada Richard.

__ADS_1


"Tidak. Saya merasa biasa saja, Tuan." Jawab Hanum seadanya.


Cita mengepalkan kedua tangannya mendengar Richard memuji Hanum dengan sadar.


"Agh, saya hampir saja lupa jika kau memang selalu sangat cantik setiap harinya. Pantas saja banyak pria yang menginginkanmu termasuk saya." Ucap Richard berniat memanasi Cita yang sudah panas.


"Maksud anda, Tuan?" Hanum tak dibuat melayang mendengar pujian dari Richard. Ia justru merasa bingung karena menurutnya tidak ada pria yang menyukainya termasuk suaminya sendiri:


"Tidak ada maksud apa-apa." Jawab Richard tak ingin membuat mereka menjadi pusat perhatian di dalam lift.


Sial! Apa cantiknya wanita murahan ini? Parasku jauh lebih cantik darinya! Gerutu Cita dalam hati.


Richard yang melihat bagaimana Cita tengah kepanasan saat ini dibuat senang karena niatnya berhasil membuat wanita itu menjadi panas dan kesal.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.

__ADS_1


Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul One Night Love Tragedy, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗


__ADS_2