Istri Figuran

Istri Figuran
Penembakan


__ADS_3

Tok


Tok


Tok


Salah satu pria berpakaian serba hitam datang mengetuk kaca jendela mobil Dio meminta Dio untuk keluar.


Tanpa rasa takut Dio keluar dari dalam mobilnya. "Apa yang kalian inginkan?" Tanyanya dengan tatapan nyalang.


Seorang pria yang tadi mengetuk pintu mobil Dio tersenyum miring. "Kematianmu." Jawabnya dengan nada dingin.


Dio balik tersenyum meremehkan. "Mimpi saja ke langit ke tujuh karena itu tidak akan pernah terjadi!" Jawabnya.


Dua orang pria yang baru saja turun dari dalam mobil tertawa-tawa mendengar jawaban Dio. Darah Dio dibuat mendidih melihat ketiga orang pria yang tidak dikenalinya itu tengah menertawakan dirinya saat ini.


"Serang dia!" Titah salah satu pria yang tadi mengetuk pintu mobil Dio.

__ADS_1


Kedua orang pria yang diperintahkan pun segera menyerang Dio. Dio yang sudah siap siaga jika terjadinya perkelahian pun segera melawan dua orang di depannya saat ini.


Jalanan yang tadinya masih dilewati oleh beberapa kendaraan entah kenapa kini nampak sepi seolah tidak ada yang melewatinya.


Dio melawan kedua orang pria di depannya dengan membabi buta. Emosi yang ia tahan selama ini karena orang-orang tersebut terus meneror keluarganya Dio lampiaskan lewat setiap pukulan yang ia layangkan pada kedua orang pria tersebut.


Seorang pria yang menjadi ketua kejahatan itu nampak diam memperhatikan kedua anak buahnya melawan Dio. Ia tidak menyangka jika pria seperti Dio ternyata sangat pandai bela diri hingga membuat kedua anggotanya akhirnya jatuh tergerletak di atas aspal.


"Dasar bodoh!" Umpatnya pada kedua anggotanya.


Calista yang sejak tadi hanya diam di dalam mobil melihat pertarungan di depannya dengan rasa ketakutan pun akhirnya memberanikan diri keluar dari dalam mobil saat melihat pria itu mengeluarkan senjata dari celananya.


Dio yang tidak menyadari jika ketua dari dua orang yang sedang bertarung dengannya tengah mengeluarkan senjata hanya fokus menjatuhkan lawannya yang kembali bangkit untuk melawannya.


"Dio!" Ucap Calista tertahan saat pria itu menodongkan senjatanya ke arah tubuh Dio.


Menyadari ada yang tidak beres di belakang tubuhnya membuat Dio berbalik dan dibuat terkejut saat melihat pria yang tadi mengetuk kaca mobilnya kini tengah menodongkan senjata ke arahnya.

__ADS_1


"Kenapa? Apa kau takut?" Tanya pria itu melihat wajah Dio yang nampak tegang setelah melihat senjata yang dikeluarkannya.


"Badji-ngan!" Umpat Dio. Ia tidak menyangka jika lawannya menggunakan senjata saat ini sedangkan dirinya tidak membawa senjata apa-apa.


"Hahah..." pria itu kembali tertawa. "Apa ada pesan yang ingin kau sampaikan di detik-detik terakhir kematianmu!" Tanyanya sambil tersenyum jahat.


Dio tak menjawabnya. Hanya tatapan nyalang yang ia berikan pada pria tersebut. Pria itu pun sudah siap mengambil ancang-ancamg melepas tembakan kepada Dio.


Di saat yang bersamaan terdengar suara serinai mobil polisi mendekat ke arah mereka. Pria itu menoleh ke arah belakang untuk memastikan suara serinai tersebut. Menyadari jika dirinya tengah terancam saat ini membuat pria itu kembali menoleh pada Dio dan melepaskan tembakan ke arah Dio.


Dor


"Aaaa...." terdengar suara teriakan yang cukup keras namun bukan dari Dio melainkan dari Calista yang tiba-tiba saja datang memeluk tubuh Dio dan menjadikan tubuhnya tameng untuk Dio yang hendak ditembak.


***


Sebelum lanjut, jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.

__ADS_1


Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Noda Menjadi yang Kedua, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗


__ADS_2