Istri Figuran

Istri Figuran
Om bule lebih tampan


__ADS_3

"Hahaha." Richard tertawa-tawa mendengarkan ancaman Dio. "Tulang lidahku yang mana yang mau kau patahkan? Apa kau lupa jika lidah tak bertulang? Atau... jangan-jangan lidahmu yang bertulang?" Kelakar Richard.


Dio semakin dibuat geram mendengarnya. Melihat ketegangan Dio membuat Bu Shanty angkat suara meminta mereka segera pergi sebelum kesabaran putranya habis dan bisa berbuat di luar kendali.


Richard pun menuruti perintah Bu Shanty dan dengan suka rela membiarkan Hanum berangkat dengan suaminya karena tadi ajakannya hanya sekedar membuat Dio panas saja.


"Papah, kenapa Papah marah-marah pada Om bule tadi?" Tanya Divan saat mereka sedang berada di dalam perjalanan menuju sekolah Divan.


"Itu karena pria itu menguji kesabaran Papa." Jawab Dio lembut tak ingin terbawa kekesalannya pada Divan.


"Menguji kesabaran?" Ulang Divan bingung.


"Ya, Om Richard begitu menguji kesabaran Papa. Sudahlah, Divan tidak perlu memikirkannya." Ucap Dio.


Divan mengangguk saja dengan wajah polosnya. Sedangkan Hanum yang mendengarkan percakapan anak dan suaminya dibuat bingung kenapa Dio terlihat sangat kesal pada Richard.


"Oh iya Divan, menurut Divan dibandingkan Om Richard, siapa yang lebih tampan, Papa atau Om Richard?" Tanya Dio beberapa saat kemudian.


Divan nampak diam dan berpikir. "Papa sangat tampan tapi Om Richard jauh lebih tampan, Pah." Jawab Divan jujur karena ia menyukai garis wajah keturunan bule yang terlihat di wajah Richard.


"Divan, harusnya Divan memilih Papah yang lebih tampan." Ucap Dio kesal.

__ADS_1


"Tapi Divan berkata jujur, Pah. Kenapa Papah kesal?" Tanya Divan polos.


"Agh sudahlah." Dio memilih mengunci mulutnya dari pada bertambah kesal pada Divan.


Hanum yang mendengarkannya pun tertawa kecil merasa lucu mendengarnya dan melihat kekesalan Dio saat ini.


"Kenapa kau tertawa?" Tanya Dio dengan tatapan tajam.


"Karena lucu." Jawab Hanum lalu memalingkan wajah ke samping.


Dio dibuat semakin kesal. Dari pada bertanya kembali pada Divan dan akan membuatnya semakin kesal, lebih baik Dio memilih fokus mengendarai mobilnya menuju ke sekolah Divan.


"Mamah, Papah, Divan pamit sekolah dulu." Ucap Divan setelah keluar dari dalam mobil.


"Anakku sudah bertambah besar saja." Ucap Hanum yang tiba-tiba merasa haru melihat tumbuh kembang putranya.


"Apa kau bersedih?" Tanya Dio melihat mata Hanum berkaca-kaca.


"Tidak. Ayo kita pergi." Ajak Hanum.


Dio memilih mengiyakannya lalu kembali masuk ke dalam mobilnya. Setelahnya ia pun melajukan mobilnya menuju perusahaan Alexander mengantarkan Hanum pergi bekerja.

__ADS_1


"Apa tak masalah jika kau harus berputar arah setelah mengantarkanku?" Tanya Hanum saat mobil Dio sudah hampir sampai di perusahaan Alexander.


"Tak masalah. Lagi pula hari ini aku ingin bekerja dari cafe cabang yang ada di dekat sini saja." Jawab Dio.


"Oh..." ucap Hanum lalu menganggukkan kepalanya.


Dio tak lagi bersuara hingga akhirnya mobil miliknya sudah sampai di dalam perkarangan perusahaan Alexander.


"Terima kasih sudah mengantarkan aku." Ucap Hanum pada Dio.


Dio mengangguk. "Ingat jangan pulang sampai aku datang menjemputmu!" Titah Dio tegas.


Hanum mengangguk saja lalu keluar dari dalam mobil.


"Kenapa dia tidak pernah berniat menyalimi tanganku seperti Divan? Apa dia tidak menganggap aku suaminya?" Tanya Dio menatap istrinya yang kini melangkah ke arah pintu perusahaan.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul One Night Love Tragedy, ya🖤

__ADS_1


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗


__ADS_2