Istri Figuran

Istri Figuran
Kembali membaik


__ADS_3

"Kau datang ke sini, Nak?" Tanya Papa Irfan dengan nada lemah.


Hanum menggigit bibirnya untuk menahan tangisannya agar tak keluar. Melihat Papanya terbaring lemah seperti ini benar-benar membuatnya merasa rapuh.


Air mata nampak mengalir di sudut mata Papa Irfan. "Terima kasih sudah mau datang ke sini, Nak." Lanjut Papa Irfan kemudian dengan nada lemah.


Hanum menggelengkan kepalanya. Tidak seharusnya papanya berterima kasih atas kedatangannya. Harusnya ia meminta maaf pada papanya itu karena tidak menjalankan tugasnya dengan baik sebagai seorang anak merawat ayahnya ketika sedang sakit.


"Maafkan Hanum karena baru bisa melihat Papa." Ucap Hanum kemudian dengan lirih.


Papa Irfan tersenyum mendengarnya. Tubuhnya yang terasa lemah seketika bersemangat kembali melihat kehadiran putrinya.


"Pah..." Dio yang sejak tadi diam pun mendekat. Pun dengan Divan yang turut mengikuti langkah papanya dari belakang.


"Terima kasih sudah datang, Nak." Ucap Papa Irfan lemah.

__ADS_1


Dio tersenyum dan menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. "Maaf aku baru tahu hari ini jika Papa dirawat di rumah sakit." Ucap Dio kemudian.


"Tak masalah. Papa mengerti." Jawab Papa Irfan. Pandangan Papa Irfan pun jatuh pada Divan yang nampak tersenyum kepadanya. "Divan, kau juga iku, Nak?" Ucap Papa Irfan.


Divan mendekati Papa Irfan. "Iya, Kek. Semoga Kakek cepat sembuh, ya." Harapa Divan.


Papa Irfan mengangguk dan mengucapkan terima kasih pada Divan yang kini sudah ia anggap seperti cucunya sendiri.


Karena ingin memberi ruang pada Hanum untuk berbicara dengan Papa Irfan, Dio pun mengajak Divan untuk duduk di atas sofa yang berada cukup jauh dari ranjang.


"Tidak perlu meminta maaf lagi karena Hanum sudah memaafkan segala kesalahan Papa." Jawab Hanum diikuti air mata yang mengalir di kedua pipinya.


"Terima kasih, Nak..." Papa Irfan tak kuasa menahan tangisannya. Akhirnya putri kandungnya itu mau memberikan maaf kepada dirinya yang sudah sangat berdosa selama ini.


Malam itu Hanum memilih tidak pulang ke apartemen dan meminta izin pada Dio untuk menjaga Papa Irfan di rumah sakit. Dio pun memberikan izin untuk istrinya itu untuk menjaga mertuanya sekaligus memberi ruang pada Hanum dan Papa Irfan menjalin kedekatan antara ayah dan anak kembali.

__ADS_1


Tak hanya itu saja, keesokan harinya Hanum juga memilih mengambil cuti bekerja untuk merawat ayahnya yang sedang sakit. Walau awalnya terasa canggung berdekatan dengan ayahnya dalam waktu yang cukup lama setelah lebih lima tahun lamanya tak tinggal bersama dan bertegur sapa, namum akhirnya Hanum mencoba membiasakan dirinya hingga akhirnya merasa nyaman berada dekat dengan Papa Irfan.


Setelah empat hari dirawat di rumah sakit, akhirnya di hari ke lima Papa Irfan pun sudah diperbolehkan untuk pulang karena kondisinya sudah semakin membaik sejak dirawat oleh anak kandungnya sendiri.


Melihat kedekatan Hanum dan Papa Irfan tentu saja membuat Dio merasa senang karena usahanya mempersatukan Hanum dan Papa Irfan berhasil.


Bu Shanty dan Tuan Mahesa yang hari itu menyempatkan untuk datang melihat keadaan Papa Irfan pun dibuat senang karena pada akhirnya menantu mereka bisa kembali bersama dengan ayah kandungnya.


***


Sebelum lanjut, jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Noda Menjadi yang Kedua, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗

__ADS_1


__ADS_2