
Jika tidak disukai banyak orang itu bukanlah hal yang dipermasalahkan oleh Hanum karena selama lima tahun belakangan ini ia sudah terbiasa dengan rasa tidak suka banyak orang kepadanya karena statusnya yang memiliki seorang anak di luar pernikahan. Hanum pun hanya bisa tersenyum mendengarkan cerita dari Sally saat ini.
"Hanum, aku harap kau tidak terpengaruh dengan wanita itu jika kau bertemu dengannya nanti. Karena apa, karena kecantikanmu jauh lebih banyak darinya dan kau bisa mengalahkan tahta tertinggi dirinya sebagai wanita paling cantik di divisi Humas." Ucap Sally.
Hanum menganggukkan kepalanya. "Tapi apa mungkin dia langsung menaruh rasa tidak suka kepadaku di saat kami baru saja bertemu. Lagi pula aku tidak merasa cantik seperti yang kau katakan, Sally." Jawab Hanum.
Sally menghela nafas kasar. "Yang menilai dirimu adalah orang lain, Hanum. Jika dilihat oleh mataku dan kedua teman kita yang lainnya, kau adalah wanita tercantik di devisi Humas saat ini." Jelas Sally.
Hanum tersenyum mendengarnya. Sudah lama sekali rasanya ia tidak mendengarkan pujian dari orang lain setelah Divan hadir di hidupnya.
"Kau ini bisa saja." Jawab Hanum.
"Aku berkata sesuai yang aku lihat, Hanum. Walau baru dua hari bertemu denganmu tapi aku sudah dapat melihat kecantikan dari luar dan dalam hatimu. Kau terlihat sangat tulus tidak seperti banyak orang yang aku temui selama ini." Ucap Sally.
Hanum kembali tersenyum. "Oh, ya. Tapi kenapa aku tidak melihat wanita yang kau maksud tadi? Sepertinya di devisi B hanya ada dua orang pria yang bekerja di sana." Tanya Hanum.
__ADS_1
"Sama seperti tim kita, di Humas tim B juga memiliki empat anggota. Dua di antaranya termasuk wanita yang aku maksud saat ini sedang berada di sumatra utara melakukan kunjungan di sana." Jelas Sally.
"Oh seperti itu..." Hanum mengangguk paham. "Lalu kapan mereka akan kembali?" Hanum merasa cukup penasaran dengan sosok yang dimaksud Sally.
"Empat hari lagi mereka akan kembali." Jawab Sally.
Karena tak berselang lama Gaga dan Alfin sudah masuk ke dalam ruangan akhirnya cerita Sally dan Hanum pun terhenti.
"Selamat pagi, Hanum." Sapa Gaga pada Hanum.
"Hanum saja, aku tidak?" Ketus Sally.
Sally tersipu malu mendengarnya. Melihat itu membuat Alfin berdecak karenanya. "Kalian ini selalu saja banyak drama." Ketusnya.
Hanum tersenyum sedangkan Gaga dan Sally tertawa-tawa.
__ADS_1
"Ayo duduk dulu. Ada yang ingin aku bicarakan pada kalian." Ucap Sally pada Gaga dan Alfin.
Gaga dan Alfin mengangguk lalu duduk di kursi kerja mereka masing-masing.
"Apa yang ingin kau bicarakan?" Tanya Gaga pada Sally.
"Karena saat ini Hanum sudah bergabung di dalam tim kita maka aku minta kita bekerja sama membuat Hanum bisa bekerja nyaman bersama kita sesuai apa yang Tuan Daniel katakan. Aku tidak ingin kita kehilangan rekan kerja kita lagi hanya karena menjadi tumbal oleh wanita itu." Ucap Sally tertuju untuk wanita yang tadi dikatakannya pada Hanum.
"Baiklah, kami tahu itu. Tidak perduli bagaimana kehidupan Hanum di belakang kita yang terpenting adalah kerja sama kita di dalam tim." Jawab Gaga.
Alfin pun mengangguk menyetujuinya. Jika diingat-ingat kembali, Gaga, Alfin dan Sally menjadi penasaran alasan Daniel memberikan pesan pada mereka agar bisa bersikap baik pada Hanum sebelum Hanum bekerja di dalam tim mereka.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 dan komennya dulu, ya.
__ADS_1
Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul One Night Love Tragedy, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.