Istri Figuran

Istri Figuran
Dia tidak menggunakannya


__ADS_3

Sebelum kembali ke apartemennya siang itu, Dio menyempatkan lebih dulu mampir ke supermarket yang dulunya menjadi tempat Windi istri Marvel bekerja. Dan sesuai dugaannya sebelum masuk ke dalam supermarket Dio bertemu dengan Alisa yang saat itu sedang bertugas menjaga kasir.


"Selamat datang Tuan Dio." Sapa Alisa ramah.


Dio mengangguk seraya tersenyum dan berpamitan untuk mencari barang yang ia cari lebih dulu.


Alisa mempersilahkan Dio untuk pergi dan melanjutkan pekerjaannya.


Dio pun melangkah ke arah rak yang makanan yang ia cari. Ia memasukkan beberapa makanan ringan dan juga minuman ke dalam keranjang yang tadi ia ambil. Setelahnya Dio pun melangkah mencari sesuatu yang mungkin dibutuhkannya sebelum berangkat bulan madu nanti.


Setelah merasa cukup mengambil beberapa macam makanan, buah-buahan, minuman dan lainnya, Dio pun beranjak menuju kasir. Saat hendak mengeluarkan kartu utnum membayar tagihan belanjaannya, Dio tiba-tiba saja teringat dengan kartu atm yang pernah ia berikan pada Hanum.


Dio baru ingat jika selama menikah dengan Hanum sepertinya ia tidak pernah mendapatkan notifikasi uang keluar dari rekeningnya iu. "Apa dia tidak pernah menggunakan atm yang aku berikan?" Satu pertanyaan akhirnya muncul di benal Dio.

__ADS_1


Dio pun segera membayar tagihannya lalu berpamitan pada Alisa untuk pulang. Selama berada di dalam perjalanan pulang Dio mengecek pengeluaran dari rekeningnya namun tidak ada satu pemberitahuan pun yang berisi pengeluaran rekeningnya.


"Sial. Dia benar-benar tidak pernah mempergunakannya." Ucap Dio pelan agar sopir taxi online tidak mendengar perkataannya.


Setibanya di apartemen, Dio langsung menemui Divan yang sudah pulang sekolah siang itu dan saat ini sedang ditemani oleh pengasuhnya.


"Papah sudah pulang." Divan tersenyum senang melihat kedatangan Dio.


Dio ikut tersenyum lalu mengusap kepala Divan. "Divan juga baru pulang sekolah ya?" Tanya Dio karena Divan masih menggunakan pakaian sekolahnya.


"Suster, tolong buatkan saya minum." Pinta Dio pada pengasuh Divan.


Suster mengangguk lalu beranjak ke arah dapur. Setelah melihat kepergian pengasuh Divan, Dio pun langsung mengajak Divan untuk pergi ke kamarnya untuk membantu mengganti baju Divan.

__ADS_1


"Divan, rencananya Mama dan Papa akan berangkat ke luar kota dua hari lagi. Apa tak masalah jika Divan tinggal bersama Nenek dan Om di rumah Oma Eno?" Tanya Dio pada Divan.


Divan diam seolah sedang berpikir. "Tidak masalah, Papa. Nanti Divan bisa bermain dengan Om Digo dan Nenek di sana." Jawab Divan. Sebelumnya Hanum juga sudah membicarakan pada Divan jika ia akan pergi meninggalkan Divan hingga membuat Divan tidak terkejut mendengar perkataan Dio saat ini.


Mendengar jawaban dari Divan tentu saja membuat Dio merasa tenang karena Divan tidak merasa keberatan ditinggalkan olehnya dan Hanum beberapa hari lagi. Setelah membantu mengganti baju Divan, Dio pun berpamitan untuk pergi ke kamarnya karena ia ingin mengganti bajunya dengan baju yang lebih santai.


Saat sore harinya tiba di saat Hanum sudah pulang dari bekerja, Dio langsung saja mempertanyakan apakah Hanum pernah menggunakan atm yang diberikannya atau tidak. Dan sesuai dugaannya, istrinya itu tidak pernah menggunakannya dan berarti selama ini istrinya itu hidup mandiri dengan hasil kerjanya sendiri.


"Aku tahu kau wanita mandiri, tapi kau juga harus tahu jika saat ini aku adalah suamimu dan sudah menjadi kewajibanku untuk menafkahimu dan Divan. Jika kau belum bisa menerima kehadiranku setidaknya hargai pemberianku." Ucap Dio dengan tatapan dingin seolah menyiratkan kekecewaan lewat tatapannya.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.

__ADS_1


Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul One Night Love Tragedy, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗


__ADS_2