
Usaha Hanum menghentikan niat suaminya yang ingin bermain dengannya gagal sudah karena pada akhirnya Dio tetap mendapatkan apa yang ia inginkan. Malam itu Hanum benar-benar dibuat lelah oleh Dio hingga pukul satu dini hari tiba.
"Istirahatlah." Ucap Dio setelah mereka selesai membersihkan tubuh di kamar mandi.
Hanum mengiyakannya. Wanita itu mulai memejamkan kedua kelopak matanya dan pergerakannya itu terus diperhatikan oleh Dio. Tiba-tiba saja Dio teringat akan sesuatu yang sudah cukup lama mengusik pemikirannya. "Hanum, apa kau tidak berniat mencaritahu siapa Divan sebenarnya? Jika kau ingin aku bisa membantu mencaritahu siapa Divan sebenarnya." tanya Dio karena ia tahu istrinya pasti belum tertidur.
Seketika Hanum membuka kedua kelopak matanya. Ditatapnya wajah suaminya yang cukup dengan wajahnya. "Tidak. Aku hanya ingin Divan tahu jika hanya aku ibu kandungnya." Jawabnya datar. Terlihat jelas di wajah Hanum jika wanita itu sangat tidak menginginkan hal yang ditawarkan oleh Dio.
"Baiklah. Aku hargai keputusanmu." Ucap Dio tak ingin membuat mood istrinya jadi rusak karena penawarannya.
Hanum mengangguk tanpa bersuara. Ia kembali memejamkan kedua kelopak matanya dengan jantung berdebar-debar karena menyadari fakta jika Divan bukanlah anak kandungnya. Tidak dapat terbayangkan oleh Hanum bagaimana jadinya nanti jika orang tua Divan datang meminta Divan darinya. Agh, memikirkannya saja sudah membuat Hanum merasa sesak apa lagi hal itu benar terjadi.
Dio tak membenarkan begitu saja keputusan istrinya yang tidak ingin mencari tahu siapa orang tua Divan. Sebagai seorang anak, Divan berhak tahu siapa kedua orang tuanya. Istrinya itu tidak bisa egois memungkiri sebuah fakta jika Divan adalah anak orang lain bukan anak kandungnya, dan Dio akan mulai mencari tahu siapa kedua orang tua Divan mulai besok tanpa sepengetahuan dan izin istrinya.
__ADS_1
*
Keesokan harinya.
Suasana di dalam lobby perusahaan Alexander pagi itu terdengar berisik dengan suara bisik-bisik karyawan saat melihat Hanum masuk ke dalam perusahaan.
"Apa kau sudah melihat berita tadi malam? Ternyata Hanum adalah istri dari Tuan Dio Mahesa sahabat dari Tuan Daniel." Bisik seorang wanita yang dapat terdengar oleh Hanum.
"Aku sudah melihatnya. Ini benar-benar tidak dapat dipercaya. Bagaimana bisa dia menjadi istri dari Tuan Dio Mahesa?" Balas teman wanitanya.
Hanum membalas senyuman kedua wanita itu dan terus melangkah ke arah lift berada. Beberapa karyawan lainnya pun turut memberikan sapaan dan senyuman pada Hanum hingga membuat Hanum merasa tidak nyaman karena ia tahu alasan mereka tersenyum kepadanya.
"Ini sungguh tidak nyaman. Aku pikir kejadian tadi malam tidak berefek besar ternyata aku salah." Gumam Hanum.
__ADS_1
Setelah berada di dalam lift pun Hanum kembali dibuat tidak nyaman karena karyawan yang lain nampak mempertanyakan kebenaran dari informasi yang sudah mereka dapat tadi malam.
"Jadi kapan kau menikah dengan Tuan Dio? Bagaimana kalian bisa menikah? Dan bagaimana awal mula kalian bertemu." Rentetan pertanyaan mereka berikan pada Hanum.
Hanum menghela nafasnya. Ia pun merasa bingung harus menjawab apa untuk pertanyaan mereka.
"Jadi bagaimana, Hanum?" Tanyanya karena merasa tidak puas Hanum tidak kunjung menjawab pertanyaan mereka.
"Maaf, saya tidak bisa menjawabnya karena lift sudah terbuka." Hanum mengatupkan kedua tangan lalu buru-buru keluar dari lift.
***
Sebelum lanjut, jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.
__ADS_1
Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul One Night Love Tragedy, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗