
"Dio jangan seperti ini!" Ucap Hanum sedikit keras namun tak digubris oleh Dio.
Nimas yang sudah berada di dalam ruangan kerjanya dan melihat tangan Hanum tengah ditarik oleh seseorang yang cukup ia kenali pun sontak bangkit dari duduknya. "Bukannya itu tadi Tuan Dio? Kenapa Hanum bisa bersama dengannya?" Tanya Nimas. Rasa penasarannya yang sangat besar membuat Nimas bangkit dari duduknya dan melangkah keluar dari dalam ruangan kerjanya menuju ruangan Hanum berada.
Sedangkan Hanum yang sudah berada di dalam ruangan kerjanya dibuat kesal karena Dio berbuat sesuka hatinya tanpa meminta pendapatnya lebih dulu. "Sekarang pergilah karena kau sudah mengantarkanku masuk ke dalam ruangan kerjaku." Ucap Hanum dengan menahan kekesalannya.
"Kau mengusirku?" Tanya Dio enteng.
"Ya sebelum teman-temanku yang lain datang dan terkejut melihat kedatanganmu di sini." Jawab Hanum apa adanya.
"Jika aku tidak mau?" Dio menatantang Hanum dengan senyuman sinis di wajahnya.
"Kau..." Hanum membulatkan kedua matanya. Yang benar saja suaminya itu tidak mau pergi dari ruangannya. Bisa-bisa ketiga rekan kerjanya yang lain keburu datang dan melihat kehadiran Dio.
"Sudahlah, tidak perlu takut seperti itu. Saat ini belum masuk jam bekerjamu dan lagi pula ketiga rekan kerjamu sudah mengetahui siapa aku. Jadi lebih baik kau jangan panik begitu dan biarkan aku tetap di sini." Ucap Dio lalu menjatuhkan bokongnya di kursi kerja milik Sally.
"Dio!" Hanum pun menarik tangan suaminya agar bangkit dari duduknya. Di saat yang bersamaan Sally dan Nimas nampak masuk ke dalam ruangan kerjanya.
__ADS_1
"Ehem." Deheman Sally membuat Hanum dan Dio sontak menatap ke sumber suara.
"Sally!" Ucap Hanum dengan kedua mata membola.
"Jika mau mesra-mesraan jangan di sini dong. Aku kan jadi iri." Kelakar Sally sambil melangkah masuk ke dalam ruangan diikuti Nimas.
Nimas yang mendengarkan perkataan Sally pun mulai menebak-nebak ada hubungan apa di antara Dio dan Hanum saat ini.
"Apa kau merasa terganggu dengan kedatanganku ke sini?" Tanya Dio pada Sally tanpa menanggapi perkataan Sally.
"Tentu saja tidak. Lagi pula jam kerja masih belum dimulai." Jawab Sally seadanya. Ia justru senang karena kini teman akrab Cita yang bernama Nimas itu dapat melihat kedekatan Hanum dan Dio.
"Ehem." Nimas berdehem untuk menormalkan kecanggungannya saat ini berada di antara mereka.
"Ada apa?" Tanya Dio dengan wajah berubah datar pada Nimas.
"Maaf sebelumnya, kalau boleh saya tahu ada hubungan apa Tuan Dio dan Hanum? Saya lihat kalian tidak pernah dekat sebelumnya." Tanya Nimas tanpa tahu malu.
__ADS_1
"Apa kau begitu penasaran hubungan di antara kami?" Dio menyunggingkan senyuman sinis.
Nimas pun mengangguk dengan wajah polosnya.
"Kau memang sangat tidak tahu malu." Ucap Sally pelan dan hanya dapat didengar oleh dirinya sendiri.
Dio menatap pada Hanum lebih dulu sebelum menjawab. Yang ditatap pun tentu saja memberikan peringatan agar Dio tidak membocorkan status mereka saat ini.
Di saat bersamaan Cita pun ikut masuk ke dalam ruangan bersama Richard yang tadi sempat melihat Dio masuk ke dalam perusahaan Alexander.
"Dia adalah istriku." Ucap Dio tegas hingga membuat Cita dan Nimas membelalakkan kedua bola matanya.
***
Sebelum lanjut, jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul One Night Love Tragedy, ya🖤
__ADS_1
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗