Istri Figuran

Istri Figuran
Kenapa dia berbeda


__ADS_3

Satu minggu sudah berlalu sejak terbongkarnya kejahatan yang sudah dilakukan oleh Mama Jelita dan Cita. Sejak itu pula Cita tak lagi nampak masuk bekerja hingga membuat Hanum bertanya-tanya kemana kakak tirinya itu pergi.


Dan sesuai janji Papa Irfan pada Hanum, jika ada waktu senggang Papa Irfan selalu menyempatkan waktu untuk datang ke apartemen putrinya untuk meminta maaf dan membawakan makanan kesukaan Hanum. Kedatangan Papa Irfan disambut dengan baik oleh Hanum sesuai nasihat yang diberikan suaminya namun tak membuat Hanum bisa memberikan maaf pada papanya itu.


Papa Irfan pun menghargai keputusan putrinya itu dan selalu berusaha untuk meminta maaf pada putrinya walau ia tidak tahu sampai kapan Hanum baru bisa memberikan maaf kepadanya.


Pagi itu di perusahaan Alexander, Hanum yang baru saja sampai di perushaaan dikejutkan dengan kedatangan Cita ke perusahaan. Cita nampak datang ke perusahaan dengan menggunakan motor dan pakaian kerja yang terlihat sederhana.


Hanum dibuat bertanya-tanya kenapa Kakak tirinya itu datang tidak lagi menggunakan mobil dan barang-barang mewah miliknya.


Beberapa karyawan yang mengenali Cita pun sontak berbisik-bisik melihat perubahan Cita saat ini. Cita yang menjadi bahan pergunjingan orang-orang pun hanya diam sambil terus berjalan dengan kepala menunduk.


"Hanum, apa kau mendengar berita hangat pagi ini?" Tanya Sally pada Hanum saat ia baru saja masuk ke dalam ruangan kerjanya.


Hanum menatap Sally dengan wajah bingung. "Berita hangat apa? Aku tidak mendengar apa-apa." Jawab Hanum seadanya.

__ADS_1


"Wah, kau ketinggalan berita sekali." Ucap Sally diikuti gelengan kepala. "Apa kau tidak tahu jika kakak tirimu itu sudah kembali bekerja namun dengan penampilan berbeda?" Tanya Sally.


Hanum terdiam. Ia baru mengerti berita apa yang dimaksud oleh Sally. "Tadi aku sempat melihatnya." Jawab Hanum seadanya.


"Jadi kau melihat Cita datang ke perusahaan menggunakan motor?" Tanya Sally dan diangguki Hanum sebagai jawaban. "Dia juga memakai kemeja yang sepertinya berharga murah." Lanjut Sally.


Hanum menghela nafas. Ia mulai berpikir apakah perubahan Cita saat ini ada hubungannya dengan kejadian satu minggu yang lalu saat papanya mengatakan mengusir Cita dan Mama Jelita dari rumah.


"Aku rasa ada masalah dengan hidupnya hingga dia berubah seperti itu." Tebak Sally.


Sally mengangguk saja tak ingin bertanya lebih banyak pada Hanum karena ia tahu Hanum bukanlah wanita yang suka menceritakan orang lain.


Sementara di ruangan Cita, wanita itu kini tengah menjadi pusat perhatian ketiga rekan kerjanya terutama Nimas. Bukan hanya memperhatikan penampilan Cita yang berbeda saat ini, Nimas juga melontarkan sebuah pertanyaan pada Cita.


"Kenapa kau datang menggunakan motor? Dimana mobilmu?" Tanya Nimas pada Cita.

__ADS_1


Cita memilih diam menatap pada ponselnya yang ikut berubah tak lagi berlogo apel digigit.


"Cita... ayo jawab pertanyaanku!" Desak Nimas.


Cita masih diam saja seolah tak ingin menjawab pertanyaan Nimas.


Nimas menghela nafas. Sejak tadi ia bertanya pada Cita namun Cita tak kunjung menjawab pertanyaannya. Karena merasa kesal pertanyaannya tak kunjung dijawab oleh Cita, Nimas pun memilih kembali ke meja kerjanya.


Melihat Nimas yang sudah beranjak dari hadapannya membuat Cita menghela nafas lega lalu mematikan layar ponselnya dan mengalihkan pandangan pada layar komputernya.


***


Sebelum lanjut, jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul One Night Love Tragedy, ya🖤

__ADS_1


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗


__ADS_2