
"Benar juga. Kalau begitu jangan lagi mengundur waktu untuk bertemu dengannya." Jawab Marvel.
Dio menganggukkan kepalanya. Karena tak ingin lagi diganggu oleh panggilan telefon dari Calista, Dio pun akhirnya mematikan data ponselnya. "Aku akan mengatur waktu untuk bisa bertemu dengannya. Yang jelas tidak dalam waktu dekat ini." Ucap Dio.
"Jadi kapan? Apa di saat kau melakukan perjalanan ke luar negeri satu bulan lagi?" Tebak Marvel.
Dio pun langsung mengiyakannya. "Aku rasa saat itu adalah waktu yang tepat. Aku tidak membuang waktu banyak bertemu dengan Calista dan istriku tidak akan curiga dengan kepergianku." Jawab Dio.
Marvel mengangguk-anggukkan kepalanya. "Katakan saja jika kau membutuhkan pertolonganku." Tawarnya.
"Tentu saja. Saat itu tiba aku pasti membutuhkan bantuanmu agar tidak terjadi kesalahpahaman nantinya." Jawab Dio dan di akhiri senyuman miring di wajah tampannya.
*
Beberapa hari berlalu, akhirnya waktu kepulangan Calista ke tanah air pun tiba. Senyuman merekah nampak tak hilang dari wajah cantik Calista saat dirinya sudah menginjakkan kaki di kota tempat ia dilahirkan dan dibesarkan sejak kecil.
"Harusnya Dio yang datang menjemputku saat ini." Gumam Calista. Senyuman merekah di wajahnya pun akhirnya hilang setelah mengatakan hal tersebut.
__ADS_1
Jika hubungannya dan Dio saat ini sedang baik-baik saja, dapat ia pastikan saat ini kekasihnya itu akan tersenyum lebar menyambut kedatangannya. "Sudahlah, setelah ini aku bisa menyelesaikan permasalahan kami dengan baik agar dia tak marah lagi kepadaku." Ucap Calista.
Seorang pria yang bekerja sebagai sopir di keluarga Calista nampak datang menghampiri Calista dan mengambil alih koper yang Calista bawa. Wanita itu berterima kasih pada pria yang sudah menjemputnya itu. Setelah berada di dekat mobil, Calista pun akhirnya masuk ke dalam mobil miliknya.
"Kita mau kemana, Nona?" Tanya Sopir setelah masuk ke dalam mobil.
"Langsung pulang saja, Pak." Jawab Calista. Dari pada menemui Dio yang tengah marah kepadanya lebih dulu, Calista lebih memilih menemui keluarganya lebih dulu.
Sopir mengangguk paham setelah mendapatkan jawaban dari Calista. Mobil BMW bewarna hitam milik keluarga Calista pun akhirnya melaju membelah jalanan di ibu kota menuju kediaman keluarga Calista.
"Mampir di toko kue dulu ya, Pak." Ucap Calista saat mobil sudah melaju di jalan raya.
Setelah hampir dekat dengan toko kue yang Calista maksud, mobil pun melaju dengan pelan memasuki area parkiran toko.
"Tunggu sebentar ya, Pak." Ucap Calista.
Sopir mengangguk dan mempersilahkan Calista keluar dari dalam mobilnya.
__ADS_1
Calista pun melangkah masuk ke dalam toko kue. Dilihatnya suasana di dalam toko kue langganannya nampak sepi karena waktu masih pagi dan toko baru saja buka. Namun tiba-tiba saja kehadiran seorang wanita dan seorang anak laki-laki yang baru saja masuk ke dalam toko mencuri perhatiannya.
"Manis sekali anak itu." Puji Calista menatap pada sosok anak laki-laki tersebut. Calista pun mengalihkan pandangan dari ibu dan anak tersebut lalu fokus mencari kue yang ia inginkan.
"Mamah, Divan mau pancake durian yang itu, Mah!" Ucap anak laki-laki itu sambil menunjuk pancake yang baru saja diambil Calista dari dalam freezer.
"Apa kau mau yang ini anak manis?" Tanya Calista ramah.
"Iya Tante." Jawab anak itu tak kalah ramah.
Calista tersenyum mendengarnya. Setelahnya ia pun memberikan pancake yang ia ambil untuk anak laki-laki itu. "Ambillah." Ucapnya.
***
Sebelum lanjut, jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Noda Menjadi yang Kedua, ya🖤
__ADS_1
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗