Istri Figuran

Istri Figuran
Dia pasti menerimanya


__ADS_3

"Surat perjanjian apa lagi ini?" Tanya Cita.


Richard tak menjawab pertanyaan Cita. Pria itu justru bangkit dari duduknya hingga membuat Mama Jelita dan Cita ikut bangkit.


"Kalau begitu saya pamit pergi dulu. Ingat, pilihan ada di tangan kalian. Jumlah hutang yang akan saya bayar bukanlah sedikit. Jika kalian berkenan diterima jika tidak maka tidak ada kerugian apapun untuk saya." Ucap Richard. Setelah mengatakan hal tersebut Richard pun beranjak pergi meninggalkan rumah kontrakan Mama Jelita dan Cita.


"Bagaimana ini, Mah..." Cita yang merasa bimbang tidak tahu harus berbuat apa.


Mama Jelita hanya diam sambil menatap kepergian Richard.


Richard yang sudah berada di dalam mobilnya nampak tersenyum penuh kemenangan karena sudah berhasil membuat kedua wanita ular tersebut masuk ke dalam perangkapnya.


"Semua perbuatan ada ganjarannya. Dan aku rasa saat ini adalah waktu yang tepat membuat kalian merasakan apa yang iparku rasakan selama ini." Ucap Richard lalu melajukan mobilnya meninggalkan area rumah Mama Jelita dan Cita.


*


Keesokan harinya, Hanum nampak sudah mulai bekerja seperti biasanya karena kondisi tubuhnya sudah semakin membaik dan sudah siap untuk bekerja kembali. Dio yang melihat istrinya sudah kembali sehat pun membiarkan istrinya tetap bekerja namun dengan syarat agar Hanum tidak bekerja terlalu keras dan memprioritaskan kesehatannya dan janinnya.


"Pagi Hanum. Kau sudah masuk bekerja hari ini." Sapa Richard pada Hanum saat mereka bertemu di lobby perusahaan.

__ADS_1


"Pagi, Tuan. Ya, hari ini saya sudah kembali bekerja." Jawab Hanum.


"Kau terlalu formal sekali." Ucap Richard dengan kepala menggeleng.


Hanum tersenyum mendengarnya. "Karena kita sudah masuk di lingkungan formal." Jawabnya.


Richard mengiyakan saja. Mereka pun kembali melangkah menuju lift.


"Apa Dio memperbolehkanmu untuk bekerja? Aku rasa sepupuku itu sangat takut jika terjadi apa-apa kepadamu lagi." Ucap Richard.


"Dia mengizinkannya dengan beberapa syarat." Jawab Hanum.


Hanum tertawa mendengarnya. "Tuan benar." Ucapnya dan Dibalas dengan senyuman oleh Richard.


Di saat Hanum dan Richard sedang mengantri di depan lift untuk masuk ke dalam lift, Cita nampak berjalan ke arah mereka dengan langkah tergesa-gesa.


Melihat Cita kini berada di sebelah tubuhnya membuat Hanum tersenyum pada wanita itu.


Namun bukannya membalas senyuman Hanum, Cita justru memasang wajah datarnya pada Hanum.

__ADS_1


Dasar wanita sombong. Sudah jatuh miskin dan melarat saja masih bersikap tidak baik pada iparku! Rutuk Richard dalam hati. Rasanya Richard sangat ingin menjambak rambut Cita dan melontarkan perkataan kasar pada Cita melihat sikap wanita itu saat ini.


Hanum yang merasa tidak tersinggung dengan sikap Cita hanya tersenyum menatap pada Richard.


Mereka pun akhirnya masuk ke dalam lift setelah mendapatkan giliran untuk masuk.


Setibanya di dalam ruangan kerjanya, Richard langsung saja mengeluarkan sebuah kertas yang bagian atasnya nampak kosong sedangkan dibagian bawah kertas terlihat tertuliskan nama Mama Jelita, Cita dan Richard di sana.


"Aku yakin dia akan menemuiku sebentar lagi." Ucap Richard dengan tersenyum menyeringai. Rasanya Richard sudah tidak sabar menjalankan misinya untuk membalaskan rasa sakit hati iparnya pada kedua wanita ular tersebut.


Dan benar saja dugaan Richard. Tak lama menunggu akhirnya pintu ruangan kerjanya diketuk dari luar dan Richard yakin jika Citalah yang mengetuknya.


***


Sebelum lanjut, jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Noda Menjadi yang Kedua, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗

__ADS_1


__ADS_2