
"Calista!" Pekik Dio kuat saat menyadari jika wanita yang datang menolongnya adalah Calista mantan kekasihnya.
"Di-dio... a-apa kau baik-baik saja?" Tanya Calista tergagap lalu sedetik kemudian tubuhnya luruh begitu saja di atas aspal.
"Calista!" Dio kembali memekik dan lebih kuat.
Para penjahat yang melihat kedatangan polisi pun segera masuk ke dalam mobil dan melajukan mobil dengan kecepatan kencang meninggalkan lokasi.
"Dio!" Terdengar suara Kevin, Marvel dan Daniel memekik memanggil nama Dio.
Dio tak menghiraukan suara yang memanggilnya. Ia hanya fokus menatap pada Calista yang kini sudah tidak sadarkan diri dengan darah yang mengucur deras di punggungnya.
"Astaga Calista!" Marvel yang melihat Calista tengah bersimbah darah pun terpekik menyebut nama wanita itu.
"Cepat bawa dia ke rumah sakit!" Titah Daniel. Tidak ada pertanyaan apapun yang keluar dari mulut Daniel melihat Calista saat ini selain meminta membawa Calista ke rumah sakit.
Dio mengiyakannya lalu mengangkat tubuh Calista dan memasukkannya ke dalam mobil milik Daniel.
"Berikan kunci mobilmu biar aku yang membawanya!" Ucap Marvel cepat.
__ADS_1
Dio langsung menyerahkan kunci mobilnya kepada Marvel dan meminta Daniel untuk segera melajukan mobilnya.
"Calista..." Dio tak dapat berkata-kata melihat Calista yang kini tak sadarkan diri dan darah yang terus mengalir di tubuh wanita itu hingga mengotori kemeja putih yang ia kenakan.
Daniel yang melihat keadaan Calista dari kaca spion mobilnya mencoba fokus pada jalanan di depannya.
"Calista... kenapa kau datang. Kenapa kau mengorbankan dirimu." Dio dibuat semakin kacau melihat kondisi mantan kekasihnya saat ini.
Lima belas menit berlalu, akhirnya mobil milik Daniel berhenti tepat di depan ruangan IGD rumah sakit bersamaan dengan mobil milik Dio yang dikendarai Marvel.
Daniel segera keluar dari dalam mobil dan berteriak memanggil para petugas medis untuk segera membantu mereka.
Para perawat pun segera datang ke arah mereka sambil membawa sebuah brankar. Dio pun dengan hati-hati meletakkan tubuh Calista yang lemah di atar brankar.
Daniel mengangguk paham dan menahan Dio untuk masuk.
"Calista..." Dio terduduk begitu saja di atas lantai di depan ruangan IGD.
"Tenanglah, doakan dia agar baik-baik saja." Ucap Dio menenangkan Daniel walau ia sendiri tak yakin karena melihat darah yang sangat banyak keluar dari bagian belakang tubuh Calista.
__ADS_1
Marvel dan Kevin pun datang membantu Dio untuk bangkit dari duduknya.
"Maafkan kami datang terlambat. Kami bersalah kepadamu." Ucap Marvel merasa sangat menyesal. Jika saja ia datang tepat waktu mungkin semua tidak akan terjadi.
Dio hanya diam saja karena ia masih syok dan tak menyangka jika semua ini akan terjadi kepada Calista.
"Kenapa Calista bisa ada di sana?" Tanya Daniel pada Marvel.
Marvel menghela nafas dan menatap pada Dio yang nampak kacau saat ini.
"Aku juga tidak tahu. Tapi sepertinya Calista mengawasi Dio dari jarak jauh setelah ia mengetahui jika ada yang ingin berbuat jahat kepada Dio." Jawab Marvel.
Dio yang mendengarkan perkataan Marvel pun sontak menatap kepada sahabat baiknya itu. "Apa maksudmu?" Tanyanya dengan tatapan menuntut.
Marvel pun menceritakan pada Dio apa yang dikatakan Calista tadi kepadanya lewat sambungan telefon.
***
Sebelum lanjut, jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.
__ADS_1
Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Noda Menjadi yang Kedua, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗