Istri Figuran

Istri Figuran
Jangan lupa membawa istri


__ADS_3

"Dio, ayo jawab pertanyaan Mama." Desak Bu Shanty karena Dio hanya diam saja.


"Dio hanya ingin membawa Divan bermain tanpa berniat menjodohkannya." Jawab Dio pada akhirnya.


"Baguslah kalau begitu. Oh ya, Dio. Jika kau ingin membawa Divan bermain kau juga harus membawa ibunya. Jangan sampai kau meninggalkan ibunya sendirian." Pesan Bu Shanty.


Dio kembali menatap Bu Shanty dengan malas. Entah mengapa semenjak menikah ia merasa ibunya selalu berpikiran buruk kepadanya.


"Mamah mana, Pa?" Tanya Divan karena sudah lama Dio berada di lantai bawah namun Hanum tak kunjung turun juga.


"Mama sedang mandi di kamar. Sebentar lagi sepertinya akan turun." Jawab Dio.


"Loh, kenapa tidak mandi bersama dengan Kakak saja tadi biar Kak Hanum bisa lebih cepat turun seperti Kakak?" Tanya Digo dengan senyuman menyebalkannya.


"Diamlah atau ku patahkan tanganmu!" Jawab Dio geram. Entah mengapa adiknya itu suka sekali menggodanya.


"Dio! Berani kau melakukannya akan Mama hapus kau dari ahli waris keluarga!" Bu Shanty balik mengancam Dio. Ia merasa tidak suka dengan ancaman putra sulungnya pada putra bungsunya itu.

__ADS_1


Dio pun memilih beranjak dari hadapan Bu Shanty dan Digo karena tak ingin membuatnya merasa sakit kepala.


"Dio! Kenapa kau pergi? Kau belum menjawab perkataan Mama!" Ucap Bu Shanty dengan berteriak pada Dio.


"Terserah Mama saja." Jawab Dio malas lalu kembali melanjutkan langkahnya ke arah sofa.


"Divan, jika sudah besar nanti jangan nakal seperti Papamu, ya." Pesan Digo pada Divan.


Divan menatap Digo dengan wajah bingung. "Papah tidak nakal, Om." Jawabnya.


Bu Shanty pun beranjak dari hadapan Digo dan Divan lalu pergi ke dapur untuk memastikan jika makanan makan malam sudah seluruhnya terhidang di atas meja.


Beberapa menit telah berlalu, kini semua orang sudah duduk di meja makan termasuk Hanum yang tadi masih berada di dalam kamar membersihkan tubuhnya. Suasana di antara Dio dan Hanum terasa canggung karena keduanya saling membayangkan kejadian yang terjadi di dalam kamar tadi.


Sial. Kenapa hal memalukan tadi terus terbayang olehku saat melihat dirinya? Rutuk Dio dalam hati.


Hanum, jangan membayangkan belalai itu lagi. Kau membuat otakmu menjadi kotor. Ucap Hanum juga dalam hati.

__ADS_1


Bu Shanty yang menyadari kecanggungan di antara Hanum dan Dio pun berdehem. "Hanum, Dio, ada apa dengan kalian?" Tanya Bu Shanty.


Hanum dan Dio seketika saling pandang lalu memalingkan wajah secara bersamaan. Melihat itu membuat Bu Shanty semakin bingung memikirkan ada apa dengan anak dan menantunya itu.


"Dio?" Bu Shanty menatap pada Dio.


"Tidak ada apa-apa, Ma. Lebih baik kita segera mulai makan malamnya." Ajak Dio tak ingin Bu Shanty kembali melanjutkan pertanyaannya.


Bu Shanty memilih menuruti perkataan Dio dan meminta semua orang untuk memulai makan malam mereka. Suasana di meja makan terasa hening selama makan malam tengah berlangsung. Di tengah keheningan itu, Dio terlihat sesekali menatap pada Hanum yang kini tengah menyuapi Divan makanan yang ada di dalam piringnya dan sesekali memisahkan duri dari ikan yang mau Divan makan. Sejenak Dio dibuat tersentuh melihat sikap keibuan Hanum yang sangat jauh berbeda dengan Calista yang tidak menyukai anak-anak.


****


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul One Night Love Tragedy, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.

__ADS_1


__ADS_2