Istri Figuran

Istri Figuran
Hadiah pernikahan


__ADS_3

Dio terdiam mendengarkan perkataan Marvel. Bagaimana sahabat baiknya itu bisa tahu jika selama menikah ia tidak pernah menyentuh Hanum yang sudah berstatus sebagai istrinya? Apa sikapnya yang tidak menginginkan istrinya terlalu terlihat oleh semua orang? Dio mulai mengingat-ingat sikapnya selama ini setelah menikah dengan Hanum.


"Apa kau tahu jika wanita itu haus akan kasih sayang? Dia akan sangat senang diberikan kasih sayang yang berlimpah dari orang terdekatnya. Apa lagi untuk Hanum, aku lihat wanita itu kekurangan kasih sayang. Dia hanya mendapatkan kasih sayang dari ibumu dan anaknya saja." Ucap Marvel.


Dio terdiam memikirkan apa yang dikatakan oleh sahabatnya. Jika dipikir-pikir ia memang tidak pernah memberikan kasih sayang pada Hanum atau pun berniat menyentuh istrinya itu. Dan saat ini ia dapat melihat dan merasakan jika banyak sosok di luar sana termasuk sepupunya yang berniat menawarkan kasih sayang itu kepada istrinya.


"Kita tidak pernah tahu sepahit seseorang di masa lalunya, jadi jangan karena dia berstatus wanita single parent membuatmu merasa ragu kepadanya. Lihatlah dia selama menikah dengamu. Apa dia terlihat buruk? Atau kau saja yang tidak mengakui kebaikannya." Ucap Marvel.


Dio meresapi setiap perkataan yang keluar dari mulut Marvel. Tidak ada satu pun perkataan dari Marvel yang salah dan ia dapat menerimanya dengan baik.


Melihat Dio yang sedang memikirkan perkataannya membuat Marvel tersenyum miring. "Kau lihat bagaimana kehidupanku saat ini karena menerima kehadiran Arthur dengan tulus? Aku sangat bahagia bukan? Begitu pula rasanya jika kau menerima kehadiran Hanum dan Divan dengan tulus." Ucap Marvel lalu menepuk bahu sahabatnya.


"Sepertinya kau butuh waktu untuk sendiri. Pergilah ke ruanganmu. Aku akan memanggil Daniel datang ke sini." Ucap Marvel.

__ADS_1


Sesuai perkataannya Dio pun pergi meninggalkan Marvel karena ia membutuhkan waktu untuk berpikir.


"Dio, Dio. Aku tahu kau pria baik. Tapi karena cinta butamu pada Calista membuatmu sulit menerima kehadiran wanita yang sudah ditakdirkan untuk dirimu." Ucap Marvel menatap punggung Dio yang semakin jauh darinya.


*


Setelah hari itu, hari dimana Marvel memberikan nasihat sekaligus mengompori hati dan pemikirannya, Dio terus mengingat setiap perkataan Marvel. Dio pun mulai berpikir apakah jika ia menerima kehadiran Hanum dengan tulus maka ia akan bahagia? Jika menyebutkan kata bahagia, rasanya Dio sudah lama tidak merasakannya setelah Calista sibuk dengan dunianya sendiri. Pun sampai hari ini wanita itu masih saja sibuk dengan dunianya dan Dio pun berusaha menyibukkan diri untuk tidak memperdulikan Calista lagi.


Malam itu di apartemen miliknya, Dio dikagetkan dengan kedatangan Kevin dan Queen. Hanum yang baru saja turun dari lantai atas bersama Divan pun ikut terkejut melihat kedatangan kedua teman baik suaminya.


"Ya, kami datang mendadak saja. Kami datang hanya ingin memberikan sesuatu kepadamu." Ucap Kevin.


"Sesuatu? Apa itu?" Tanya Dio.

__ADS_1


Kevin tak langsung menjawabnya karena pandangannya kini tertuju pada Hanum yang sedang melangkah ke arah mereka.


"Hai Hanum." Sapa Queen lembut pada Hanum.


Hanum membalas sapaan Queen dan mereka pun berpelukan barang sejenak.


"Jadi begini, kedatanganku dan Queen ke sini karena kami ingin memberikan hadiah pernikhan kalian yaitu tiket bulan madu untukmu dan Hanum." Ucap Kevin lalu mengeluarkan sebuah tiket dari dalam tasnya.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul One Night Love Tragedy, ya🖤

__ADS_1


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗


__ADS_2