Istri Figuran

Istri Figuran
Tetap ingin lanjut


__ADS_3

"Apa kau merasa senang hari ini?" Tanya Dio pada Hanum saat mereka sedang berada di dalam perjalanan menuju apartemen.


"Ya, aku merasa senang dan bahagia karena pada akhirnya kita semua bisa berdamai dengan keadaan. Tidak ada lagi dendam dan rasa sakit di hati masing-masing." Jawab Hanum.


"Syukurlah kalau begitu." Ucap Dio.


Hanum kembali tersenyum.


"Oh iya, Sayang. Sepertinya besok renovasi kamar untuk Baby sudah selesai dan kita sudah bisa kembali tinggal di rumah." Ucap Dio saat teringat dengan rumahnya yang sudah hampir satu minggu belakangan ini mereka tinggalkan.


"Benarkah begitu?" Tanya Hanum dengan wajah yang semakin senang.


"Ya, jadi kau tidak lagi merasa terganggu dengan keributan yang ada di rumah." Jawab Digo.


"Syukurlah kalau begitu. Divan juga sudah bisa bermain sepeda lagi jika kita tinggal di rumah." Ucap Hanum.


Divan yang mendengar namanya disebut pun tersenyum.


"Jadi sekarang kita pulang ke apartemen atau ke rumah, Pah?" Tanya Divan.

__ADS_1


"Ke apartemen. Besok baru kita kembali tinggal di rumah." Jawab Dio.


Divan menganggukkan kepalanya tanda paham.


Mobil milik Dio pun terus melaju hingga akhirnya sampai di apartemen miliknya. Walau kini ia sudah memiliki sebuah rumah yang cukup mewah tapi Dio tidak berniat menjual atau menyewakan apartemen miliknya itu. Karena menurut Dio apartemennya sangat berharga dan bisa mereka gunakan sewaktu-waktu jika mereka membutuhkannya.


"Jadi kau lebih senang tinggal di rumah atau di apartemen?" Tanya Dio pada Hanum saat mereka sudah berada di apartemen.


"Dimana saja aku senang asalkan bersamamu dan anak kita." Jawab Hanum.


"Kau ini bisa saja. Tapi aku juga akan merasa senang tinggal dimana saja asal bersama dengan kalian." Ucap Dio.


Hanum menganggukkan kepalanya. "Sayang, apa kau senang akan memiliki anak perempuan?" Tanya Hanum.


"Lalu Divan bagaimana? Apa Divan senang akan memiliki adik perempuan?" Tanya Hanum pada putranya yang sedang sibuk membuka sepatu di kakinya.


"Senang, Mah. Jika adik sudah lahir nanti Divan akan menjaganya dengan baik." Janji Divan.


Hanum tersenyum mendengarnya. Semakin hari kehidupannya semakin bertambah bahagia dengan kehadiran anak dan suami yang selalu memberikan kasih sayang kepadanya dan calon anaknya.

__ADS_1


*


Di tempat yang berbeda atau lebih tepatnya di rumah Richard, pria pemilik rumah itu kini nampak duduk berhadapan dengan Cita dan Mama Jelita.


"Saya rasa tugas kalian di rumah ini sudah selesai. Kalian boleh kembali ke rumah lama kalian mulai saat ini." Ucap Richard. Ia sudah tidak ingin berlama-lama bermain-main dengan Cita dan Mama Jelita karena ia rasa itu sudah cukup membosankan.


Bukannya menjawab perkataan Richard, Mama Jelita dan Cita justru saling pandang.


"Tapi, Tuan. Saya rasa saya membutuhkan pekerjaan ini. Izinkan saya tetap bekerja di rumah ini." Jawab Mama Jelita. Walau tenanganya cukup terkuras karena bekerja sebagai pembantu, namun Mama Jelita memilih tetap mempertahankan pekerjaannya karena ia membutuhkannya.


"Apa anda yakin?" Tanya Richard. Ia merasa cukup terkejut dengan keputusan Mama Jelita itu.


"Ya, saya yakin, Tuan. Saya membutuhkan pekerjaan ini." Jawab Mama Jelita.


"Lalu bagaimana dengan anak anda? Saya rasa dia tidak mau melanjutkannya lagi." Tanya Richard dan pandangannya kini tertuju pada Cita.


***


Sebelum lanjut, jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.

__ADS_1


Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Noda Menjadi yang Kedua, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗


__ADS_2