Istri Figuran

Istri Figuran
Perkenalan presdir baru


__ADS_3

Suasana di perusahaan Mahesa pagi itu nampak tegang saat melihat kedatangan Dio dan Tuan Mahesa. Kedua pria berbeda generasi itu nampak melangkah dengan tegap dan gagah melewati banyak karyawan yang berbaris menyambut kedatangan mereka termasuk Papa Irfan yang turut berbaris menyambut kedatangan presdir baru perusahaan Mahesa.


Dio menghentikan langkah saat tubuhnya berdiri tepat di hadapan Tuan Mahesa. Ditatapnya wajah ayah kandung istrinya yang sudah membuang istrinya begitu saja. Yang ditatap pun mencoba tersenyum dengan jantung yang berdetak sangat kencang.


Dio tak membalas senyuman mertuanya itu. Ia menatap pria itu datar seperti menatap karyawan yang lainnya. Sisi humoris seorang Dio yang sering terlihat oleh banyak orang kini sirna berganti dengan wajah datar dan dinginnya.


Tuan Mahesa turut menampilkan wajah yang sama. Tidak ada sedikit pun senyuman yang terbit di wajahnya. Mereka kembali melangkah menuju ruangan aula yang sudah dipersiapkan untuk pertemuan pagi ini.


Setelah memastikan Dio dan Tuan Mahesa masuk ke dalam aula, seorang pria yang bertugas menjadi intruksi pagi itu segera meminta para karyawan untuk masuk ke dalam ruangan aula.


Di dalam aula Dio dan Tuan Mahesa dipersilahkan duduk di kursi yang berhadapan dengan para karyawan. Suasa tegang mulai menyelimuti para petinggi perusahaan dan jajarannya saat acara hendak dimulai.

__ADS_1


Pembawa acara nampak sudah berdiri di di depan para karyawan untuk membuka acara pertemuan pagi itu. Setelah selesai membuka acara, ia meminta Tuan Mahesa untuk memberikan kata sambutan dan menyampaikan inti dari pertemuan mereka pagi ini.


Pembukaan dari Tuan Mahesa pun selesai. Pria paruh baya itu langsung saja mengatakan inti dari kedatangan mereka pagi ini untuk memperkenalkan Dio sebagai presdir baru di perusahaan pusat Mahesa.


Tepuk tangan terdengar riuh saat Dio bangkit dari duduknya dan memperkenalkan dirinya kembali pada banyaknya karyawan papanya.


Papa Irfan yang melihat menantunya begitu gagah saat memperkenalkan diri dibuat kagum karenanya.


Tepuk tangan kembali terdengar riuh di ruangan aula. Mereka tidak menyangkan seorang Dio memiliki keahlian lain selain dibidang usaha kuliner.


Tuan Mahesa tentu saja merasa bangga memperlihatkan kepandaian putranya di depan banyak karyawannya setelah selama ini selalu mencoba menutupinya.

__ADS_1


Dokumentasi lain tentang pendidikan yang ditempuh oleh Dio pun turut diperlihatkan oleh Tuan Mahesa hingga membuat karyawannya benar-benar yakin jika Dio bisa diandalkan menjadi pemimpin perusahaan.


Papa Irfan yang melihat dan mendengarkannya pun hanya diam dengan pandangan yang sulit diartikan. Setelah Tuan Mahesa merasa cukup menyampaikan informasi tentang diri putranya, pembawa acara pun meminta Dio untuk kembali berbicara.


"Tidak banyak yang ingin saya sampaikan lagi, yang jelas setelah ini saya ingin direktur dan petinggi perusahaan yang lainnya datang ke ruangan saya." Ucap Dio dan berhasil membuat Papa Irfan gugup mendengarnya.


***


Sebelum lanjut, jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul One Night Love Tragedy, ya🖤

__ADS_1


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗


__ADS_2