
Hanum kembali memalingkan wajah. Ia tidak ingin jika melihat wajah ayahnya membuatnya lemah.
"Kedatangan Papa ke sini karena Papa ingin meminta maaf kepadamu, Hanum." Lanjut Papa Irfan kemudian.
Hanum tentu saja terkejut mendengarnya. Minta maaf? Untuk apa ayahnya itu meminta maaf kepadanya?
"Papa ingin meminta maaf atas segala sikap buruk Papa kepadamu selama ini, Hanum. Papa menyesal telah percaya pada orang lain dibandingkan anak kandung Papa sendiri." Sesalnya.
Dio hanya diam memberikan ruang pada istri dan mertuanya untuk saling berbicara menyelesaikan permasalahan di antara mereka.
"Papa sudah mengetahui kebenarannya, Hanum. Papa sudah mengetahui jika Divan bukanlah anak kandungmu dan kau tidak pernah berbuat hal di luar batas seperti apa yang pernah Papa tuduhkan kepadamu. Maafkan Papa, Hanum. Maafkan segala sikap buruk Papa kepadamu." Lanjut Papa Irfan karena putrinya hanya diam saja sambil menatapnya dengan wajah bingung.
__ADS_1
Deg
Hanum dibuat tertegun mendengarnya. Papanya bilang apa tadi? Papanya sudah mengetahui kebenaran tentang dirinya dan meminta maaf untuk segala sikap buruknya selama ini?
Karena Hanum masih diam saja membuat Papa Irfan menjelaskan bagaimana awal mula ia bisa mengetahui kebenaran tentang Divan. Saat menjelaskan terlihat Papa Irfan meneteskan air mata menggambarkan betapa menyesalnya ia telah mencampakkan anak kandungnya selama ini.
Hanum yang mendengarkannya pun dibuat semakin terkejut karena akhirnya apa yang sebenarnya terjadi kepadanya selama ini pun terungkap. Walau merasa terkejut dan tak percaya namun Hanum memilih tetap diam hingga Papa Irfan selesai berbicara.
"Sekali lagi Papa minta maaf, Hanum. Maafkan segala sikap buruk Papa selama ini kepadamu. Papa benar-benar merasa menyesal. Sangat menyesal." Ucap Papa Irfan sambil menangis.
Kepala Papa Irfan tertunduk dengan perasaan menyesal. Ia sampai tidak dapat menjawab pertanyaan dari putrinya karena ia sadar jika ia benar-benar sangat bersalah.
__ADS_1
"Apa harus menunggu bukti itu datang sendiri kepada Papa baru Papa mau percaya jika Hanum tidak seperti apa yang orang-orang tuduhkan? Apa harus menunggu Hanum semakin dewasa dulu dan bekeluarga baru hati Papa bisa terbuka?" Hanum kembali memberikan pertanyaan yang menohok hati pada Papa Irfan.
Papa Irfan menatap putrinya dengan wajah penuh penyesalan. "Maafkan Papa, Hanum..." lirihnya.
Hanum menghela nafas panjang. "Permintaan maaf saja tidak cukup membayar luka Hanum selama ini, Pa. Papa tidak akan tahu dan merasakan bagaimana posisi Hanum selama ini setelah difitnah mengandung seorang anak di luar nikah. Papa tidak akan tahu rasanya menjalani hidup hanya berdua dengan Divan tanpa ada support dari keluarga. Papa tidak akan tahu betapa hancurnya Hanum saat dicoret dari kartu keluarga dan dibuang begitu saja tanpa diberikan kesempatan memberikan penjelasan tentang apa yang sebenarnya terjadi. Papa tidak akan tahu rasanya, Pah." Ucap Hanum panjang lebar dengan berderai air mata.
Dio yang mendengarkan perkataan istrinya pun berkaca-kaca dan mengepalkan kedua tangannya membayangkan betapa menderitanya istrinya selama ini.
***
Sebelum lanjut, jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.
__ADS_1
Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul One Night Love Tragedy, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗