
"Maaf aku kembali pulang terlambat." Ucap Dio setelah berada dekat dengan Hanum.
Hanum bangkit dari duduknya. Diulurkan tangan kanannya untuk bersalaman dengan Dio. "Tak apa. Aku tahu pekerjaanmu bertambah banyak setelah bekerja di perusahaan." Jawab Hanum memberi pengertian.
Dio tersenyum lalu mengusap kepala istrinya. "Terima kasih karena sudah mau mengerti." Ucapnya dan diangguki oleh Hanum.
"Apa kau sudah makan? Jika belum aku akan membuatkan makanan untukmu." Tawar Hanum.
"Aku sudah makan. Kau lanjutkan saja aktivitasmu." Jawab Dio.
"Baiklah, kalau begitu bersihkanlah tubuhmu lebih dulu sebelum tidur." Ucap Hanum.
"Iya." Dio tersenyum lalu membalikkan tubuhnya dan melangkah ke arah sofa.
Seandainya saja kau tahu apa yang membuat aku sibuk mungkin kau akan sangat senang karena semua bukti kebusukan ibu dan kakak tirimu akan segera terbongkar. Ucap Dio dalam hati.
__ADS_1
Tidak banyak percakapan dan kegiatan di antara Hanum dan Dio malam itu setelah Dio selesai membersihkan tubuhnya. Sepasang suami itu memilih mengistirahatkan tubuh masing-masing karena sudah lelah bekerja seharian.
*
Keesokan harinya, Dio menatap mertuanya yang baru saja turun dari dalam mobilnya dengan senyuman miring di wajah tampannya. Dio mulai membayangkan bagaimana ekspresi terkejut mertuanya nanti setelah melihat dan mendengar bukti yang ia kirimkan.
"Semoga saja setelah ini kedua mata mertuaku terbuka dan menyesali sikap buruknya." Harap Dio. Setelah memastikan Papa Irfan pergi meninggalkan parkiran mobil, barulah Dio turun dari dalam mobilnya. Tak lupa Dio mengirimkan pesan pada Hanum jika ia sudah sampai di perusahaan.
Hanum yang baru saja sampai di perusahaan Alexander dan melihat pesan dari Dio dibuat tersenyum. Suaminya itu memang tidak pernah lupa memberikan kabar kepadanya. "Terima kasih karena sudah menjadi suami dan ayah sambung yang baik." Ucap Hanum lalu membalas pesan Dio.
*
Papa Irfan menatap map di tangannya dengan wajah bingung. Rasanya ia tidak mendapatkan pesan sama sekali dari rekan kerjanya jika akan mengirimkan sesuatu kepadanya. Tak ingin ambil pusing dengan map yang baru saja didapatkannya dari asisten rumah tangga, Papa Irfan pun melanjutkan langkahnya ke arah ruang tengah berada. Ia berniat membuka map itu di sana sambil mengistirahatkan tubuhnya.
Kebetulan sekali sore itu Mama Jelita dan Cita sedang tidak ada di rumah karena Mama Jelita dan Cita langsung pergi ke pusat perbelanjaan setelah Cita pulang bekerja.
__ADS_1
"Apa isinya ini?" Tanya Papa Irfan. Dengan perlahan tangannya bergerak membuka penutup map. Kening Papa Irfan mengkerut bingung saat melihat sebuah flash disk ada di dalam map tersebut.
"Flash disk? Kenapa ada flash disk di dalam map ini?" Tanya Papa Irfan. Tak ingin banyak pikir tentang isi flash disk tersebut, Papa Irfan memilih membuka amplop bewarna putih yang berada di dalam map.
Deg
Saat amplop baru saja terbuka Papa Irfan dibuat terkejut melihat beberapa lembar foto yang memperlihatkan wajah istri barunya dan anak tirinya tengah berada di sebuah panti asuhan sambil menggendong seorang bayi.
"Apa maksudnya ini?" Tanya Papa Irfan lalu melihat foto yang lainnya.
***
Sebelum lanjut, jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul One Night Love Tragedy, ya🖤
__ADS_1
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗