Istri Figuran

Istri Figuran
Menjalankan rencana


__ADS_3

Digo pun ikut tersenyum karena ia mengerti maksud perkataan Daniel saat ini.


"Apa kau yakin tidak akan menyesal karena memilih bekerja di perusahaan ini lebih dulu dibandingkan bekerja di perusahaanmu sendiri?" Tanya Daniel pada Richard.


Richard tersenyum miring. "Tentu saja tidak. Sepertinya tawaran yang diberikan Digo padaku lebih menarik dari pada harus memimpin sebuah perusahaan." Jawab Richard.


Daniel tertawa mendengarnya. Ia tahu kemana arah pembicaraan Digo saat ini. Apa lagi jika bukan ia ingin menenangkan pemikirannya lebih dulu dari banyaknya tumpukan pekerjaan sebagai petinggi perusahaan.


"Tawaranku memang sangat menarik, Kak. Selain untuk membantu hubungan rumah tangga Kak Dio dan Kak Hanum, Kakak juga bisa tebar pesona di sini." Kelakar Digo.


"Sembarangan. Kau berbicara terlalu benar." Richard ikut berkelakar hingga membuat Daniel tertawa.


"Digo... Kakak bangga kepadamu karena di umurmu saat ini kau sudah memikirkan tentang kebahagiaan Kakakmu itu." Ucap Daniel serius pada Digo.

__ADS_1


Digo tersenyum mendengarnya. "Tentu saja, Kak. Aku merasa kasihan pada Kak Hanum yang perlakukan layaknya istri figuran oleh Kak Dio. Selama menikah dengan Kak Dio aku lihat Kak Hanum adalah wanita yang sabar dan penyayang pada putranya. Walau bukanlah seorang gadis tapi Kak Hanum juga berhak mendapatkan cinta dari suaminya." Ucap Digo.


Daniel dan Richard tersenyum mendengarnya. Kini mereka semakin bersemangat menjalankan misi untuk mempersatukan Dio dan Hanum setelah mendengarkan perkataan Dari Digo tentang apa yang Dio katakan saat makan malam mereka di rumah Nenek Eno.


"Anak itu memang sudah dibutakan oleh cinta hingga membuatnya seperti orang bodoh." Komentar Richard setelah mendengarkan banyak pembicaraan tentang Dio.


"Ya, seperti itulah. Tapi kita tidak bisa terlalu menyalahkannya karena cinta memang tidak bisa dipaksa." Ucap Daniel. Sebagai seorang pria yang pernah merasakan bersama dengan wanita yang tidak ia cintai, Daniel sangat mengerti perasaan Dio saat ini.


"Lagi pula kekasihnya itu memang benar-benar sedang menempuh studynya hingga kita tidak bisa mencari kesalahannya." Jawab Richard.


"Walau pun begitu tidak seharusnya dia menggantung Kak Dio. Dia adalah wanita egois yang hanya mementingkan urusannya sendiri. Apa dia tidak berpikir jika umur Kak Dio semakin lanjut dan memerlukan keturunan untuk melanjutkan bisnisnya nanti." Komentar Digo. Adik laki-laki Dio itu nampak menaruh rasa tidak suka pada kekasih Kakaknya itu.


Ricard dan Daniel mengangguk membenarkannya. Calista memang wanita egois yang tidak memikirkan nasib Dio kedepannya.

__ADS_1


Pembicaraan ketiga pria itu terus berlanjut hingga akhirnya Digo dan Richard berpamitan untuk pergi dari perusahaan Alexander.


"Dio... Dio. Harusnya saat ini kau merasa malu karena adikmu lebih mementingkan nasib istrimu dibandingkan dirimu sendiri." Ucap Daniel lalu menggelengkan kepalanya.


Daniel pun teringat pada sosok yangs sering menjahati Hanum selama bekerja di perusahaannya. "Apa dia masih bersikap buruk pada Hanum? Aku harus memastikannya kembali." Ucap Daniel lalu memanggil asistennya untuk masuk ke dalam ruangan kerjanya. Sambil menunggu asistennya masuk ke dalam ruangan kerjanya, Daniel menyempatkan menelefon istrinya untuk menanyakan sedang apa istri dan anak-anaknya itu saat ini.


"Dio, kau pasti akan bahagia jika menerima istrimu." Ucap Daniel setelah panggilannya dan Naina terputus.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul One Night Love Tragedy, ya🖤

__ADS_1


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗


__ADS_2