Istri Figuran

Istri Figuran
Kebersamaan keluarga kecil Dio


__ADS_3

"Agh, ya." Jawab Hanum lalu segera turun dari dalam mobil.


Dio pun segera menuntun Divan untuk masuk ke dalam kawasan taman. Senyuman manis nampak terbit di wajah Divan melihat banyaknya anak-anak yang sedang bermain di sekitar taman.


"Apa Divan mau bermain?" Tawar Dio.


Divan menggelengkan kepalanya. "Sudah sering bermain di sekolah, Pah. Divan mau berjalan-jalan sama bersama Mamah dan Papah." Jawab Divan sambil memegang jari kedua orang tuanya.


Hanum dan Dio saling pandang lalu menunduk menatap Divan yang sedang menatap mereka secara bergantian.


Hanum menghela nafasnya. Merasakan sesak di dalam dadanya karena mengetahui apa keingan Divan saat ini. Seandainya saja Divan tahu jika dirinya bukanlah ibu kandungnya, mungkin yang Divan inginkan saat ini bukanlah ingin bermain bersama ia dan Dio melainkan bersama kedua orang tua kandungnya.


Sedangkan Dio berpemikiran lain. Dio turut merasakan sesak namun karena hal lain yaitu karena ia berpikir Divan sudah sangat merindukan kasih sayang dari seorang ayah.


Apa mungkin Tuhan menakdirkan aku bersama dengan Hanum agar aku bisa memberikan kasih sayang seorang ayah pada Divan? Tanya Dio dalam hati.


Tak ingin larut dalam perasaan mereka masing-masing, Hanum dan Dio pun segera melangkah menuntut Divan mengelilingi taman.

__ADS_1


Selama berkeliling Divan terlihat tak menyurutkan senyumannya melihat banyaknya anak-anak yang sedang asik bermain mobil-mobilan dan permainan lainnya.


"Dulu Nenek suka bawa Divan main mobil aki itu kan, Mah?" Ucap Divan pada Hanum.


Hanum tersenyum lalu mengangguk. "Iya. Nenek memang suka membawa Divan bermain saat di kota Bandung dulu." Jawab Hanum.


Divan mengangguk-anggukkan kepalanya. "Nenek baik sekali pada Divan. Divan jadi rindu Nenek, Mah." Ucap Divan.


"Kan baru bertemu dengan Nenek beberapa minggu lalu. Lain waktu jika ada kesempatan kita mengunjungi Nenek di Bandung, ya." Tutur Hanum lembut.


Divan menganggukkan kepalanya mengiyakan perkataan Hanum. Dio yang mendengarkan percakapan ibu dan anak itu memilih diam dengan perasaan tak menentu.


Setibanya di apartemen, seperti biasa Hanum mengantarkan putranya itu ke dalam kamar seraya membantu putranya mengganti pakaiannya.


"Divan senang deh malam ini bermain besama Mamah dan Papah." Ucap Divan setelah berbaring di atas ranjang untuk tidur.


Hanum tersenyum lalu mengusap rambut Divan. "Lain kali kita bermain lagi, ya." Jawab Hanum.

__ADS_1


Divan mengangguk mengiyakannya. "Lain kali ajak Arthur juga ya Mah untuk bermain." Tawar Divan.


"Iya, iya. Sekarang tidur dulu, ya." Ucap Hanum dan diangguki oleh Divan.


Hanum pun mengusap-usap punggung putranya agar cepat mengantuk dan tertidur. Lima belas menit menunggu, akhirnya Divan pun terlelap dan Hanum pun segera mematikan lampu kamar putranya.


"Selamat tidur anak Mamah." Ucap Hanum lalu mengecup kening Divan. Setelahnya Hanum pun keluar dari dalam kamar Divan menuju kamarnya yang berada di depan kamar Divan.


Ceklek


Pintu kamar terbuka dan Hanum segera masuk ke dalam kamar.


"Dio?" Ucap Hanum pelan menatap sosok yang saat ini sedang berbaring di atas ranjang sambil memainkan ponselnya. "Kenapa dia tidur di atas ranjang tidak di sofa?" Tanya Hanum bingung.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.

__ADS_1


Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul One Night Love Tragedy, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗


__ADS_2