Istri Figuran

Istri Figuran
Baik dan menyenangkan


__ADS_3

Dio pun memilih segera memakai pakaiannya dan keluar dari dalam kamarnya. Ia tidak ingin berlama-lama berada di dalam kamar atau akan bertemu dengan Hanum kembali. Sementara Hanum yang sudah berada di dalam kamar mandi nampak menggelengkan kepalanya mengusir bayangan apa yang tadi ia lihat.


"Hampir mirip seperti punya Divan tapi bentuknya sedikit berbeda." Komentar Hanum lalu membekap mulutnya dengan kedua tangannya saat menyadari ia kembali berbicara sembarangan.


Tak ingin kembali memikirkan hal yang tidak-tidak, Hanum segera menanggalkan seluruh pakaiannya dan melanjutkan niatnya yang ingin mandi.


"Dio, kau sudah selesai mandi?" Tanya Bu Shanty menatap Dio yang baru saja turun dari lantai dua.


Dio menganggukkan kepalanya sambil melangkah ke arah Digo dan Divan yang sedang bermain bersama.


"Kau membelikan mainan baru untuk Divan?" Tanya Dio menatap mainan mobil-mobilan yang cukup besar yang kini sedang dinaiki Divan.


Digo menganggukkan kepalanya. "Aku sengaja membelinya saat tahu Divan mau datang ke sini. Lihatlah, Divan terlihat sangat senang dengan mainan barunya." Ucap Digo sambil tersenyum.


Divan turut tersenyum hingga menampilkan deretan gigi kecilnya. "Terima kasih Om Digo." Ucap Divan.


"Ya, sama-sama jagoan." Jawab Digo sambil mengusap rambut Divan.

__ADS_1


"Apa Divan menyukai mobilnya?" Tanya Dio pada Divan.


"Tentu saja dia menyukainya. Kakak lihat saja wajahnya sangat senang saat ini." Jawab Digo.


"Aku sedang tidak berbicara denganmu." Ketus Dio.


Digo tersenyum miring mendengarnya.


"Ya, Divan menyukai mobilnya, Papah. Mobilnya lebih besar dari pada yang di rumah dulu." Ucap Divan menjawab pertanyaan Dio.


"Jika Divan suka Papa bisa membelikan yang lebih besar dari ini untuk di apartemen." Tawar Dio.


Digo hampir saja tertawa mendengar keponakannya menolak kakaknya mentah-mentah. Melihat wajah ledekan di wajah Digo membuat Dio kesal hingga menatap tajam pada Digo.


"Dio, Divan itu sudah diajarkan hidup sederhana dan menghargai apa yang ada oleh Hanum. Dia bukanlah anak-anak yang ingin memiliki semua apa yang ia mau dan ia sukai." Timpal Bu Shanty yang turut bergabung dengan anak dan cucunya.


Divan menatap Bu Shanty dengan tersenyum dan dibalas Bu Shanty dengan mengusap kepala Divan.

__ADS_1


"Divan memang adalah anak yang baik dan menyenangkan. Dia bisa menghargai pemberian orang lain dan tidak memanfaatkan kesempatan yang ada." Ucap Digo.


Bu Shanty menganggukkan kepalanya. Dio yang mendengarkannya pun ikut mengangguk menyetujui jika anak sambungnya sangatlah menyenangkan dan baik hati. Melihat Divan membuatnya membayangkan sosok kecil Zeline yang juga baik dan membuat banyak orang mudah menyayanginya.


"Divan, jika ada waktu senggang Papa akan membawamu bermain di rumah teman Papa." Ucap Dio kemudian.


"Ke rumah teman Papa yang mana, Pah? Om Marvel?" Tanya Divan karena yang ia tahu teman Dio ada tiga orang.


"Ya, tapi sebelumnya Papa ingin membawamu ke rumah princess Zeline anaknya Om Daniel. Dia adalah gadis kecil yang baik dan lucu. Sangat menggemaskan dan kau pasti menyukainya." Jawab Dio.


"Dio, apa kau sudah memiliki rencana untuk menjodohkan Divan dengan Zeline hingga berniat membawa Divan bermain ke rumahnya?" Tanta Bu Shanty penuh selidik pada putra sulungnya.


Mendengar pertanyaan Bu Shanty membuat Dio memutar matanya malas karena menurutnya pertanyaan Bu Shanty tidaklah berdasar.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 dan komennya dulu, ya.

__ADS_1


Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul One Night Love Tragedy, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.


__ADS_2