Istri Figuran

Istri Figuran
Tatapan yang beradu


__ADS_3

"Baiklah." Jawab Hanum mencoba menuruti perkataan suaminya.


Dio mengembangkan senyumannya. Mereka terus melangkah dengan sebelah tangan Dio menggandeng tangan putra kecilnya.


Melihat kedatangan Dio dan keluarga kecilnya masuk ke dalam ballroom hotel, Marvel dan Arthur yang sudah datang lebih dulu pun melangkah menghampiri Dio.


"Arthur." Divan tersenyum lebar melihat teman baiknya di sekolah ternyata ada di tempat yang sama dengannya.


"Kau sudah lama?" Tanya Dio pada Marvel setelah mereka berjabat tangan.


Marvel mengangguk mengiyakannya. Dio pun kembali memberikan pertanyaan kenapa Windi dan putri mereka tidak terlihat. "Putri kami sedang sakiy sehingga Windi memutuskan untuk tidak ikut." Jawab Marvel.


"Sakit apa?" Hanum yang bertanya.


"Hanya batuk dan pilek biasa tapi membuatnya rewel." Jelas Marvel.

__ADS_1


Hanum mengangguk paham. Tidak banyak lagi percakapan di antara mereka karena para tamu undangan semakin banyak berdatangan dan Marvel mengajak mereka untuk duduk di meja yang sudah disediakan.


Di antara para tamu undangan yang mulai berdatangan, seseorang yang sudah sejak lama dirindukan oleh Hanum pun nampak memasuki ballroom hotel. Hanum tertegun saat matanya menangkap sosok yang sudah tak lagi muda itu. Sosok pria itu nampak tidak melihat kepadanya begitu pula dengan ibu tirinya. Hanya Cita yang sepertinya melihat ke arah dengan tatapan terkejut karena dirinya ada di sana.


Dio yang turut mengikuti arah pandangan Hanum pun mengelus punggung tangan istrinya untuk menguatkan istrinya karena Dio tahu jantung Hanum sedang berdebar-debar saat ini melihat kedatangan ayah kandungnya.


"Papah..." lirih Hanum dengan tersenyum kecut karena papanya sama sekali belum melirik ke arahnya karena saat ini papanya sedang sibuk bersalaman dengan rekan kerjanya.


Deg


Pada akhirnya kedua mata yang sudah lama tidak saling bersitatap itu pun bertemu. Tak berbeda dengan Hanum, jantung Papa Irfan pun turut berdebar-debar melihat putri kandungnya berada di tempat yang sama dengan dirinya.


Mama Jelita yang menyadari kemana arah pandangan suaminya saat ini pun mengajak Papa Irfan berbicara agar mengalihkan pandangan dari Hanum. Walau merasa terkejut kenapa anak tirinya berada di tempat yang sama dengan mereka, namun Mama Jelita memilih tidak mempertanyakannya saat ini.


Sial, kenapa wanita murahan itu bisa ada di sini bersama suami dan anak itu? Ucap Cita dalam hati. Cita merasa bingung kenapa Hanum dan Dio bisa berada di tempat yang sama dengan mereka sedangkan Dio bukanlah seseorang pemilik perusahaan atau bekerja di perusahaan seperti ketiga sahabatnya yang lainnya.

__ADS_1


Dio terus memperhatikan raut wajah istrinya yang saat ini berubah sendu setelah melihat wajah ayah kandungnya. Dio pun menggenggam tangan Hanum sambil membisikkan sesuatu di telinga Hanum saat wanita itu menundukkan pandangannya.


"Aku bilang jangan pernah tundukkan pandanganmu!" Ucap Dio penuh peringatan. Ia tidak ingin istrinya yang kuat selama ini terlihat lemah hanya karena melihat ayah kandungnya.


Kepala Hanum seketika tegak kembali menatap pada Dio. Dio tersenyum saat kedua mata mereka saling bersitatap. Senyuman Dio pun berhasil membuat Hanum merasa tenang.


"Mamah tak apa?" Tanya Divan yang dapat melihat perubahan raut wajah mamanya.


"Mama baik-baik saja." Jawab Hanum seraya tersenyum.


Tak berselang lama, Daniel dan Kevin yang baru datang pun turut bergabung di meja yang sama dengan mereka.


***


Sebelum lanjut, jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.

__ADS_1


Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul One Night Love Tragedy, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗


__ADS_2