Istri Figuran

Istri Figuran
Terima kasih untuk semua


__ADS_3

Tuan Mahesa beserta keluarganya pun akhirnya turun dari atas panggung dan melangkah ke arah meja khusus yang disediakan untuk mereka. Hanum dan Dio tak lagi duduk bersama sahabat Dio karena mereka ikut duduk bersama keluarga Dio.


"Maaf aku terlambat." Ucap Richard menepuk pundak Dio.


"Kau!" Dio menatap Richard tak suka. Ia pikir Richard tidak akan datang ke acara papanya malam ini karena sejak tadi pria itu tidak terlihat.


"Duduklah." Ucap Tuan Mahesa pada Richard.


Richard mengiyakannya lalu duduk di kursi kosong yang berada di sebelah Dio.


Cita yang masih terkejut mengetahui jati diri Dio sebenarnya kini bertambah terkejut melihat Richard ada di keluarga Tuan Mahesa.


"Siapa dia sebenarnya?" Tanya Cita pelan hingga tak dapat didengar oleh Papa Irfan dan Mama Jelita yang masih nampak terkejut.


Tidak ada percakapan di antara Papa Irfan, Mama Jelita dan Cita. Ketiganya masih nampak terkejut dengan apa yang baru saja mereka lihat dan mereka dengar hingga tak dapat berkata-kata.


Digo yang sejak tadi mencuri pandang melihat ekspresi keluarga dari kakak iparnya dibuat tersenyum miring melihat keterkejutan di wajah ketiga orang yang sudah membuang Hanum. Pun dengan Richard yang juga melihat betapa terkejutnya keluarga Hanum tadi bahkan sampai saat ini.

__ADS_1


Acara malam itu terus berlanjut. Tuan Mahesa yang sudah selesai berbicara dengan keluarganya pun berpamitan untuk bergabung dengan rekan kerjanya yang sudah datang.


"Kak Dio, apa Kakak senang karena mulai malam ini kakak sudah dinobatkan menjadi pemimpin di perusahaan milik Papa?" Tanya Digo.


Dio menatap datar wajah adiknya yang nampak begitu menyebalkan di matanya. Sejujurnya ia tidak begitu berminat menjadi pemimpin perusahaan walau sudah memiliki banyak bekal dari ketiga sahabatnya. Ia lebih menyukai menjalani usaha sendiri tanpa ada embel-embel orang tuanya di belakangnya.


"Tentu saja Dio sangat senang, Digo. Namanya akan semakin menjelit dan dia akan semakin terkenal." Timpal Richard.


"Diamlah atau—" Dio berniat mengancam Richard namun ia segera tersadar jika ada Divan di antara mereka saat ini.


Dio menghembuskan nafas kasar di udara. Memilih diam dan tak lagi menanggapi perkataan Richard.


"Hanum, kenapa kau diam saja, Nak?" Akhirnya Bu Shanty bertanya pada menantunya yang nampak banyak diam sejak tadi.


"Hanum tidak apa-apa, Ma. Hanya sedikit terkejut saja." Jawabnya jujur karena ia tidak menyangka akan diperkenalkan di depan banyak orang seperti tadi.


Bu Shanty tersenyum mendengarnya. "Kau memang sudah seharusnya diperkenalkan pada semua orang sebagai menantu di keluarga kami." Jawab Bu Shanty.

__ADS_1


Hanum tersenyum saja. Jujur saja ia merasa sangat rendah diri karena berada di antara keluarga suaminya yang terpandang dan kaya raya.


"Mamah sedih?" Tanya Divan melihat kedua bola mata Hanum mulai berkaca-kaca.


Hanum mengusap kepala putranya dengan sayang. "Tidak, Mama hanya merasa bahagia karena memiliki keluarga yang baik seperti keluarga Papa." Jawab Hanum.


Divan menarik kedua sudut bibirnya ke atas. Menatap semua orang yang berada di lingkaran meja dengan tersenyum. "Terima kasih sudah baik pada Mama Divan." Ucap Divan dengan wajah polosnya.


Richard yang merasa gemas mendengar perkataan Divan pun mengusap rambut anak Hanum. "Kau ini menggemaskan sekali." Ucapnya yang hanya dibalas dengan senyuman di wajah tampan Divan.


***


Sebelum lanjut, jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul One Night Love Tragedy, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗

__ADS_1


__ADS_2