
"Nimas, apa kau melihat seorang pria tampan yang baru melewati kita tadi?" Tanya Cita pada Nimas yang nampak tertunduk menghitung lembaran kertas yang baru mereka ambil dari gudang.
"Tidak." Jawab Nimas singkat tanpa menghentikan kegiatannya.
Cita mendecakkan lidahnya. "Kau sungguh tidak asik." Gerutu Cita lalu meninggalkan Nimas begitu saja.
Nimas tidak memperdulikan sikap Cita. Ia terus menghitung lembaran kertas sambil melangkah menunu lift.
"Siapa pria bule tadi? Kenapa dia terlihat tampan sekali dan baru pertama kali terlihat di perusahaan ini?" Tanya Cita pada dirinya sendiri karena Nimas pasti tidak akan mendengarkan perkataannya.
Setelah berada di dalam lift, Cita pun terus terbayang dengan wajah pria yang tadi dilihatnya. "Sangat tampan dan sangat cocok untuk menjadi kekasihku." Hayalnya.
Nimas yang mendengarkan perkataan Cita pun hanya bisa menggeleng karena Cita selalu berkhayal terlalu tinggi.
*
__ADS_1
Malam harinya, di apartemen tempat tinggal Hanum, Dio dan Divan, Hanum dibuat sedikit terkejut karena malam itu ternyata Dio kembali tidur di apartemen. Hanum pikir setelah malam kemarin ia tidak akan lagi tidur bersama dengan Dio karena pria itu pasti memilih tidur di tempat lain ternyata pemikirannya salah.
"Mamah, Papah pulang lagi itu. Senang deh Divan." Bisik Divan pada Hanum.
Hanum tersenyum tipis melihat ekspresi bahagia di wajah putranya itu saat ini. "Emh, ya. Semoga saja Papa selalu tidur di apartemen, ya." Ucap Hanum.
"Iya, Mah." Jawab Divan kembali berbisik.
Jarum jam semakin berputar ke arah kanan dan kini Hanum sudah keluar dari dalam kamar Divan setelah memastikan Divan sudah tertidur lelap.
"Apa dia akan tidur di atas ranjang lagi malam ini?" Gumam Hanum sebelum masuk ke dalam kamarnya. "Sudahlah, dimana pun dia tidur itu adalah haknya. Lagi pula apartemen ini adalah miliknya." Lanjut Hanum kemudian lalu membuka pintu kamar.
Mendengar pintu kamar yang terbuka dari luar tak membuat Dio mengalihkan pandangannya dari ponsel di tangannya.
Entah mengapa saat ini Hanum merasa lega karena Dio tengah duduk di atas sofa dan ada bantal di sebelahnya. Sepertinya Dio akan tidur di atas sofa malam ini pikirnya. Hanum pun melangkah ke arah kamar mandi untuk membersihkan wajah sebelum tidur.
__ADS_1
Sementara Dio mengabaikan kehadiran Hanum karena kini ia tengah fokus melihat postingan terbaru dari sepupunya.
"Dia ada di negara ini? Kenapa dia tidak menghubungiku jika kembali?" Tanya Dio sambil terus melihat postingan terbaru sepupunya yang tak lain adalah Richard.
"Apa saat ini dia sudah memutuskan untuk melanjutkan bekerja di perusahaan Om saja?" Tanya Dio lagi. Tak ingin semakin larut dalam pertanyaannya, Dio pun mengirimkan pesan pada Richard lewat media sosialnya menanyakan apa tujuan pria itu kembali ke tanah air saat ini.
Richard yang melihat pesan dari Dio memilih mengabaikannya karena ia ingin memberikan sebuah kejutan pada Dio nantinya.
"Sial, berani sekali dia mengabaikan pesan dariku." Gerutu Dio menatap pesannya yang hanya dilihat saja oleh Richard. "Awas saja jika dia datang ke sini dan memintaku untuk membantunya. Aku tidak akan mau." Ancam Dio karena merasa kesal. Tak ingin larut dalam kekesalannya, Dio pun memilih menutup aplikasi media sosialnya dan membuka pesan yang baru saja masuk dari kekasihnya yang jauh di sana.
"Calista, tumben sekali dia menghubungiku." Gumam Dio.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.
__ADS_1
Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul One Night Love Tragedy, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗