Istri Figuran

Istri Figuran
Perdebatan kecil


__ADS_3

Terungkapnya sebuah fakta jika Hanum adalah menantu dari keluarga Mahesa benar-benar membuat perlakuan banyak orang berubah sangat baik kepadanya termasuk rekan kerjanya di perusahaan Mahesa dulu. Walau awalnya merasa tidak nyaman dengan perubahan sikap orang-orang kepadanya, akhirnya Hanum belajar untuk terbiasa.


Seperti biasanya setiap pergi bekerja Dio selalu menyempatkan untuk mengantarkannya. Karyawan yang bekerja di perusahaan Alexander pun sudah terbiasa melihat Hanum diantar bekerja oleh suaminya itu.


Siang itu, Dio dibuat galau karena esok hari ia sudah mulai belajar menginjakkan kaki di perusahaan milik keluarganya karena sesuai kesepakatan ialah yang ditunjuk untuk menjadi presdir di perusahaan Mahesa. Jika sudah mulai bekerja di perusahaan Mahesa, pastilah Dio sulit memiliki waktu untuk mengantarkan istrinya bekerja karena arah tempat bekerja mereka berlawanan arah.


"Mulai besok akan meminta sopir di rumah Nenek untuk datang ke sini dan mengantarkanmu pergi bekerja." Ucap Dio pada Hanum saat istrinya itu berbaring di atas ranjang.


"Apa?" Hanum dibuat bingung mendengarnya. "Kenapa aku pergi bekerja diantarkan sopir?" Tanyanya.


"Karena mulai besok aku sudah harus belajar bekerja di perusahaan milik Papa dan tidak bisa mengantarkanmu pergi bekerja. Aku tidak ingin kau pergi bekerja membawa motor lagi. Maka dari itu aku meminta sopir untuk mengantarkanmu pergi." Jelas Dio.


Hanum menggelengkan kepalanya tanda penolakan. "Tidak perlu repot begitu. Aku bisa pergi menggunakan motor. Aku tidak ingin merepotkan orang lain untuk mengantarkanku pergi bekerja." Tolak Hanum.

__ADS_1


"Aku bilang aku tidak mau melihatmu pergi bekerja menggunakan motor. Akan lebih aman jika kau pergi menggunakan mobil saja." Tegas Dio.


Hanum menghela nafas panjang. "Kenapa kau tidak mau? Aku sudah terbiasa membawa motor jadi kau tidak perlu mencemaskanku." Jawab Hanum.


Dio menggelengkan kepalanya. Susah sekali memberikan pengertian pada istrinya itu. "Hanum, mungkin perkataanku ini akan membuatmu tidak nyaman mendengarnya. Tapi aku harus mengatakannya jika saat ini kau bukan lagi Hanum yang dulu. Kau adalah istriku. Aku tidak ingin keselamatanmu terancam oleh orang-orang yang berniat buruk kepada aku lewat dirimu." Jelas Dio.


Hanum mencerna maksud perkataan suaminya. Melihat istrinya yang terlalu lama berpikir membuat Dio menjelaskan maksud perkataannya jika rival kerjanya bisa berasal dari mana saja atau bisa saja orang kepercayaan papanya yang sudah merasa percaya diri jika akan diangkat menjadi presdir merasa tidak terima jika dirinya lah yang dipilih menjadi seorang presdir.


"Maksudmu? Kau sudah mau menggunakan mobil pemberian dariku?" Tanya Dio.


Hanum menganggukkan kepalanya. Dari pada diantarkan bekerja oleh sopir ia lebih memilih membawa mobil saja. Lagi pula ia sudah memiliki bakat dalam mengemudi saat masih bersekolah di SMA dulu. Di waktu kuliah saja ia memilih menggunakan motor karena menurutnya membawa motor ke kampus lebih menyenangkan dari pada membawa mobil.


"Syukurlah kalau begitu. Untuk memastikan kau masih lancar mengemudi maka besok setelah pulang bekerja aku akan mengetesmu mengendarai mobil di sekitar sini." Ucap Dio.

__ADS_1


"Ya, terserah kau saja." Jawab Hanum tak ingin berdebat.


Pembicaraan di antara mereka pun terhenti. Dio pun mulai larut dalam pemikirannya yang lain tentang Hanum yang sampai saat ini belum hamil juga.


Sudah dua bulan lebih kami melakukannya tapi kenapa istriku belum hamil juga? Tanya Dio dalam hati sambil melirik Hanum.


***


Sebelum lanjut, jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul One Night Love Tragedy, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗

__ADS_1


__ADS_2