
Keesokan harinya, Hanum, Divan beserta ketiga rekan kerja Hanum nampak sudah selesai bersiap-siap untuk pulang setelah satu hari menginap di tempat wisata. Pun dengan Dio dan Marvel yang turut bersiap-siap untuk pulang ke kediaman mereka masing-masing.
Setelah memastikan tidak ada barang yang tertinggal, Gaga dan Alfin pun membawa barang-barang mereka menuju mobil.
"Hanum, apa kau yakin tidak ingin pulang dengan mobil Tuan Marvel saja?" Tanya Sally untuk yang kedua kalinya pada Hanum.
Hanum menggelengkan kepalanya. "Aku pergi bersama kalian pulang pun harus demikian." Jawab Hanum.
Sally akhirnya mengangguk saja mengiyakan perkataan Hanum. Akhirnya mereka pun melangkah ke arah Marvel dan Dio berada untuk menjemput Divan yang sedang bermain bersama Arthur.
"Kalian sudah mau pulang?" Tanya Marvel saat Hanum dan Sally sudah berada di depan mereka.
Hanum menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
"Apa kau ingin pulang bersama mereka?" Tanya Marvel.
"Ya. Aku akan pulang bersama teman-temanku." Jawab Hanum.
Marvel menganggukkan kepalanya. Sedangkan Dio yang berada di sebelah Marvel memilih diam seakan acuh dengan keberadaan Hanum saat ini.
"Divan, sudah saatnya kita pulang." Ajak Hanum pada putranya.
Divab mengangguk lalu mendekat pada Hanum. Untung saja tadi ia sudah memberikan pengertian pada Divan jika mereka akan pulang bersama rekan kerjanya hingga saat ini Divan tak meminta untuk pulang bersama Marvel dan Dio.
__ADS_1
"Kalau begitu kami pamit pulang lebih dulu. Sampai bertemu kembali." Ucap Hanum.
Marvel mengangguk mengiyakannya sedangkan Dio masih diam tanpa ekspresi.
Hanum pun akhirnya pergi mengajak Sally dan Divan pergi dari hadapan Dio dan Marvel.
"Apa tidak masalah? Aku lihat suamimu hanya diam saja tadi." Tanya Sally sambil melangkah.
"Tidak masalah. Dia memang lebih suka diam seperti itu." Jawab Hanum seadanya.
Sally memilih mengangguk saja karena berucap pun tidak akan didengar oleh Hanum yang sepertinya tidak ingin pulang bersama suaminya.
"Sudah siap?" Tanya Gaga setelah mereka berada di depan mobil.
Gaga mengangguk mengiyakannya lalu meminta Hanum, Sally dan Divan untuk masuk ke dalam mobil.
Dari jarak yang tidak terlalu jauh Dio nampak memperhatikan gerak-gerik istrinya itu hingga akhirnya mobil yang membawa istrinya pergi meninggalkan tempat wisata.
"Apa kau merasa kesal karena Hanum tidak mau pulang denganmu?" Tanya Marvel.
"Jangan terlalu banyak berbicara. Lebih baik sekarang kita segera pulang." Jawab Dio.
Marvel melipat bibirnya. Merasa lucu melihat ekspresi wajah sahabatnya saat ini.
__ADS_1
"Baiklah, kalau begitu ayo pulang." Ajak Marvel.
Dio mengiyakannya lalu membawa barang-barang mereka menuju mobil.
Tidak sesuai dengan perkataannya, sejujurnya Dio merasa kesal karena Hanum lebih memilih pulang bersama orang lain dibandingkan dengan dirinya yang berstatus sebagai suaminya. Walau pun begitu, Dio memilih tidak memperlihatkan kekesalannya karena tidak ingin membuat Marvel salah paham dengan sikapnya.
Selama berada di dalam perjalanan pulang, Hanum banyak terdiam memikirkan apa yang terjadi di tempat wisata dari kemarin sore sampai siang ini.
"Kenapa aku merasa ada yang aneh saat ini." Gumam Hanum.
"Aneh bagaimana?" Tanya Sally yang mendengar perkataan Hanum.
"Agh, tidak. Tidak ada yang aneh." Jawab Hanum.
Sally mengerutkan keningnya. Merasa bingung dengan jawaban yang Hanum berikan.
"Apa kau yakin?" Tanya Sally kemudian dan mendapatkan anggukan kepala dari Hanum.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul One Night Love Tragedy, ya🖤
__ADS_1
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗