Istri Figuran

Istri Figuran
Tiada yang mirip


__ADS_3

"Tapi aku tidak merasa seperti itu. Sejak awal pernikahan kita terjadi tanpa ada cinta di dalamnya bahkan kau dengan jelas mengatakan jika kau tidak menerima pernikahan kita. Sebagai seorang wanita yang tahu diri aku tidak ingin menikmati harta suamiku sebelum dia mau menerima kehadiranku sebagai istrinya. Lagi pula selama ini aku bisa menghidupi diriku sendiri dan Divan. Dan satu lagi, kau tidak lupa bukan di awal menikah kau menuduhku menerima pernikahan ini karena aku ingin menikmati kekayaan dari kedua orang tuamu dan dirimu." Jawab Hanum datar dan berhasil menghunus ke dalam hati Dio.


Dio benar-benar terkejut mendengarkan perkataan dari istrinya. Hanum benar, di awal menikah ia sudah sangat salah besar karena menuduh istrinya mau menikah dengannya karena harta yang keluarga ia punya. Dan kini Dio sudah dapat melihat dan merasakan jika Hanum tidak seperti yang ia kira. Wanita itu benar-benar tulus dan tidak terlihat ingin menikmati kekayaannya terbukti selama menikah istrinya itu tidak pernah menggunakan atm yang ia berikan.


"Mungkin perkataanku saat itu sangat menyakiti hati dan perasaanmu. Saat ini aku akui jika aku salah menilai dan aku cabut seluruh perkataan burukku kepadamu. Satu hal yang harus kau tahu, saat ini aku sudah menerima pernikahan ini dan aku ingin kau menerima nafkah lahir dariku." Ucap Dio.


Hanum tertegun mendengarnya. Suaminya itu bilang apa tadi? Ia sudah menerima pernikahan mereka? Apa itu benar? Dari yang Hanum lihat saat ini suaminya itu benar-benar tulus menerima pernikahan mereka bahkan mau menerima putranya yang hanya berstatus sebagai anak sambungnya saja.


"Terima kasih." Jawab Hanum seadanya.


Dio diam menunggu Hanum melanjutkan perkataannya. Namun yang ditunggunya tidak ada hasil karena Hanum hanya diam saja.

__ADS_1


"Jika kau sudah mengerti dan menerima apa yang baru saja aku katakan, aku harap setelah ini kau mau memakai atm itu untuk kebutuhanmu dan Divan." Pinta Dio.


Hanum menganggukkan kepalanya. Sebagai seorang istri yang sudah diterima dengan baik oleh suaminya ia pasti menggunakan pemberian pria itu dengan baik.


"Sekarang bersihkanlah tubuhmu. Malam ini kita akan makan di luar." Ucap Dio.


"Apa? Makan di luar lagi?" Tanya Hanum.


"Baiklah. Kalau begitu tolong panggilkan Divan dan minta dia bersiap-siap." Pinta Hanum.


Dio mengangguk mengiyakannya lalu ia pun keluar untuk memanggil anaknya yang sedang bermain di lantai bawah. Saat sudah berada di lantai bawah, Dio tak langsung memanggil Divan justru menatap Divan dengan intens.

__ADS_1


Jika dilihat-lihat anak sambungnya itu tidak memiliki kemiripan apapun dengan Hanum. Dari wajah, hidung, mata, bibir, bentuk tubuh dan lainnya. Dio jadi dibuat berpikir apakah Divan benar-benar gambaran mutlak dari bentuk ayahnya sampai tidak memperlihatkan kemiripan sedikit pun dengan Hanum yang statusnya adalah ibunya.


Untuk memastikan pendapatnya adalah benar, Dio kembali memperhatikan wajah putranya itu. Dan tidak salah, wajah dan tubuh Divan benar-benar tidak ada yang mirip dengan Hanum sedikit pun.


"Apa saat hamil Divan dulu dia sangat mencintai ayah Divan sehingga Divan tidak mirip dengannya?" Tanya Dio.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul One Night Love Tragedy, ya🖤

__ADS_1


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗


__ADS_2