
Hanum hanya bisa tersenyum mendengar pujian dari mertuanya itu. Dio yang melihat senyuman di wajah Hanum nampak semakin kesal hingga membuat urat lehernya ikut menegang.
"Kak Dio, apa Kakak tidak apa-apa?" Tanya Digo memasang wajah polosnya.
"Diamlah!" Sembur Dio.
Digo menahan tawanya agar tidak keluar. "Kenapa Kakak terlihat seperti orang yang sedang cemburu saja?" Cibir Digo.
Dio hanya diam karena tidak ingin terpancing dengan perkataan adiknya itu.
Hanum, Richard dan Bu Shanty terus melanjutkan pembicaraan di antara mereka tanpa perduli dengan kekesalan Dio saat ini.
"Oh ya, Richard. Tante harap kau bisa menjaga Hanum di saat ia sedang bekerja di perushaan, ya." Pinta Bu Shanty serius pada Richard. Bu Shanty takut jika Hanum mendapatkan perlakuan yang tidak baik lagi di saat ia bekerja.
"Untuk apa Mama memintanya untuk menjaga Hanum? Apa Mama lupa jika ada yang lebih berhak untuk menjaganya?" Tekan Dio.
Bu Shanty mengekerutkan keningnya. "Kau ini kenapa? Apa salahnya Mama meminta tolong pada Richard. Lagi pula Richard terlihat tidak keberatan. Benar begitu kan Richard?" Tanya Bu Shanty.
"Benar, Tante. Saya dengan senang hati bisa menjaga Hanum dengan baik." Jawab Richard.
"Mama..." Dio dibuat tak habis pikir dengan sikap Mamanya saat ini.
__ADS_1
"Dio, apa kau tidak apa-apa?" Tanya Richard polos pada Dio.
"Mama, lebih baik Mama katakan padanya siapa Hanum sebenarnya." Pinta Dio menahan rasa geramnya.
"Memangnya siapa Hanum?" Tanya Richard memasang wajah pura-pura tidak tahu.
"Kau ingin tahu siapa wanita yang kau puji sejak tadi?" Tanya Dio menekan perkataannya.
Richard pun mengangguk memancing Dio untuk berbicara.
"Dia adalah istriku!" Ucap Dio keras. Rasanya ia ingin berteriak agar perkataannya masuk ke dalam telinga Richard dengan sangat jelas.
"Kenapa kau tertawa?" Tanya Dio kesal.
"Karena pernyataanmu itu tidak mungkin. Hanum bukanlah istrimu karena kekasihmu dulu itu adalah Calista." Kelakar Richard.
Deg
Dio tertegun mendengarnya. Sedangkan Hanum masih memasang wajah tenang seolah perkataan Richard tidak membuat hatinya merasa sakit.
"Tapi itu dulu. Sekarang Hanum adalah istriku. Kau tanyakan saja pada Mama siapa Hanum sebenarnya!" Tekan Dio. Untuk kali ini ia tidak ingin membawa nama Calista dalam percakapan mereka. Dan entah mengapa Dio merasa tidak suka saat Richard mengatakan jika Calista adalah kekasihnya.
__ADS_1
"Benarkah begitu, Tante? Bukannya Hanum adalah anak didik Tante yang sering Tante posting waktu itu? Wajahnya sangat mirip dengan anak didik Tante waktu itu?" Tanya Richard.
Bu Shanty mengangguk. "Benar, dia adalah istri Dio. Mungkin kau belum tahu jika Dio sudah menikah karena kau sangat sibuk waktu itu hingga tidak membaca pesan di grup keluarga." Jawab Bu Shanty.
"Apa?" Richard memasang wajah terkejut. "Tidak, itu tidak mungkin." Ucapnya.
"Kenapa tidak mungkin, Om?" Tanya Divan yang sejak tadi merasa sangat bingung dengan kondisi disekitarnya saat ini.
"Divan, Om pikir mamamu ini masih single dan Om sudah berencana untuk menyatakan cinta padanya. Tapi ternyata niat Om harus Om kubur dalam-dalam karena ternyata Mamamu sudah menikah dengan sepupu Om sendiri." Richard memasang wajah sedih.
Melihat itu membuat Divan ikut bersedih dan berjalan menghampiri Richard.
"Om bule bisa menjadi suami Mama juga itu." Ucap Divan yang membuat Dio dan yang lainnya terkejut mendengarnya.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul One Night Love Tragedy, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗
__ADS_1