
Dio terus memperhatikan gerak gerik istrinya dan Malik yang kini sedang berbicara serius. Dan entah mengapa melihat interaksi di antara keduanya membuat Dio kesal hingga menatap mereka dengan tajam.
"Dio, apa kau tidak jadi ingin menemui seseorang di sini?" Tanya Richard karena Dio hanya diam saja duduk di dalam mobilnya dan tidak terlihat berniat untuk keluar dari dalam mobilnya.
"Jadi. Tapi aku akan menunggu di sini lebih dulu." Jawab Dio. Sebenarnya ia sudah merasa enggan untuk menjumpai pria bernama Bryan Malik itu karena terlihat dekat dengan istrinya, namun mengingat jika kesempatan sedang ada di depan matanya saat ini membuat Dio membuang rasa kesalnya dan memilih tetap melanjutkan niatnya untuk mendatangi Malik.
Tak berselang lama Hanum dan Sally nampak berjalan ke arah mobil Richard berada. Bersamaan dengan itu Dio pun keluar dari dalam mobil setelah sebelumnya menitipkan pada Richard koper dan barang-barangnya yang ada di dalam mobil Richard.
"Dio?" Hanum terkejut melihat suaminya yang keluar dari dalam mobil Richard.
Dio hanya diam dengan wajah dinginnya. Pria itu pun terus berjalan mengejar Malik yang kini hendak kembali masuk ke dalam perusahaan.
"Ada apa dengannya?" Tanya Hanum merasa bingung dengan sikap suaminya.
"Hanum, kenapa dengan suamimu?" Tanya Sally yang ikut bingung.
"Entahlah. Sepertinya dia sedang terburu-buru." Jawab Hanum seadanya.
__ADS_1
"Oh begitu." Sally memilih mengangguk saja dan tidak bertanya lebih lanjut. Karena tidak ingin membuang waktu lama mereka pun langsung masuk ke dalam mobil Richard.
"Apa kau sudah lama menunggu kami?" Tanya Sally setelah masuk ke dalam mobil Richard.
"Tidak. Aku baru saja sampai." Jawab Richard seadanya.
"Oh ya, Richard, apa kau yang menjemput Dio ke bandara?" Tanya Hanum saat melihat koper milik Dio ada di kursi belakang mobil Richard.
"Ya. Dan dia ingin turun di sini. Katanya ingin menemui seseorang di sini lebih dulu." Jawab Richard seadanya.
"Oh, begitu." Hanum mengangguk saja tak ingin terlalu banyak bertanya tentang suaminya karena ada Sally di antara mereka.
"Walau terlihat sangat dingin ternyata Tuan Malik itu sangat baik, ya." Cerita Hanum pada Sally saat mobil Richard masih melaju di jalan raya.
"Ya, di balik sikap dinginnya Tuan Malik memang adalah pria yang sangat baik. Apa kau tahu Hanum, beberapa tahun lalu aku bahkan pernah melihat Tuan Malik menemani ibunya belanja di pasar tradisional. Dia terlihat seperti anak yang sangat berbakti kepada orang tua." Ucap Sally dengan tersenyum.
"Wah, sungguh anak yang sangat berbakti. Di zaman sekarang sepertinya sangat jarang ada pria yang mau menemani ibunya ke pasar seperti Tuan Malik." Komentar Hanum.
__ADS_1
"Tidak jarang. Ada aku contohnya. Aku juga beberapa kali menemani Mama berbelanja ke pasar." Timpal Richard.
"Benarkah?" Tanya Sally dengan mata berbinar.
Richard menganggukkan kepalanya. "Tapi itu sudah lama sekali sebelum aku melanjutkan pendidikan di luar negeri." Cerita Richard.
"Wah, ternyata Tuan Richard juga anak yang berbakti, ya." Ucap Sally merasa kagum dengan Richard.
"Ya, aku ini adalah paket lengkap. Makanya selama ini banyak wanita yang tergila-gila kepadaku." Kelakar Richard.
Hanum tersenyum mendengarnya karena sedikit banyaknya ia sudah mengetahui siapa Richard dari Digo.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul One Night Love Tragedy, ya🖤
__ADS_1
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗