Istri Figuran

Istri Figuran
Berbagi cerita dengan suami


__ADS_3

Setibanya di apartemen, Hanum segera berpamitan pada Dio dan Divan untuk masuk ke kamarnya lebih dulu. Sebelum pamit Hanum tak lupa meminta Divan juga ikut masuk ke dalam kamarnya dan mengganti pakaiannya dengan pakaian tidur.


"Divan, pergilah ke kamar. Papa ingin menyusul Mama lebih dulu." Ucap Dio pada Divan. Ia berniat mempertanyakan sesuatu pada Hanum karena ia merasa ada yang tidak beres pada Hanum saat ini.


Setibanya di dalam kamar, dilihatnya Hanum tengah berdiri di depan jendela kamarnya sambil bersedekap dada. "Ada apa denganmu?" Tanya Dio yang sudah berada di belakang tubuh Hanum.


Hanum seketika menoleh dan merasa terkejut karena Dio tiba-tiba sudah berada di belakang tubuhnya.


"Aku tidak apa-apa." Jawab Hanum dengan mata berkaca-kaca.


Dio menatap datar pada Hanum. "Kau sangat tidak pandai berbohong. Apa kau tidak sadar jika kedua bola matamu saat ini berkaca-kaca pertanda ingin menangis?" Tanya Dio.


Hanum segera mengusap kedua matanya yang tidak basah. "Aku kelilipan." Ia kembali berdusta.

__ADS_1


Dio menggelengkan kepalanya. "Sekarang katakan ada apa? Kenapa kau terlihat aneh sejak masuk ke dalam restoran tadi? Apa ada sesuatu di sana yang membuatmu tidak nyaman?" Tanya Dio.


Hanum memperhatikan wajah suaminya saat ini yang terlihat tulus bertanya padanya.


"Bolehkan aku meminjam tubuhmu sebentar? Aku butuh pundak untuk bersandar." Pinta Hanum dengan bibir bergetar.


Dio menganggukkan kepalanya dan sesaat kemudian ia merasa terkejut karena Hanum tiba-tiba saja memeluk tubuhnya dan menangis. Tangan Dio terulur membalas pelukan Hanum dan mengusapnya. Walau belum mencintai istrinya itu namun Dio memiliki rasa kemanusiaan untuk menenangkan Hanum yang terlihat bersedih saat ini.


Hanum mencoba mengatur dirinya agar berhenti menangis. Entah mengapa saat ini ia merasa begitu rapuh padahal selama ini ia sudah berhasil menjadi wanita kuat di depan banyak orang. Hanum pun melupakan harga dirinya sebagai seorang wanita yang tidak dicintai dengan memeluk tubuh suaminya yang terasa nyaman olehnya saat ini.


Setelah cukup puas menangis di dalam pelukan Dio hingga membuat baju yang Dio kenakan menjadi basah, akhirnya Hanum pun melepaskan dekapannya.


"Apa ada seseorang yang membuatmu merasa tidak nyaman di restoran tadi?" Tanya Dio. Ia yakin Hanum memiliki alasan kuat kenapa ia bersedih saat ini. Karena selama ini yang Dio lihat Hanum adalah wanita yang kuat dan tidak pernah menangis di hadapannya.

__ADS_1


"Aku melihat keluargaku di sana." Jawab Hanum. Entah mengapa ia memilih jujur pada suaminya itu.


"Keluargamu?" Dio merasa sedikit terkejut mendengarnya karena selama ini ia pikir jika Hanum sudah tidak lagi memiliki keluarga selain Divan.


Hanum menganggukkan kepalanya. "Aku melihat ayahku bersama keluarga barunya di sana." Jawab Hanum. Hanum pikir berbagi cerita dengan Dio saat ini bisa membuat rasa sedih dan sesaknya sedikit berkurang.


"Maksudmu?" Dio tak berhasil menangkap perkataan Hanum.


Hanum pun menghela nafas sejenak lalu memberitahu jika ibunya sudah tiada dan saat ini ayahnya sudah menikah lagi dengan wanita pilihannya.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.

__ADS_1


Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul One Night Love Tragedy, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗


__ADS_2