Istri Figuran

Istri Figuran
Dia semakin keren!


__ADS_3

Walau tidak terlalu jelas, namun Dio dapat melihat ketulusan Hanum saat menyatakan pada Pak RT dan warga jika ia yang akan merawat Divan.


Hanum semakin dibuat bingung dengan sikap suaminya saat ini. "Dio, sebenarnya ada apa ini? Kenapa kau terlihat aneh?" Tanya Hanum.


Dio hanya diam saja sambil menahan dirinya agar tidak menangis. Hanum pun dengan susah payah melepaskan tubuh suaminya yang tengah memeluknya agar dapat melihat dengan jelas wajah Dio.


"Kau menangis?" Tanya Hanum melihat genangan air mata di bola mata Dio.


Dio menggeleng karena ia memang tidak menangis dan hanya berkaca-kaca. Hanum semakin dibuat bingung. Ingin bertanya pun pada Dio rasanya Hanum tak ingin karena suaminya itu belum tentu mau menjawab pertanyaannya.


"Dio, aku tidak mengerti ada apa dengan dirimu saat ini. Tapi jika kau ingin bercerita aku bisa menjadi pendengar yang baik." Ucap Hanum lembut.


Dio kembali menggeleng. "Aku tak apa. Sekarang masuklah ke kamar mandi." Jawab Dio.


Hanum menghela nafas. Ia pun mengangguk lalu kembali melangkah masuk ke dalam kamar mandi.

__ADS_1


"Dio itu aneh sekali. Kenapa dia menyebutku wanita mulia dan beruntung memilikiku?" Tanya Hanum.


Dio yang berada di luar kamar mandi mengusap pipinya yang tiba-tiba basah. "Kenapa aku jadi cengeng seperti ini? Apa ini karena aku begitu prihatin dengan kehidupan Divan?" Tanya Dio.


Dio menghela nafas panjang dan mengeluarkannya secara perlahan di udara secara berulang. Setelah beberapa kali melakukannya akhirnya bisa membuat perasaan Dio sedikit tenang.


"Apa aku harus menyampaikan fakta ini pada Hanum? Tapi apakah nanti dia senang atau justru sebaliknya?" Dio dibuat bingung. Mengingat beberapa waktu lalu Hanum mengatakan dengan tegas jika tidak ingin mengetahui jati diri Divan sebenarnya membuat Dio menjadi urung untuk menyampaikan kebenaran ini pada Hanum saat ini. Dio memilih mengundur waktu sampai ia mengirimkan seluruh bukti yang didapatkan pada Papa Irfan.


*


Keesokan harinya.


Sally yang turut melihat Hanum datang menggunakan mobil seorang diri pun dibuat tersenyum melihat perkembangan dari teman baiknya itu.


"Ada yang panas tapi bukan api." Ledek Sally saat melewati tubuh Cita. Sally pun melangkah meninggalkan Cita begitu saja dengan perasaan senang.

__ADS_1


"Sialan!" Umpat Cita merasa kesal karena diledek oleh Sally.


Cita pun menatap interaksi Sally dan Hanum saat ini. Terlihat begitu banyak perubahan di dalam diri Hanum setelah dirinya diketahui adalah istri dari Dio Mahesa. Dari mulai pakaian yang digunakan Hanum bukan lagi pakaian sederhana, sampai kendaraan yang dibawa oleh Hanum.


"Hanum, apa kau tahu kau sangat keren?" Puji Sally dengan mata berbinar.


"Tidak. Aku justru merasa tidak nyaman menggunakan barang pemberian dari suamiku. Baju ini terlalu mewah untukku dan mobil ini juga." Keluh Hanum. Ia lebih nyaman hidup dengan gaya sederhana.


Sally tertawa kecil. "Kau ini aneh sekali. Seharusnya kau merasa senang karena Tuan Dio memberikan yang terbaik kepadamu. Tuan Dio benar-benar keren!" Puji Sally.


Hanum menggelengkan kepalanya. Dengan sikap Dio yang baik kepadanya dan Divan saja sudah membuat Hanum merasa senang tanpa perlu ada embel-embel memberikannya barang berharga seperti saat ini.


***


Sebelum lanjut, jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.

__ADS_1


Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul One Night Love Tragedy, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗


__ADS_2